Suara Denpasar - Rocky Gerung, pengamat politik sekaligus filsuf menilai bahwa even Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali dinilai berlebihan.
Baik dari pengamanan dan penyambutan delegasi yang terlihat begitu ketat. Bahkan, dia mencontohkan bahwa di Argentina KTT G20 hanya berlangsung di lapangan terbuka dengan tenda.
Apalagi, dalam KTT G20 di Bali bisa dikatakan gagal karena point utama pertemuan agar terjadi gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina tidak akan tercapai.
Begitu juga dengan target penurunan suhu hingga 1,5 derajat akibat perubahan iklim. Bahkan, dia menilai nantinya G20 di Bali sebatas sodor menyodorkan proposal.
Apa yang dikatakan Rocky Gerung soal berlebihannya pengamanan dan pelaksanaan KTT G20 di Bali tampaknya ada benarnya.
Mengingat, publik juga harus mengetahui bahwa untuk posisi tuan rumah umumnya berdasarkan abjad. Tahun ini harusnya India, namun karena Indonesia pada tahun 2023 menjadi tuan rumah KTT ASEAN. Maka lewat beragam lobi akhirnya tahun ini tuan rumah adalah Indonesia.
Selain itu informasi yang diperoleh denpasar.suara.com. Untuk pengeluaran biaya pembuatan Penjor yang terpasang di dekat venue mencapai angka yang terbilang fantastis. Yakni miliaran rupiah dari anggaran provinsi Bali.
Angka tersebut dalam hitungan kasar di kisaran Rp 3, 6 miliar untuk pembuatan 2.500 Penjor yang diserahkan ke desa adat.
Dengan rincian biaya pembuatan Penjor sedang Rp 2.500.000. Sedangkan untuk satu Penjor besar dihabiskan anggaran Rp 5.000.000. Penjor sendiri merupakan perlambang Naga Basuki yang memiliki makna kesejahteraan dan kemakmuran. ***
Baca Juga: Belum Mulai, KTT G20 di Bali Dinilai 99 Persen Telah Gagal, Ini Alasannya
Tag
Berita Terkait
-
Tak Jauh dari Lokasi Pertemuan, Greenpeace Berhasil Gelar Aksi Damai Kreatif di Bali Jelang KTT G20, Begini Pesannya
-
Belum Mulai, KTT G20 di Bali Dinilai 99 Persen Telah Gagal, Ini Alasannya
-
Temani Jokowi di KTT G20 Bali, HP Jadul Mentri Luar Negri, Retno Marsudi Jadi Sorotan, Warganet: Udah Usang..
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Iran Tahan Pembukaan Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Tembus 88 Dolar AS
-
Pesan Menyentuh Audy Item untuk Iko Uwais Usai Keguguran di Usia Kandungan 7 Minggu
-
3 Zodiak yang Beruntung dan Punya Nasib Baik 12 Agustus 2026, Keinginan akan Terwujud
-
Total 3 WNI Jadi Korban Serangan Bom Drone Houthi Yaman di Selat Bab Al Mandeb
-
ABK WNI Tewas Diserang Kelompok Houthi di Selat Bab Al Mandeb
-
WNA China Diduga Dilecehkan Saat Bikin Video di Lovina Bali
-
Bibit Durian Diturunkan di Pelabuhan Makassar Padahal Punya Izin, Ini Respons Badan Karantina
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit