- Rupiah menguat 0,42 persen menjadi Rp16.805 per dolar AS pada penutupan perdagangan Senin, 9 Februari 2026.
- Penguatan rupiah didukung sentimen global positif dan tekanan pada dolar AS serta data keyakinan konsumen naik.
- Rupiah berpotensi melemah karena antisipasi investor terhadap data pekerjaan dan inflasi Amerika Serikat pekan ini.
Suara.com - Nilai tukar rupiah mulai bangkit terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pada penutupan perdagangan Senin (9/2/2026) nilai tukar rupiah menguat 0,42 persen dibandingkan penutupan Jumat (6/2/2026) ke 16.805 per dolar AS. Sementara itu kurs JISDOR Bank Indonesia ada di level Rp16.838.
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan penguatan rupiah disebabkan sentimen global dan dolar AS yang tertekan.
"Rupiah menguat terhadap dolar AS didukung oleh sentimen risk on global yang kuat," katanya saat dihubungi Suara.com di Jakarta, Senin.
Selain itu data survei keyakinan konsumen yang baru dirilis mendapatkan kepercayaan dari investor.
Sebelumnya Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) terbaru menunjukkan kenaikan 3,5 poin, dari 123,5 pada Desember 2025 menjadi 127 pada Januari 2026. Level IKK ini menjadi yang tertinggi dalam setahun terakhir atau sejak Januari 2025 (127,2 poin).
Survei yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI) itu menunjukkan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi mereka terhadap masa depan. IKK merupakan indikator yang dapat digunakan untuk memprediksi perkembangan konsumsi dan tabungan rumah tangga.
"Survei Konsumen Bank Indonesia pada Januari 2026 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya, Senin.
Namun, rupiah masih berpotensi melemah. Ha itu dipengaruhi oleh saham-saham teknologi Amerika Serikat.
"Sulit bagi rupiah untuk kembali menguat, mengingat sentimen risk on ini juga sebatas dampak dari bargain hunting saham-saham teknologi AS. Selain itu investor juga masih akan menghadapi data pekerjaan NFP dan inflasi AS pekan ini," jelas Lukman.
Baca Juga: Rupiah Terpeleset Jatuh Setelah Ada Kabar Misbakhun Jadi Calon Ketua OJK
Sementara itu, nilai tukar mata uang di Asia bervariasi. Baht Thailand mencatat penguatan terbesar yakni 1,04 persen, disusul ringgit Malaysia menguat 0,36 persen.
Lalu, yen Jepang menguat 0,31 persen, dolar Taiwan menguat 0,30 persen. Diikuti peso Filipina menguat 0,21 persen, dolar Singapura menguat 0,19 persen dan yuan China menguat 0,10 persen. Won Korea menguat 0,06 persen dan rupee India naik 0,05 persen terhadap dolar AS.
Sedangkan, dolar Hong Kong menjadi satu-satunya mata uang yang melemah terhadap dolar AS sore ini dengan pelemahan 0,03 persen.
Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang Utama dunia ada di 97,35, turun dari akhir pekan lalu yang ada di 97,63.
Berita Terkait
-
Dolar AS Tertekan, Rupiah Menguat Tipis ke Level Rp16.869
-
IHSG dan Rupiah Rontok Gara-gara Moody's, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
-
Rupiah Kian Loyo di Rp16.876, Imbas Sentimen Domestik dan Downgrade Moodys
-
Rupiah Amblas Imbas Moody's Kasih Rating Negatif ke Indonesia
-
Pertumbuhan Ekonomi 5,11 Persen, Rupiah Malah Amblas ke Level Rp16.842!
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
Pilihan
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
-
OJK Bongkar Skandal Manipulasi Saham, PIPA dan REAL Dijatuhi Sanksi Berat
Terkini
-
Pasok 2.800 ton Beras untuk Jemaah Haji, Bulog Minta Bangun Gudang di Arab Saudi
-
Kementerian PU Percepat Pembangunan Rumah Korban Bencana di Tapanuli Selatan
-
Aturan Wajib Label untuk Produk Tinggi Gula Ditargetkan Rampung Tahun Ini
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
OJK Bongkar Borok UOB saat Antar Perusahaan Melantai Bursa
-
Purbaya Bantah Tudingan Menkes soal Pemerintah Tak Punya Uang Biayai Penerima BPJS Kesehatan
-
Bitcoin Kembali ke Level USD 70.000: Akumulasi Nyata atau Jebakan Bull Trap?
-
Purbaya Sentil Dirut BPJS Kesehatan Imbas Gaduh PBI JKN: Image Jelek, Pemerintah Rugi
-
BEI: 267 Emiten Belum Penuhi Free Float 15 Persen
-
Status BPJS Kesehatan 11 Juta Warga Diklaim Aktif Otomatis Pekan Depan