/
Kamis, 22 September 2022 | 19:36 WIB
Karier Ferdy Sambo Membuat Pensiunan Jenderal Polri Heran, Enggak Pernah Kapolda, Tiba-tiba Bintang Dua (Suara Denpasar)

Suara Denpasar - Karier Ferdy Sambo membuat pensiunan Jenderal Polri heran. Bagaimana tidak, Sambo yang tidak pernah menjabat sebagai Kapilda, namun tiba-tiba meraih pangkat bintang dua atau Irjen. 

Hal itu disampaikan Irjen Purnawirawan Ricky Sitohang, eks  Karowassidik Bareskrim Polri. Keheranan tersebut disamapaikan lulusan Akpol 1983 ini dalam wawancaranya di YouTube Rumah Uya (13/9/2022).

Dia mengaku heran dengan pangkat Ferdy Sambo yang melesat jadi bintang dua. Keheranan itu karena banyak senior yang pangkatnya masih di bawah Sambo.

Selain itu, menurutnya Ferdy Sambo belum pernah menjadi Kapolda sebelum meraih pangkat Irjen.

"Saya enggak tahu pikirannya Sambo itu apa, enggak pernah jadi Kapolda tiba-tiba bintang dua," ungkapnya.

"Sementara senior yang lain masih jauh di bawah dia, mbok urut kacang lah kan banyak tiap angkatan yang punya pengetahuan mumpuni, main loncat aja, akibatnya terjadi kecemburuan sosial," tambahnya.

Siapa Biang Kerok Kasus Sambo?

Ricky Sitohang juga berkomentar tentang kasus pembunuhan Brigadir Joshua. Menurutnya, ada dua orang yang jadi biang kerok dalam kasus yang tak kunjung selesai tersebut.

Dua orang tersebut adalah istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi dan asisten rumah tangga Kuat Ma'ruf.

Baca Juga: Dipolisikan soal Konten, Alvin Lim Tuding Jaksa Anti Kritik: Siap Buktikan Itu Bukan Berita Bohong

"Kalau kita lihat pokok ceritanya analisis saya sementara biang keroknya dua, Kuat Ma'ruf dan Putri," kata dia.

"Karena apapun peristiwanya harus dibuktikan, tapi kalau Kuat Ma'ruf enggak memberikan informasi yang dilebih-lebihkan kepada Sambo enggak begitu, Putri kalau jaga martabat Ferdy Sambo akan meluruskan enggak ikut di dalamnya," tambahnya.

Terkait pelecehan seksual, dia juga mengaku kurang percaya.  "Saya mengatakan jauh dari kemungkinan tidak akan berani seorang Yosua [melakukan pelecahan]," kata Ricky Sitohang.

"Kan suatu hal yang ironis seorang Yosua, seorang Kuat Ma'ruf bisa masuk ke kamarnya, suatu hal yang sangat luar biasa terlepas dengan kasusnya," imbuhnya.(Suara.com)

Load More