/
Minggu, 28 Agustus 2022 | 13:42 WIB
Rektor UI Ari Kuncoro. (IST)

SUARA DENPASAR – Rektor UI (Universitas Indonesia) Ari Kuncoro kini menjadi sorotan lagi. Bukan karena rangkap jabatan sebagai komisaris BRI yang pernah ramai, kini BEM UI menyenggol harta kekayaan Rektor UI Ari Kuncoro yang naik drastis sampai dua kali lipat dalam tiga tahun.

BEM UI menyebut, harta kekayaan Rektor UI Ari Kuncoro pada tahun 2018 sebesar Rp27,8 miliar. Kemudian naik menjadi Rp62,3 miliar pada 2021. Dengan demikian, ada kenaikan sebesar Rp 35 miliar dalam tiga tahun.

BEM UI tidak membeberkan dari mana saja sumber kekayaan Rektor UI Ari Kuncoro yang naik dua kali lipat dalam tiga tahun itu. Sebaliknya, BEM UI hanya menanyakan dari mana asal harta kekayaan Ari Kuncoro.

“Apakah gaji rektor mampu menjawab darimana asal harta kekayaan yang melimpah tersebut?,” tanya BEM UI. Ataukah ada sumber pendanaan lain di dalam badan kampus Universitas Indonesia? Hanya Tuhan dan Ari Kuncoro yang bisa jawab semua itu,” cuit Twitter @BEMUI_Official, Sabtu (27/8).

Cara BEM UI menyajikan data dan hanya pertanyaan-pertanyaan seputar harta kekayaan Rektor UI Ari Kuncoro seperti itu dikritik oleh sejumlah netizen. Beberapa netizen berharap BEM UI tidak hanya bertanya, melainkan bisa lebih melakukan investigasi.

“Pertanyaan utamanya mahasiswa yang ngaku intelektual sudah mencari tahu atau investigasi ngga dari mana peningkatan harta kekayaannya sebelum lempar pertanyaan seperti ini??? Jangan cuman lempar, namun sebenarnya tahu dari mana kenaikannya, eh, tapi diam aja. Itu namanya kalian framing,” kata @Gandrew13220

Penelusuran SuaraDenpasar, Ari Kuncoro tercatat melaporkan harta kekayaannya ke KPK sejak 2017. Dalam LHKPN (laporan harta kekayaan penyelenggara negara) 2017, dia melaporkan harta kekayaannya sebagai Komisaris Utama BRI sebesar Rp19,99 miliar. Kemudian pada 2018, menjadi Rp27,87 miliar, tahun 2019 menjadi  Rp42,58 miliar, tahun 2020 sebesar Rp52,47 miliar, dan pada 2021 menjadi Rp62,32 miliar.

Bila dianalisis berdasarkan data LHKPN, pada tahun 2018, kekayaan Ari Kuncoro meningkat drastis dibanding tahun 2017 pada kas dan setara kas. Pengertian kas dan setara kas adalah bisa uang tunai, tabungan, hingga deposit. Sedangkan surat berharga hanya naik sedikit. Surat berharga ini pengertiannya bisa berupa kepemilikan aset saham hingga obligasi (surat utang).

Sedangkan kenaikan pada LHKPN 2019 dibanding 2018, juga terjadi kenaikan signifikan bahkan dua kali lipat pada sisi kas dan setara kas. Artinya, uang tunai, tabungan atau deposito Ari Kuncoro kian membengkak. Tanah dan bangunannya juga bertambah. Sedangkan surat berharga yang dimilikinya menurun.

Baca Juga: Putri Megawati, Nama Puan Maharani Disoraki Saat Disebut di Rakernas PAN

Pada LHKPN tahun 2020 dibandingkan dengan 2019, terjadi kenaikan signifikan pada kas dan setara kas hampir 50 persen, dari Rp21 miliar menjadi Rp30 miliar. Pada tahun 2020 ini, harta bergeraknya berupa alat transportasi bertambah. Karena dia punya tambahan mobil Mercedes E350 Tahun 2020 seharga Rp1,5 miliar, dan Toyota Alphard Velvire Tahun 2020 seharga Rp1 miliar lebih. Keduanya dari hasil sendiri.

Terakhir, pada LHKPN 2021 dibandingkan 2020, kekayaan Ari Kuncoro meningkat signifikan dalam bentuk surat berharga. Bisa dalam bentuk saham hingga obligasi yang nilainya Rp8,7 miliar. Padahal, pada 2020, surat berharga miliknya hanya Rp481 juta. Tanah dan bangunan serta harta lainnya juga naik. Namun, uang tunai, tabungan atau depositonya naik sedikit.

Untuk data lebih rinci terkait harta dan kekayaan Ari Kuncoro, baik sebagai Komisaris BRI, Dekan FEB UI, maupun Rektor UI, yang dilaporkan lewat LHKPN ke KPK adalah sebagai berikut:

Tahun 2017

- Tanah dan Bangunan: Rp14.648.000.000

- Alat Transportasi: Rp670.000.000

- Surat Berharga: Rp820.425.000

- Kas dan Setara Kas: Rp3.853.385.200

Total: Rp19.991.810.200

Tahun 2018

- Tanah dan Bangunan: Rp14.918.000.000

- Alat Transportasi: Rp1.075.000.000

- Harta Bergerak Lainnya: Rp135.000.000

- Surat Berharga: Rp1.231.113.300

- Kas dan Setara Kas: Rp10.514.646.738

Total: Rp27.873.760.038

Tahun 2019

- Tanah dan Bangunan: Rp18.662.000.000

- Alat Transportasi: Rp870.000.000

- Harta Bergerak Lainnya: Rp125.000.000

- Surat Berharga: Rp649.404.500

- Kas dan Setara Kas: Rp21.775.735.014

- Harta Lainnya: 2.290.409.360

- Utang: Rp1.788.276.594

Total: Rp42.584.272.280

Tahun 2020

- Tanah dan Bangunan: Rp18.662.000.000

- Alat Transportasi: Rp3.093.100.000

- Harta Bergerak Lainnya: Rp157.000.000

- Surat Berharga: Rp481.109.000

- Kas dan Setara Kas: Rp30.377.586.748

- Harta Lainnya: 1.772.375.425

- Utang: Rp2.064.446.898

Total: Rp52.478.724.275

Tahun 2021

- Tanah dan Bangunan: Rp19.200.000.000

- Alat Transportasi: Rp2.791. 000.000

- Harta Bergerak Lainnya: Rp240.000.000

- Surat Berharga: Rp8.798.207.790

- Kas dan Setara Kas: Rp30.894.096.442

- Harta Lainnya: 4.291.400.971

- Utang: Rp3.892.531.446

Total: Rp62.321.869.525

(*)

Load More