Suara Denpasar- Seolah tak terganggu dengan gugatan perceraian yang dialaminya, Dedi Mulyadi atau yang biasa disapa kang Dedi tak kehilangan daya kritisnya.
Kang Dedi Mulyadi melayangkan kritik kerasnya kepada pemerintah urusan peternak sapi.
Tak main-main kang Dedi Mulyadi menuntut pemerintah harus memberikan ganti rugi yang nilainya mencapai Rp5,1 miliar.
Jumlah ini adalah angka kerugian yang diderita oleh para peternak sapi perah milik anggota KPBS Pangalengan Bandung yang mati akibat wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Dirinya selaku Wakil Ketua Komisi IV DPR RI bertanggung jawab untuk menyampaikan aspirasi ini kepada pemerintah.
Dia menilai wabah PMK ini musibah yang luar biasa bagi peternak sapi.
Para peternak ini kata dia selama ini menggantungkan hidup dari jual susu ke koperasi.
"Mereka yang hanya punya satu atau dua ekor, jangankan sapi perah, sapi pedaging juga repot karena itu modal hidup mereka. Jadi Kementan sudah deh berikan sapi baru kepada mereka, jangan hanya diganti Rp10 juta karena tidak ada artinya. Itu bisa kan patungan dananya dari pusat, provinsi dan daerah," saran Dedi dari laman ANTARA, dikutip pada Kamis (29/9).
Pemberian bantuan kepada para peternak kata dia sangat penting untuk direalisasikan lantaran jangan sampai para peternak terjerat dalam utang untuk kebutuhan peternakan.
Baca Juga: Diteriaki Duda Keren Ibu-ibu, Jawaban Kang Dedi Mulyadi Bar-bar
Pihaknya berharap usulan mengganti sapi perah yang mati bisa direalisasikan maksimal pada semester awal 2023 mendatang.
"Saya minta Kementan, dinas provinsi, dinas kabupaten bisa segera mengganti sapi peternak yang mati. Minimal satu keluarga mendapatkan ganti dua ekor sapi perah," katanya lagi.
Dia sudah merinci berapa yang harus diberikan kepada para peternak, yakni 204 ekor untuk 102 keluarga yang terdampak, dengan total anggaran Rp5,1 miliar. ***
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
DJKI Selesaikan 104 Sengketa Kekayaan Intelektual Melalui Mediasi
-
Kudus Jadi Fokus! Kapolda Jateng Genjot Transformasi Pelayanan Publik hingga Pendidikan Anak
-
Rumitnya Hubungan Tanpa Status di Novel Denial
-
Rincian Korupsi Eks Kepala BGN: Proyek Sepeda Listrik MBG Hingga Sepatu
-
Proyek Rp10 Miliar, Fee Rp1 Miliar dan Uang Rp436 Juta: Ini Temuan Kejati dalam Kasus Iwan Tuaji
-
Gameplay God of War Laufey Terungkap: Grafis Menawan, Istri Kratos Lebih Lincah
-
Kuasa Hukum BNI: Perlawanan Diajukan Agar Pembayaran Sesuai Dasar Hukum yang Jelas
-
7 Kelebihan dan Kekurangan Xiaomi 17T: Telefoto Lebih Ciamik, Performa Kencang
-
The King is Back! Hari Nur Yulianto Resmi Pulang untuk Selamatkan Marwah PSIS Semarang
-
Kejagung Ungkap Detik-detik Penangkapan Dadan Hindayana dan Dua Eks Pimpinan BGN