Suara Denpasar - Direktur Utama (Dirut) RSUD Buleleng, dr Putu Arya Nugraha, Sp.PD mengakui adanya tambahan warga meninggal suspek rabies. Sehingga di Buleleng sudah ada 11 warga meninggal karena rabies di tahun 2022 terhitung 1 Januari - 28 November 2022.
Dokter Putu Arya Nugraha pun meminta agar dibuatkan Perda agar dalam penanganan rabies, sehingga warga serius dalam memelihara hewan peliharaannya. Padahal, dari penelusuran Suara Denpasar, Perda Rabies sudah ada di Bali sejak 2009 lalu.
Seorang warga yang meninggal diduga karena rabies adalah berinisial KS, asal Desa Patas, Gerokgak, Buleleng pada Senin (28/11/2022). Dikatakan, pasien memiliki keluhan suspek rabies. Dia mengetakan, saat masuk ke RSUD Buleleng pada Sabtu (26/11/2022), pasien sudah menunjukkan gejala suspek rabies.
Setelah dua hari dirawat, pasien KS ini meninggal dunia. Arya Nugraha menjelaskan, dari keterangan keluarga, pasien ini sempat digigit anjing liar pada bagian jari tangannya pada dua bulan sebelumnya.
Namun pasien KS tidak mendapat vaksin anti rabies (VAR) karena alasannya lukanya kecil. Menurut Kadiskes Buleleng dr. Sucipto, anjing yang menggt malah dibunuh, tapi pasien tidak menerima VAR.
Nah, Kamis (24/11/2022), pasien KS mulai menderita badan meriang, demam dan sakit seluruh tubuh, dan terdapat pembengkakan pada daerah selangkangan. Pasien dibawa ke bidan. Namun, pada Sabtu (26/11/2022), tak kunjung sembuh. Malah mengalami demam, pusing, napas sesak, gelisah, takut air, takut angin, dan mual, sehingga dibawa ke RSUD Buleleng hingga akhirnya meninggal dunia.
"Jasad pasien sudah dibawa keluarganya ke Desa Patas,” kata Arya Nugraha.
Dia menjelaskan, pihaknya sudah melakukan tracing keluarganya untuk diberikan VAR. Dikatakan, ada tiga orang dari keluarga yang memiliki kontak erat dengan korban diberikan VAR.
Dengan kasus meninggal dunia warga Desa Patas, maka sudah ada 11 warga yang meninggal suspek rabies dari Januari-November 2022. Dokter Arya pun mengingatkan masyarakat agar sadar dan tidak meliarkan anjing peliharaannya.
Baca Juga: Kengerian di Buleleng, Putu Ardika Habisi Nyawa Istri dan Anak di Dalam Kandungan Usia 7 Bulan
Dia mengatakan, apabila ada kasus gigitan anjing, maka anjing perlu dikandangkan untuk diobservasi. Jika anjing tertular rabies, maka akan mati sendiri tidak lebih dari seminggu. Kalau pun anjingnya dibunuh, maka korban tergigit anjing mesti diberi VAR.
Dia juga berharap dilakukan upaya pencegahan secara out come apalagi kasus gigitan anjing dan kasus kematian akibat rabies di Buleleng sangat tinggi.
"Kalau ini dianggap gawat, mestinya dibuatkan aturan semacam Perda agar masyarakat terikat dengan aturan, sehingga lebih serius memperhatikan anjing peliharaannya masing-masing," kata dia.
Dengan kondisi yang terjadi diharapkan instansi terkait untuk lebih melakukan edukasi dan langkah secara nyata.
Padahal, soal Perda Rabies, Bali sebelumnya sudah memiliki sejak 2009. Yakn sejak kasus rabies muncul di Bali. Regulasi dimaksud adalah Perda Nomor 15 tahun 2009 tentang Penanggulangan Rabies. Dalam Perda ini sudah lengkap mengatur penangananan rabies, termasuk pemeliharaan dan lalu lintas HPR (hewan penular rabies), hingga sanksi pidananya. (Beritabali.com)
Berita Terkait
-
11 Warga Buleleng Meninggal karena Rabies, Gigitan Kecil sehingga Tak Diberi VAR
-
Seorang Remaja di Buleleng Digebuki 4 Remaja di Depan Pacar
-
Mengejutkan, Pengacara Kelian Adat Sebut Polres Buleleng Sita Rp130 Juta, Dikembalikan Rp84 Juta, Sisanya ke Mana?
-
Ternyata Asal Buleleng, Cewek MiChat yang Dibooking hingga Tewasnya Polisi Pengamanan G20
-
Tilap Uang Puluhan Juta Kontribusi Pengembang Perumahan, Kelian Adat di Buleleng Ditahan
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Mobil Belum Diterima Konsumen, Jaecoo Berpacu Produksi J5 EV
-
3 Kiper Lokal Super League dengan Statistik Terbaik, Siap Bersaing di Timnas Indonesia
-
Kriteria Driver Ojol Dapat THR, Ini Rinciannya
-
Kronologi Penangkapan Koko Erwin, Diringkus Saat Hendak Menyeberang ke Malaysia
-
Cristiano Ronaldo Jadi Pemilik Almeria, Lionel Messi Lebih Dulu Beli Saham Klub Ini
-
Kilang Pertamina Plaju Pastikan Pasokan Energi Aman Saat Satgas RAFI 1447 H, Perkuat SDM dan HSSE
-
Saham BUMI Diborong Asing saat IHSG Merah Merona
-
5 HP Kamera Bagus untuk Lebaran Mulai Rp3 Jutaan, Hasil Foto Jernih Tak Perlu Sewa iPhone
-
Paramount Tawar Tinggi, Netflix Pilih Mundur dari Akuisisi Warner Bros
-
Golkar Tegaskan Anggaran MBG Disepakati Bulat di DPR: Tak Ada yang Menolak, Termasuk PDIP