/
Selasa, 12 September 2023 | 11:18 WIB
Mega Suryani Dewi ([Facebook])

Mega Suryani Dewi, ibu muda berusia 24 tahun yang tewas dibunuh suaminya sendiri sempat mengungkapkan kekhawatirannya mengenai dua anak balitanya.

Anak-anak Mega kini dirawat oleh kakak kandungnya. Sang kakak mengungkapkan bahwa kondisi dua balita tersebut saat ini dalam keadaan sehat. Hanya saja keduanya terus menerus menangis hingga dini hari.

Sebelum benar-benar dihabisi N (25), Mega Suryani Dewi sempat mengungkapkan bahwa ia pernah diancam dibunuh oleh sang suami.

Pasangan yang tinggal di rumah kontrakan di Cikarang Barat, Bekasi, Jawa Barat itu diketahui kerap ribut. 

Dari curhatan Mega di sosial media, suaminya kerap melakukan KDRT kepadanya. Paling parah ketika N mengancam akan membunuh Mega.

"Semaleman nggak bisa tidur karena dancam mau dibunuh suami sendiri. Nggak bisa tidur karena kamarku kuncinya sudah rusak," curhat Mega Suryani Dewi lewat akun TikTok-nya.

Dalam video TikTok itu, Mega Suryani Dewi menunjukkan suara tangisannya di depan pintu. Ia juga menunjukkan kondisi lubang kunci kamarnya yang sudah rusak.

Mega mengungkapkan bahwa ia memiliki dua anak dan sedang mengandung lima bulan.

"Posisi aku lagi hamil 5 bulan, punya anak juga 2 masih kecl-kecil. Aku nggak takut mati tapi aku takut ninggalin anak anakku sendirian di dunia," ungkap Mega.

Baca Juga: Saham Migas Keluarga Panigoro Melesat, Medco Ungkap Aksi Korporasi

"Ya Allah jiwaku udah hancur lebur begini rasanya hidup sama orang yang toxic," lanjut Mega.

Pembunuhan itu terjadi di rumah kontrakan Mega. Ibu muda tersebut tewas dibunuh suaminya di hadapan kedua anaknya yang masih balita. Sempat beredar kabar bahwa anak-anak Mega tersebut melihat bahkan memainkan darah ibunya sehabis dibunuh N. Bahkan terlihat pula bercah cap tangan berwarna merah di tembok kontrakan Mega.

Mega Suryani Dewi tewas karena sayatan di lehernya. Sementara sang suami yang sempat memandikan jasad Mega menyerahkan diri dan kasusnya kini ditangani Polsek Cikarang Barat dan Polres Metro Bekasi, Jawa Barat.

Load More