- Kepala Bulog berkoordinasi dengan Menteri Haji agar disediakan lahan di Kampung Haji untuk membangun gudang beras.
- Rencana ini mendukung pasokan 2.280 ton beras Indonesia untuk jemaah haji tahun 2026 mendatang.
- Pemerintah juga berencana mengirim komoditas pangan lain, sehingga gudang penyimpanan sangat diperlukan di sana.
Suara.com - Kepala Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengaku telah berkoordinasi dengan Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf agar disediakan lahan di Kampung Haji, Arab Saudi untuk membangun gudang beras.
Permintaan itu disampaikannya sejalan dengan akan dipasoknya 2.280 ton beras untuk jemaah Indonesia pada pelaksanaan ibadah haji 2026.
"Tadi kami sudah koordinasi dengan Pak Menteri Haji. Kami mohon diberikan space, ruang di kampung haji. Kalau nanti diizinkan kami minta ruang untuk bisa membangun gudang Bulog di sana," kata Rizal usai menghadiri rapat di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta pada Senin (9/1/2026).
Dia menyebut sebagai tahap awal, gudang yang akan dibangun setidaknya memiliki kapasitas 1000 ton.
"Seribu ton saja sudah cukup. Nanti bertahap, kalau memang nanti masih dibutuhkan, kita bangun lagi yang seribu ton lagi," ucapnya.
Di samping itu, Rizal berharap agar Bulog tidak hanya memasok beras untuk jemaah Indonesia, tetapi juga komoditas pangan lain seperti minyak goreng, ikan, hingga daging, sehingga menjadi penting Bulog memiliki gudang di Kampung Haji.
"Harapan kami supaya jadi satu paket di situ. Ada beras, ada minyak, ada ikan, ada daging. Berarti kalau ada ikan dan daging harus ada cold storage," kata Rizal.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), mengungkapkan bahwa pemerintah akan mengirimkan beras ke Arab Saudi untuk menjamin pasokan pangan jemaah Indonesia pada pelaksanaan haji 2026.
"Jadi jemaah haji besok (2026) 200.000 lebih orang itu, berasnya harus dari kita (Indonesia)," kata Zulhas di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta pada Senin (9/2/2026).
Baca Juga: Bulog Mau Bangun 100 Gudang
Zulhas menjelaskan beras yang akan dikirimkan bersumber dari cadangan beras pemerintah (CBP) yang ada di Bulog. Disebutnya pada 2026 ini, cadangan beras Bulog akan mencapai 4 juta ton.
Adapun alasan penggunaan beras dalam negeri, karena rasa dan teksturnya yang sesuai dengan lidah jemaah Indonesia.
"Karena jamaan lebih suka, beras kita kan pulen. Kalau biasanya pakai beras basmati. Beras basmati itu pera. Orang Indonesia kurang suka biasanya, sukanya itu yang pulen,” ujar Zulhas.
Berita Terkait
-
Prabowo Janjikan Biaya Haji Turun Drastis, Bangun 'Kampung Haji' di Mekkah
-
Melimpah di Gudang, Mahal di Piring: Mengapa Harga Beras RI Begitu Mahal?
-
Bulog Klaim Margin 7% Bukan Tambah Cuan, Tapi Kompensasi
-
Rencana Peleburan Bulog-Bapanas Masih Proses Pembahasan
-
Margin Fee Bulog Naik Jadi 7 Persen, Rizal: Bisa Tambah Semangat dan Kinerja Perusahaan
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Pilihan
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
-
OJK Bongkar Skandal Manipulasi Saham, PIPA dan REAL Dijatuhi Sanksi Berat
Terkini
-
Kementerian PU Percepat Pembangunan Rumah Korban Bencana di Tapanuli Selatan
-
Aturan Wajib Label untuk Produk Tinggi Gula Ditargetkan Rampung Tahun Ini
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
OJK Bongkar Borok UOB saat Antar Perusahaan Melantai Bursa
-
Purbaya Bantah Tudingan Menkes soal Pemerintah Tak Punya Uang Biayai Penerima BPJS Kesehatan
-
Bitcoin Kembali ke Level USD 70.000: Akumulasi Nyata atau Jebakan Bull Trap?
-
Purbaya Sentil Dirut BPJS Kesehatan Imbas Gaduh PBI JKN: Image Jelek, Pemerintah Rugi
-
BEI: 267 Emiten Belum Penuhi Free Float 15 Persen
-
Status BPJS Kesehatan 11 Juta Warga Diklaim Aktif Otomatis Pekan Depan
-
Kementerian PU Bangun Huntara Modular untuk 202 KK di Aceh, Target Rampung Sebelum Ramadan