SUARA DENPASAR - Irwasum Polri Komjen Agung Budi Maryoto menjadi salah satu jenderal polisi yang disorot belakangan ini. Hal tersebut karena perannya sebagai ketua Timsus kasus Ferdy Sambo.
Timsus yang dipimpinnya sejauh ini telah menetapkan 4 tersangka termasuk Sambo dalam kasus pembunuhan Brigadir Joshua. Kemudian penyelidikan kasus tersebut saat ini masih terus dilakukan.
Tak hanya itu, Timsus ini juga membongkar sejumlah anggota polisi yang diduga melakukan pelanggaran kode etik terkait kasus pembunuhan berencana Brigadir J.
Dia saat itu merincikan ketujuh anggota Polda Metro Jaya tersebut; empat di antaranya berpangkat perwira menengah atau Pamen dan tiga perwira pertama atau Pama.
"Personel Polda Metro Jaya sementara ada tujuh personel, perwira pangkat menengah empat personel, dan perwira pertama tiga personel," kata Agung di Gedung Rupatama, Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (9/8).
Agung Budi Maryoto lahir 19 Februari 1965 di Cilacap atau 47 tahun yang lalu. Dia adalah seorang perwira tinggi Polri yang sejak 1 Mei 2020 mengemban amanat sebagai Inspektur Pengawasan Umum Polri.
Agung, lulusan Akpol 1987 ini berpengalaman dalam bidang lantas.
Jabatan terakhir jenderal bintang tiga ini adalah Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Polri.
Dia lulus dari Akpol tahun 1987, Agung ditempatkan di Polda Riau.
Baca Juga: Siapa Pencipta Lagu Joko Tingkir Ngombe Dawet? Ternyata Ini Penyanyi Aslinya
Selama 10 tahun bertugas di Polda Riau, dia kemudian menjadi Kasat Lantas Polresta Bandar Lampung pada tahun 1997.
Memasuki tahun 2002, Agung berpangkat AKBP dan ditarik ke Polda Metro Jaya menjabat sebagai Kasubdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya.
Karirnya terus melonjak. Pada tahun 2007 dia bertugas menjadi Kapolrestabes Yogyakarta dan berpangkat Kombes (Komisaris Besar).
Selanjutnya, Agung dipromosikan sebagai Wakakorlantas Polri dan menjadi Brigadir Jenderal (Brigjen) pada tahun 2012.
Pada tahun 2015, dia dipromosikan menjadi Kapolda Kalimantan Selatan. Dikabarkan di tahun tersebut ia menikah dengan Winny Charita, mantan presenter televisi swasta.
Kemudian di tahun 2016, Agung ditarik ke Mabes Polri menjadi Kakorlantas. Kemudian dia menjadi Kapolda Sumatera Selatan setahun berikutnya.
Karirnya terus moncer, dan sempat menjadi Kapolda Jawa Barat pada tahun 2017 silam. Setelah dua tahun berikutnya, dia naik pangkat menjadi Komisaris Jenderal atau bintang tiga.
Jabatannya saat itu adalah Kabaintelkam Polri. Sejak tahun 2020 hingga saat ini, Agung menjabat sebagai Irwasum Polri.
Demikian adalah profil singkat Agung yang kini menjadi ketua Timsus Polri yang mengusut pembunuhan Brigadir Joshua.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
Terkini
-
Persib Bandung Tak Main-main di Piala Presiden 2026, Igor Tolic Siapkan Taktik Kejutan
-
Ulasan Novel Burung-Burung Berkisah: Keindahan Alam dalam Sastra Klasik
-
Daftar Negara yang Bisa QRIS Cross-Border BRImo
-
Uji Rasa Aditya Kwetiau Jambi: 15 Tahun Eksis, Porsinya Bikin Dompet Aman Perut Kenyang!
-
Tiga Penjarah Fasilitas Masjid di Tulang Bawang Berakhir di Tangan Polisi
-
Mimpi Besar Motor Listrik Nasional Dituntut Bukan Sekadar Proyek Seremonial Belaka
-
Ulasan Anggur Kemurkaan: Kisah Tragis Keluarga Joad di Tengah Krisis Amerika
-
Tragedi Rem Blong di Jombang: Truk Seruduk Buruh Pabrik, Dua Nyawa Melayang Seketika
-
Donald Trump Restui Arab Saudi Kembangkan Nuklir
-
Sinopsis 72 Hours, Film Komedi tentang Pesta Bujangan Berujung Kekacauan