/
Sabtu, 17 September 2022 | 16:00 WIB
Ilustrasi, ustaz berinisial RW (37) di sebuah pondok pesantren (Ponpes) mencabuli dua santri pria dengan pura-pura minta dipijat. (pixabay)

Suara Denpasar - Kelakuan ustaz berinisial RW (37) di sebuah pondok pesantren (Ponpes) ini keterlaluan. Dia mencabuli dua santri pria dengan pura-pura minta dipijat.

Kasat Reskrim Polres Tebo AKP Rezka menjelaskan, dugaan pencabulan ini berlangsung di Pondok Pesantren Tebo Ulu, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi. Ustaz RW tersebut melakukan kekerasan seksual dua santri pria dengan modus meminta tolong dipijat.

Dia menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada 21 Agustus 2022 sekitar Pukul 22.00 WIB. Kala itu, ustaz RW minta tolong kepada tiga santri untuk dipijat.

Kemudian, tiga santri pun masuk ke kamar Pak Ustaz. Kala itu, ustaz RW sedang berbaring di atas tempat tidur. Selanjutnya, para santri memijat bagian tangan, betis, dan kepala pak ustaz.

Selang 15 menit kemudian, lanjut Rezka, salah satu santri diminta menutup pintu pagar pondok pesantren. Alasannya, agar kerbau tidak masuk ke pekarangan.

"Sehingga tinggal dua orang santri memijat tangan si terlapor (ustaz RW)," jelas Rezka, Jumat (16/9/20220.

Yang tertingggal di kamar ustaz RW sebut saja Kumbang A (13) dan Kumbang B (15).  Keduanya mengenakan kain sarung.

Nah, sewaktu kedua santri itu memijat, tiba-tiba pak ustaz menyentuh bagian alat kelamin santrinya. Atas kelakuan pak ustaz, hal itu pun akhirnya dilaporkan ke kepolisian. 

Lebih lanjut, kata AKP Rezka, pada tanggal 5 September 2022, pihak penyidik Polres Tebo menangkap ustaz cabul tersebut.

Baca Juga: Akong Korea Nangis Minta Ikut ART Pulang ke Indonesia

"Kita langsung ke TKP. Kemudian langsung tangkap oknum ustaz yang tidak bermoral tersebut," pungkasnya.

Peristiwa pencabulan terhadap santri pria oleh seorang ustaz bukan kali ini saja terjadi. Sebelumnya, di sebuah Ponpes Banjarnegara, Jawa Tengah, juga terjadi pencabulan terhadap santri pria yang dilakukan pengasuh ponpes berinisial SAW atau JS (32). Tak tanggung-tanggung, SAW menyodomi lima santri pria.

SAW menyodomi santri laki-laki yang masih berusia anak sejak November 2021 lalu. Bahkan, satu santri yang disodomi sampai empat kali. Pada 25 Agustus 2022, SAW ditangkap di rumahnya.  (Suara.com/PMJNews)

Load More