SUARA DENPASAR – Pesulap Merah alias Marcel Radhival makin banyak saja musuhnya. Selain dilaporkan ke polisi oleh Gus Samsudin dan Persatuan Dukun, kali ini Pesulap Merah mendapat somasi untuk meminta maaf kepada Rara Isti Wulandari alias Mbak Rara Pawang Hujan. Marcel Radhival pun menjawab bahwa Rara sebagai orang yang aneh.
Mbak Rara melalui kuasa hukumnya Minola Sebayang mengajukan somasi (peringatan) kepada Pesulap Merah atau Marcel Radhival agar meminta maaf dalam jangka waktu 3x24 jam.
“Dia (Marcel Radhival) harus minta maaf atas tuduhannya, kurang lebih kami tunggu selama 3x24 jam,” kata Minola Sebayang dalam Intens Investogasi, dikutip Jumat (2/9/2022).
Minola mengaku, nama baik kliennya merasa tercoreng akibat ujaran Pesulap Merah yang menganggap aksi Mbak Rara sebagaii lelucon dan sepperti sedang stand up comedy.
“Secara tidak langsung dia menjatuhkan profesinya Mbak Rara yang dianggapnya sebagai lelucon,” kata dia.
Meski demikian, Minola menyatakan sejauh ini belum ada langkah hukum terhadap Pesulap Merah. Kata dia, baru sebatas somasi atau peringatan agar Marcel Radhival meminta maaf.
“Kami belum melapor, baru layangkan somasi agar si Pesulap Merah memberika klarifikasi,” terangnya.
Dia mengklaim sudah mengantongi sejumlah bukti Marcel Radhival mencoreng nama baik Mbak Rara si Pawang Hujan yang Namanya mencuat setelah aksinya dalam, ajang MotoGP di Sirkuit Mandalika, Lombok beberapa waktu lalu.
Pesulap Merah memang beberapa kali sempat menyinggung aksi pawang hujan yang mengklaim bisa menghentikan hujan. Bahkan, ketika hujan tak reda, dia menyebut pawang hujan akan mencari-cari alasan.
Baca Juga: Tragis Karier Kompol Chuck Putranto, Anak Jenderal Polisi yang Dipecat Gara-gara Ikut Geng Sambo
"Kalau gak berhasil hujannya dibilang energinya sedang lemah,” kata Pesulap Merah.
Menanggapi somasi agar meminta maaf kepada Mbak Rara Pawang Hujan, Pesulap Merah atau Marcel Radhival menjawab enteng. Dia tak menghiraukan ancaman Rara melalui kliennya.
"Ya sudah, biarin saja. Kenapa memangnya?" kata Marcel saat ditemui di kawasan Pluit, Jakarta, Jumat (2/9/2022).
Bahkan, Pesulap Merah mengaku tidak perlu meminta maaf. Alasannya, dia tidak pernah menyebut nama Rara Pawang Hujan.
"Saya nggak nyebut nama dia juga. Saya bahas itu nggak satu orang, bukan cuma bahas satu orang," katanya.
Marcel Radhival malah menyebut sikap Rara Pawang Hujan melaui kuasa hukumnya sudah berlebihan.
"Ini orang aneh banget," katanya menohok. (Suara.com)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
PLN Hadirkan Diskon 50 Persen Tambah Daya Listrik hingga 27 Juli 2026
-
Doraemon the Movie: Misteri Kapal dan Bangkitnya Sistem Otomatis Atlantis!
-
Bom Rakitan di MAN 3 Padang Jadi Alarm, Pakar Minta Sekolah Perkuat Ruang Dialog
-
HP Apa yang Kameranya Bagus selain iPhone? Ini 5 Rekomendasi Terbaik sesuai Review
-
Feng Shui Pintu Utama 2 Daun Apakah Bagus untuk Rumah? Ini Penjelasannya
-
Eks Pimpinan KPK Desak Prabowo Perintahkan KPK Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah, Ini Alasannya
-
Strategi QRIS dan BRImo, Strategi UMKM Pemalang Ini Sukses Perluas Jangkauan Pasar
-
Hari Anak Nasional: Mengapa Orang Tua Perlu Berhenti Menuntut Anak Menjadi Sempurna?
-
Izin Freeport Diperpanjang hingga 2061, Legislator PDIP Tagih Kontribusi Nyata untuk Papua
-
Aksi Bakar Ban di Kejati Jatim, Massa KEMAKI Tuntut Jaksa Berhenti Cari-Cari Kesalahan