Suara Denpasar – Di tengah kasus yang sedang diselidiki Kejati Bali terkait dana sumbangan pengembangan institusi (SPI) untuk mahasiswa jalur mandiri di Universitas Udaya (Unud), terkuak fakta besaran sumbangan yang perlu disiapkan oleh mahasiswa atau orang tuanya.
Dari penelusuran Suara Denpasar, memang sumbangan yang tertinggi masih menjadi milik Fakultas Kedokteran yang mencapai Rp1,2 miliar per mahasiswa. Namun, program studi (prodi) lain juga tak kalah besar nominal sumbangannya.
Salah satunya adalah prodi di Fakultas Hukum. Di Fakultas Hukum Unud hanya ada satu prodi, yakni Ilmu Hukum.
Berdasarkan Keputusan Rektor Unud Nomor 476/UN14/HK/2022 tentang Sumbangan Pengembangan Institusi Mahasiswa Baru Seleksi Jalur Mandiri Universitas Udaya Tahun Akademik 2022/2023, disebutkan bahwa SPI dikelompokkan ke dalam 9 kelompok. Dari SPI 0 sampai SPI 8.
Yang terendah adalah SPI 0, sedangkan yang tertinggi adalah SPI 8. Khusus untuk prodi Ilmu Hukum untuk SPI 1 adalah Rp15 juta, SPI 2 Rp20 juta, SPI 3 Rp25 juta, kemudian SPI 4 sebesar Rp38 juta.
Berikutnya untuk SPI 5 besaran sumbangannya Rp57 juta, SPI 6 Rp85 juta, dan SPI 7 sebesar Rp127 juta. Sedangkan untuk SPI tertinggi yakni SPI 8 di prodi Ilmu Hukum sebesar Rp190 juta.
Semakin tinggi memberi sumbangan, tentu semakin tinggi pula peluang lulus sebagai mahasiswa baru Universitas Udayana.
“Setiap calon mahasiswa baru seleksi jalur mandiri Universitas Udaya na Tahun Akademik 2021/2022 (mungkin maksudnya 2022/2023) wajib membayar sumbangan pengembangan institusi sesuai dengan kelompok sumbangan pengembangan institusi yang telah ditetapkan,” tulis Rektor Rektor Unud, Prof I Nyoman Gde Antara dalam keputusannya yang ditandatangani pada 1 April 2022 lalu itu.
Kasi Penku Kejati Bali, A. Luga Harlianto sebelumnya sudah mengakui bahwa saat ini dari Bidang Pidsus sedang melakukan penyelidikan terkait dugaan penyelewengan dana SPI mahasiswa jalur mandiri. Bahkan, sudah lima pejabat Unud diperiksa pada 3 Oktober 2022 lalu.
Baca Juga: Diusut Kejati, BEM Unud Tuding Pungutan dan Realisasi SPI Mahasiswa Jalur Mandiri Tak Transparan
"Berdasarkan informasi dari Aspidsus, benar ada permintaan kepada Rektor untuk menyampaikan surat permintaan keterangan kepada pejabat dimaksud dalam surat," jelas Luga Harlianto, Jumat (7/10/2022).
Jubir Unud P. A.A. Senja Pratiwi dalam keterangan tertulis sebelumnya mengakui adanya pemanggilan dari Kejati Bali terkait SPI. Dia pun mengatakan, para pejabat Unud yang dipanggil sudah memenuhi panggilan.
"Guna membuat terang jalannya proses penyelidikan, Universitas Udayana pun hadir membawa dokumen-dokumen yang berkaitan dengan materi penyelidikan," jelasnya.
Sedangkan Senin (24/10/2022), tim Kejati Bali melakukan penggeledahan ke Rektorat Unud di Jimbaran. Ada belasan penyidik yang mendatangi sejumlah ruangan di sana untuk mencari dokumen yang dibutuhkan dalam penyelidikan perkara ini. (*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada
-
Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman
-
Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri
-
Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan
-
Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas
-
Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak
-
PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi
-
Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!
-
Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah
-
Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara