Suara Denpasar - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tabanan telah mulai melaksanakan rekrutmen anggota badan adhoc. Untuk panitia pemilihan kecamatan (PPK) dan panitia pemungutan suara desa/kelurahan (PPS).
Penerimaan dan pendaftaran PPK ini dimulai 20-29 November mendatang. Sedangkan PPS dimulai pada 18-27 Desember 2022 mendatang.
Rekrutmen badan adhoc tersebut telah dimulai dilakukan sejak 20 November kemarin dengan pelamar yang mendaftar melalui sistem online milik KPU yakni Siakba.
Sudah dua hari proses rekrutmen pendaftaran dibuka, KPU Tabanan mencatat sudah ada sebanyak 151 orang yang mendaftar diri sebagai calon PPK dan itu tersebar di semua kecamatan yang ada di Tabanan.
Komisioner KPU Tabanan Divisi Sosialisasi dan SDM Ni Putu Suaryani yang didampingi Divisi Penyelenggaraan Pemilu Luh Made Sunadi menyebut rekrut badan adhoc PPK dan PPS untuk pemilu serentak tahun 2024 mendatang ada perbedaaan dari sisi syarat.
Salah satunya yang paling mencolok adalah perihal batasan periodisasi PPK dan PPS. Sebelumnya ada batasan soal periode. Dimana pelamar/masyarakat yang sudah menjadi anggota PPK dan PPS dua kali pada pemilu sebelumnya tidak diperkenankan untuk mendaftar. Tetapi sekarang tidak syarat itu.
“Jadi saat ini sesuai aturan baru dihapus syarat batas periode tersebut. Bebas boleh mendaftar bila PPK dan PPS pernah dua kali sebagai penyelenggara pemilu,” ujar Suaryani di Kantor KPU Tabanan, Rabu (23/11/2022).
Penghapusan syarat periodisasi ini dijelaskan Suaryani dengan mempertimbang berbagai hal yang dilakukan oleh KPU RI. Mulai dari pelamar yang mendaftar lebih banyak dan proses seleksi bisa dilakukan lebih baik. Kemudian melihat track record dari PPK dan PPS sendiri.
“Rekrutmen PPK dan PPS siapapun yang memenuhi syarat minimal 17 tahun dan tamatan SMA boleh mendaftar,” ungkapnya.
Baca Juga: PKB Tidak akan Bercerai dengan Gerindra, Ingin Membangun Kekuatan Sampai Menang
Perlu diketahui pula syarat lainnya untuk mendaftar sebagai PPK dan PPS harus memiliki kemampuan IT. Kemampuan ini sangat dibutuhkan mengingat sekarang sudah zaman teknologi.
“Ini juga menjadi salah satu syarat sebagai calon anggota PPK dan PPS, karena nyaris semua pekerjaan sebagai penyelenggara pemilu menyangkut tentang IT,” jelasnya.
Yang menarik lagi rekrutmen badan adhoc ini adanya kenaikan honorarium (gaji) PPK dan PPS hingga nantinya KPPS.
Besaran honorarium sesuai aturan Kementerian Keuangan RI gaji sebagai badan adhoc mencapai jutaan rupiah dari yang semula hanya ratusan ribu.
Salah satunya KPPS honorarium yang dulunya pemilu tahun 2019 kisaran RP 400-500 ribu. Sekarang menjadi RP 1,2 juta untuk Ketua KPPS dan anggota KPPS sebesar RP 1,1 juta.
Begitu pula dengan honorarium petugas PPK dan PPS. Dulu dibawah satu juta. Kini untuk Ketua PPK saja honorarium RP 2,5 juta dan anggota PPPK Rp 2,2 juta.
“Sedangkan PPS honorarium pada pemilu 2024. Untuk Ketua PPS saja Rp 1,5 juta dan anggota PPS Rp 1,3 juta,” tandasnya. ***
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Honda Vario 160 Teranyar Dikabarkan Meluncur Akhir Bulan Ini, Tampang Lebih Agresif
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Fasilitas Motor Listrik hingga Dana Insentif Rp6 Juta MBG Mau Dihilangkan?
-
Perbanas: Perbankan Nasional Tetap Sehat, Kredit Tumbuh Hampir 10 Persen
-
Buru Nama Besar! Kejagung Fokus Bedah 'Nyanyian' Sony Sanjaya di Korupsi MBG
-
TNI AL Gerebek Pesta Sabu di Tengah Laut, 6 Awak Kapal Ikan Ditangkap
-
Dorong Kesadaran Lingkungan, DPRD DKI Gencarkan Sosialisasi Pemilahan Sampah dari Sumber
-
Ramai Isu PLTU Jawa Kehabisan Batu Bara-Banyak Mati Lampu, Jubir Bahlil: Memang Ada Gangguan Teknis
-
Datangi Kampar, SF Hariyanto Incar Ratusan Ribu Kendaraan Mati Pajak
-
Mengenal RUMPUN HIJAU, Program yang Dorong Perempuan Ambil Peran dalam Transisi Energi
-
Wajah Baru Stadion Wibawa Mukti: Renovasi Rp40 Miliar Rampung 70 Persen, Ini Bocoran Fasilitasnya!
-
Sinopsis Valerian and The City of A Thousand Planets, Tayang Malam Ini di Trans TV