Suara Denpasar- Proses naturalisasi dari dua pemain Eropa yakni Jordi Amat Maas dan Sandy Henny Walsh sudah rampung dilakukan.
Kedua pemain ini sedang ditunggu Timnas Indonesia di bawah arahan pelatih kepala Shin Taeyong.
Kepastian rampungnya naturalisasi Jordi Amat dan Sandy Walsh ini disampaikan oleh DPR RI yang sudah memberikan persetujuannya untuk naturalisasi.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani memberikan selamat kepada kedua pemain tersebut.
"Selamat kepada saudara Jordi Amat Maas dan saudara Sandy Henny Walsh yang sudah mendapatkan persetujuan naturalisasi,” kata Puan dalam siaran persnya, Selasa (20/9/2022) dilansir dari laman PMJ.
Dengan rampungnya proses naturalisasi maka diharapkan kedua pemain bisa memberikan kontribusi nyata untuk prestasi sepakbola Indonesia.
Jordi Amat dan Sandy disiapkan untuk sejumlah turnamen penting, seperti Piala AFF akhir tahun ini dan Piala Asia 2023.
Dalam waktu dekat ini Timnas juga bakal menjalani laga FIFA Match Day melawan Curacao 24 dan 27 September 2022.
Hanya saja belum ada kepastian apakah bakal dipanggil Shin Taeyong atau tidak dalam FIFA Match Day bulan ini.
Baca Juga: Coach STY Siapkan Taktik Jitu Timnas Indonesia U-19 Kandaskan Vietnam Minggu Malam Ini
Dari daftar pemain yang dipanggil Timnas Indonesia belum ada nama keduanya.
Sementara itu, dalam keterangannya, Puan Maharani mengatakan, pemberian kewarganegaraan melalui mekanisme itu telah dilakukan berdasarkan ketentuan Pasal 20 UU Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia.
Kata Puan, atas dasar pada kepentingan negara atau jasa yang luar biasa dari seseorang sehingga negara dapat memberikan kewarganegaraan kepadanya, yakni, prestasi di bidang olahraga. ***
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
PHK di Industri Kendaraan Niaga Indonesia Segera Terjadi Jika Impor Truk China Tak Dibatasi
-
Importir Sepakat Jaga Harga Kedelai Rp11.500/Kg untuk Pengrajin Tahu Tempe
-
Ajudan Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Gugat KPK Rp11 Miliar
-
Siswa di Siak Meninggal saat Praktik Sains, Polisi Selidiki Bubuk Hitam-Potongan Besi
-
3 Dekade Berkarya, ADA Band Rilis 'Selalu Ada': Refleksi tentang Kehadiran dan Perpisahan
-
Internet Ngebut di Palembang, Jaringan 5G Telkomsel Makin Luas dan Ini Dampaknya bagi Pengguna
-
Santai Jelang Lawan Persija Jakarta, Bernardo Tavares: Tekanan Menang di Mereka!
-
KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan
-
Anggota DPR Soroti Tragedi Siswa SMP di Siak Meninggal saat Praktik: Saya Tak Habis Pikir
-
HUT ke-45 PTBA Lebih Bermakna, Aksi Donor Darah Libatkan Banyak Pihak