/
Minggu, 11 September 2022 | 22:32 WIB
Ilustrasi Putri Candrawathi, Brigadir J dan Kuat Ma'aruf (Bandung.suara.com)

Suara Denpasar - Belakangan tokoh sentral dalam kasus kematian Brigadir Joshua atau Brigadir J yakni Irjen Ferdy Sambo mulai mendapat simpati beberapa warganet. Banyak yang menilai, Kaisar Sambo menjadi korban "bisikan" sang istri, Putri Candrawathi.

Perihal situasi kejiwaan Kaisar Sambo, sebutan warganet untuk Irjen Ferdy Sambo diungkapkan pengacara Bripka Ricky Rizal (RR), Erman Umar kepada wartawan di Lobi Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (8/9/2022), 

Kisah Erman berdasar cerita kliennya, Irjen Sambo saat mendengar pengakuan istrinya, Putri Candrawathi, terlihat begitu emosional dan menangis. 

Bripka Ricky Rizal atau Bripka RR diminta bertemu dengan Irjen Sambo dan di sana juga ada Putri Candrawathi.

Irjen Sambo terlihat begitu marah mendengar keterangan sang istri soal kisah asusila yang menimpanya di kediaman pribadi di Magelang, Jawa Tengah.

Berdasar cerita itu, Irjen Sambo pun berencana menembak mati Brigadir J. Ajudan yang begitu dipercaya keluarga tersebut.

Bripka RR mengakui, kondisi kejiwaan sang big bos tidak seperti biasanya. Menangis dan marah besarm

Berdasar cerita kliennya, pertemuan di Saguling, Jakarta Selatan sangat cepat. Dari pertemuan itu ada keputusan untuk membunuh Brigadir J.

Hanya saja, Putri Candrawathi mengatakan, pada mereka jika Brigadir J melakukan pelecehan terhadap dirinya. Awalnya Bripka RR diminta untuk menjadi eksekutor, tapi ditolak. ***

Baca Juga: Sosok Brigjen Benny Ali, Putra Lampung, Seangkatan Kapolri tapi Bawahan Ferdy Sambo, Menunggu Sidang Etik

Load More