News / Nasional
Selasa, 10 Februari 2026 | 14:59 WIB
Waketum NasDem Saan Mustopa (suara.com/Bagaskara)
Baca 10 detik
  • Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa, menanggapi santai usulan PAN memasangkan Zulhas dengan Prabowo di Pilpres 2029.
  • Saan Mustopa menyatakan bahwa keputusan cawapres pendamping Prabowo nantinya sangat bergantung pada keputusan Prabowo sendiri.
  • PAN bertekad mengusung Prabowo pada Pilpres 2029 dan mempertimbangkan kader internalnya sebagai opsi cawapres.

Suara.com - Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa, menanggapi santai usulan Partai Amanat Nasional (PAN) yang mewacanakan untuk memasangkan Zulkifli Hasan (Zulhas) dengan Prabowo Subianto pada Pilpres 2029 mendatang.

Ia menilai, keinginan sebuah partai politik untuk mengusulkan kadernya dalam kontestasi pemilu adalah hal yang lumrah dan merupakan hak kedaulatan masing-masing partai.

"Itu kan urusan internal partai ya. Jadi kalau partai usulin itu kan wajar aja, biasa aja," kata Saan ditemui di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Kendati begitu, Saan menekankan bahwa keputusan akhir mengenai siapa yang akan mendampingi Prabowo Subianto di masa depan sangat bergantung pada keputusan Prabowo sendiri sebagai figur yang diusung.

Ia menyatakan bahwa NasDem menghargai dinamika internal yang sedang berjalan di partai-partai lain, termasuk PAN.

"Tapi kan tergantung juga nanti kepada Pak Prabowo sendiri ya. Jadi itu urusan internal masing-masing dan kita hormati saja. Kita hormati dan kita hargai," pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno, menegaskan bahwa partainya telah membulatkan tekad untuk kembali mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden pada Pilpres 2029. 

Namun, untuk posisi calon wakil presiden (cawapres), PAN mulai mempertimbangkan opsi baru selain Gibran Rakabuming Raka, termasuk kemungkinan mendorong kader internal.

Eddy menjelaskan bahwa penentuan pasangan "paket" capres-cawapres harus didasarkan pada pertimbangan yang mendalam, terutama terkait kecocokan kerja dan kekuatan elektoral.

Baca Juga: Alasan Pemerintah Gunakan Beras Bulog untuk Jemaah Haji

"Kita tentu kita lihat nanti opsi-opsi terbaik," ujar Eddy saat memberikan keterangan di Komplek Parlemen, Senayan, Kamis (5/2/2026).

Menurutnya, kriteria pendamping Prabowo nantinya tidak bisa ditentukan secara terburu-buru. 

"Karena kembali lagi, yang namanya paket itu tentu kan harus ada simbiosisnya bisa bekerjasama dengan baik ada juga dukungan elektoralnya tinggi dan sebagainya. Jadi pertimbangan-pertimbangannya banyak untuk itu. Oleh karena itu, biarkan itu berjalan tetapi kita hari ini sudah berketetapan hati," jelasnya.

Mengenai loyalitas terhadap Prabowo Subianto, Eddy memastikan PAN tetap berada di garis yang sama untuk periode mendatang. 

"Kita sudah mendukung Pak Prabowo tiga kali, keempat kalinya itu sudah jadi jawaban kita," tegasnya.

Menariknya, saat disinggung mengenai peluang Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) untuk maju mendampingi Prabowo di 2029, Eddy menyatakan dukungannya secara terang-terangan. 

Load More