Suara Denpasar – Najwa Shihab akhirnya angkat bicara atas serangan Nikita Mirzani yang berlangsung bertubi-tubi. Namun, Najwa Shihab menjawab secara elegan dan menohok terhadap selebritis yang baisa disebut Nyai tersebut.
Najwa Shihab sempat meladeni sejumlah pertanyaan wartawan ketika hadir dalam program Generasi Happy yang dibuat Indosat Ooredoo Hutchison melalui brand Tri, di Jakarta, Rabu (5/10/2022). Beberapa pertanyaan wartawan terkait dengan serangan selebritis Nikita Mirzani yang dialamatkan kepadanya setelah mengkritik gaya polisi hedon.
Berikut pernyataan menohok Najwa Shihab ketika disinggung atas serangan Nikita Mirzani sebagai buntut dari kritik terhadap polisi hedon yang dikutip dari Youtube KH INFOTAINMENT:
Saya jadi wartawan itu udah 22 tahun. Saya memang kerap kali mengangkat isu publik. Dan isu publik di mana-mana itu pasti ada pro dan kontra.
Jadi menurut saya sepanjang perdebatannya di soal isu-isu kepublikan yang pro dan kontra, saya sudah terbiasa menghadapi itu selama 22 tahun dengan mengangkat topik yang sangat beragam.
Besok kita ngangkat soal bola, kita angkat Tragedi Kanjuruhan (peristiwa tewasnya ratusan orang usai laga Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, red) di Mata Najwa (Program Talkshow di Trans TV, red), usut sampai tuntas. Isu bola itu juga isu yang selalu dekat dengan hati saya, karena saya gila bola.
Soal PSSI, misalnya, kita sudah ngangkat, sampai lupa jilid ke berapa, karena sering mengangkat isu (sepak) bola dan isu PSSI. Itu baru satu contoh.
Kita mengangkat juga soal mafia hukum, kemarin saya diundang oleh Menkopolhukam Pak Mahfud MD untuk memberikan masukan ke pemerintah soal bagaimana agenda reformasi hukum dan peradilan. Saya datang bersama teman-teman perwakilan lembaga sipil yang lain memberi masukan ke Pak Mahfud MD. Apa yang penting dilakukan pemerintah untuk membenahi agenda reformasi hukum.
Sebelumnya juga kita banyak bicara kita bikin generasi muda yang memang paham melihat politik bukan hanya sebagai ribut-ributnya elit. Namun politik sebagai rangkaian kebijakan publik.
Jadi selama 22 tahun saya menjadi wartawan fokus di (isu) politik dan hukum, sudah terbiasa untuk melihat berbagai pro-kontra dan itu bagian dari pekerjaan.
Menurut saya mari kita fokus pada isu utamanya. Saya tidak ingin isu publik dikerdilkan, dengan membahas sesuatu yang akhirnya menjadi drama personal. Sudah terlalu banyak drama di negeri ini, jadi mari kita fokus pada apa yang utama, isu-isu kepublikan, dan mari kita lihat pro-kontranya dari kaca mata publik.
Karena sekali lagi pekerjaan kita nih, teman-teman wartawan menyuarakan apa yang penting bagi publik, jadi mari kita fokus pada apa yang penting, kemudian tidak tergeser pada hal-hal yang tidak penting.
Negeri ini sudah terlalu banyak hal yang harus sama-sama bicarakan.
Demikian pernyataan menohok Najwa Shihab mengomentari serangan dari Nikita Mirzani dan lainnya atas kritiknya mengenai polisi hedon. (*)
Berita Terkait
-
Dulu Sindir Politisi Korup, Nikita Mirzani-Anies Baswedan 'Serumah', Disuruh Pilih Anies di Pilpres, Siap!
-
Diserang Nikita Mirzani, Najwa Shihab: Pengkerdilan dan Tidak Penting!
-
Usai KDRT Rizky Billar ke Lesti Kejora, Nikita Mirzani Sentil Soal Editan: Cari Duit...
-
Counter Attack! Balasan Najwa Shihab ke Nikita Mirzani Makjleb: Gak Penting
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Studio DEEN Siap Garap Anime Baru Higurashi: When They Cry Setelah 20 Tahun
-
IHSG Menghijau Lagi Dibuka ke Level 6.000, TPIA dan ASII Mulai Dibeli Asing
-
4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Waktunya Beli, Harga Emas Antam Dua Hari Nggak Berubah Masih Rp2.665.000/Gram
-
Ditempa Sang Waktu: Berapapun Seringnya, Patah Hati itu Tetap Sakit!
-
ASDP Operasikan 29 Kapal untuk Jaga Kelancaran Logistik Ketapang-Gilimanuk
-
Emiten Konstruksi PPRE Catatkan Pendapatan Rp3,9 Triliun Sepanjang 2025
-
3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama