Suara Denpasar - Presiden Jokowi atau Joko Widodo melarang seluruh penjabat kepolisian datang membawa ponsel saat dikumpulkan di istana. Akan tetapi, Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran tertangkap tetap memakai HP atau handphone.
Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono menjelaskan alasan mengapa Fadil Imran memakai handphone. Menurutnya, Fadil yang merupakan Kapolda memiliki kewajiban untuk mengetahui situasi wilayah yang dipimpinya.
Kapolda Metro, kata dia, dibolehkan mengangkat telepon ketika pertemuan tersebut.
"Beliau kan Kapolda Metro yang harus tahu kondisi setiap saat ibu kota," ungkap Heru dikutip dari PMJ News, Minggu (16/10/2022).
Ponsel yang dibawa Fadil, kata dia, diberikan oleh petugas protokol istana. Hal tersebut juga menegaskan pemberian ponsel itu pengecualian dengan kondisi tertentu.
"Komunikasi melalui handphone petugas protokol istana. Saat itu saja karena ada yang perlu dibicarakan sekian menit," jelasnya.
Untuk diketahui, momen Fadil mengangkat telepon terekam dalam sebuah video berdurasi 24 detik dan viral.
Dalam video yang beredar, tampak Fadil tengah duduk di antara jajaran anggota Polri di Gedung Krida Bakti, Sekretariat Negara, Jalan Veteran III, Jakarta Pusat.
Kemudian ada sorang perempuan berbusana batik dengan rambut panjang menghampiri Fadil yang masih memakai masker. Perempuan tersebut memberikan HP kepada Fadil.
Selanjutnya, Fadil pun berbincang lewat ponsel itu dengan posisi setengah menunduk.
Berita Terkait
-
Hutan Mangrove Bali Dipamerkan ke Delegasi G-20, tapi Dibabat Jadi Terminal LNG
-
Singgung soal Istilah Polisi Presisi, Jokowi: Tidak Usah Jelimet-njelimet
-
Jokowi Sampai Mewanti-wanti Polri Rukun Sama TNI, Seberapa Panas Pilpres Nanti?
-
Empat 'Dosa Besar' Polisi yang Diungkap Jokowi, Pungli sampai Gaya Hidup Glamor
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Vonis Korupsi Tata Kelola Minyak: Eks Dirut Pertamina International Shipping Dihukum 9 Tahun Penjara
-
Rating Calvin Verdonk dan Aksi Heroik Lille OSC Balikkan Keadaan Lawan Crvena Zvezda di Liga Europa
-
Tangis Ibu Fandi Ramadhan dan Radit Ardiansyah Pecah dalam RDPU Komisi III DPR
-
Cedera Parah 6 Bulan, Donny Warmerdam Kembali Bela PSIM Yogyakarta
-
Joseph Oetomo: Sosok di Balik PT Toba Pulp Lestari, Berapa Porsi Sahamnya?
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Tragedi Rel Kereta: 16 Nyawa Melayang, KAI Ingatkan Bahaya Ngabuburit di Jalur Terlarang
-
Emil Audero Masuk Radar Juventus Saat Si Nyonya Tua Siapkan Perombakan Skuad Drastis
-
Ariawan Gunadi Tegaskan Gugatan Salah Sasaran dalam Sengketa NCD
-
Nathan Tjoe A On Sering Hangatkan Bangku Cadangan, Tapi Kini Meledak di Willem II