/
Kamis, 01 Desember 2022 | 19:06 WIB
Simak! Ini 21 Pelayanan Kesehatan Tidak Dijamin BPJS Kesehatan, Salah Satunya Alat dan Obat Kontrasepsi (BPJS Kesehatan)

Suara Denpasar - BPJS Kesehatan (Badan Penyelenggra Jaminan Sosial Kesehatan) bertugas dalam menyelenggarakan jaminan kesehatan. Di mana salah satu  program dari BPJS Kesehatan ini adalah JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).

JKN ini  diselenggarakan dengan menggunakan sistem  iuran wajib yang harus dibayarkan peserta baik secara mandiri  maupun dibayarkan pemerintah  atau PBI ( penerima bantuan iuran).

Adapun tujuan  dari  program   JKN ini adalah  untuk memberikan jaminan kesehatan kepada  masyarakat yang telah membayarkan iuran wajib tersebut. Yang mana  anggota  atau peserta JKN ini  ditandai dengan   KIS (Kartu Indonesia Sehat).

Sehingga dengan menjadi  anggota atau peserta  BPJS  Kesehatan ini,  maka masyarakat  akan mendapatkan pelayanan kesehatan secara  komprehensif  melalui rujukan berjenjang  tergantung  pada indikasi medis pasien tanpa  harus mengeluarkan  biaya kembali di faskes (fasilitas kesehatan).

Namun masyarakat sebagai peserta BPJS Kesehatan ini wajib tahu, bahwa tidak semua  pelayanan kesehatan ditanggung  atau dijamin.  

Dilansir melalui laman resmi BPJS Kesehatan, setidaknya ada 21 pelayanan kesehatan yang tidak dijamin.

1.      Pelayanan kesehatan yang dilakukan di luar negeri.

2.      Pelayanan kesehatan untuk tujuan estetik.

3.      Pelayanan untuk mengatasi infertilitas.

Baca Juga: Sumbangan SPI Unud Fantastis, BCW Sarankan Jaksa Bongkar Motif di Balik Seleksi Mahasiswa Baru

4.      Pelayanan meratakan gigi (ortodonsi).

5.      Gangguan   kesehatan/penyakit   akibat   ketergantungan   
obat dan/atau alkohol.

6.      Gangguan kesehatan akibat sengaja menyakiti diri sendiri, 
atau   akibat   melakukan   hobi   yang   membahayakan   diri   
sendiri.

7.      Pengobatan komplementer, alternatif dan tradisional, yang 
belum  dinyatakan  efektif  berdasarkan  penilaian  teknologi  
kesehatan (health technology assessment.

8.      Pengobatan   dan   tindakan   medis   yang   dikategorikan   
sebagai percobaan (eksperimen).

9.       Alat dan obat kontrasepsi, kosmetik.

10.  Perbekalan kesehatan rumah tangga.

11.  Pelayanan kesehatan akibat bencana pada masa tanggap 
darurat, kejadian luar biasa/wabah.

12.  Pelayanan  kesehatan  pada  kejadian  tak  diharapkan  yang  
dapat dicegah.

13.  Pelayanan kesehatan yang diselenggarakan dalam rangka 
bakti sosial.

14.  Pelayanan kesehatan akibat tindak pidana penganiayaan, 
kekerasan     seksual,     korban     terorisme,     dan     tindak     
perdagangan  orang  sesuai  dengan  ketentuan  peraturan  
perundang-undangan.

15.   Pelayanan   kesehatan   tertentu   yang   berkaitan   dengan   
Kementerian  Pertahanan,  Tentara  Nasional  Indonesia  dan  
Kepolisian Negara Republik Indonesia.

16.  Pelayanan   lainnya   yang   tidak   ada   hubungan   dengan   
manfaat jaminan kesehatan yang diberikan.

17.   Pelayanan kesehatan yang tidak sesuai dengan ketentuan 
peraturan perundang-undangan.

18.  Pelayanan kesehatan yang dilakukan di fasilitas kesehatan 
yang  tidak  bekerja  sama  dengan  BPJS  kesehatan,  kecuali  
dalam keadaan darurat.

19.    Pelayanan   kesehatan   terhadap   penyakit   atau   cedera   
akibat  kecelakaan  kerja  atau  hubungan  kerja  yang  telah  
dijamin   oleh   program   jaminan   kecelakaan   kerja   atau   
menjadi tanggungan pemberi kerja.

20.   Pelayanan  kesehatan  yang  dijamin  oleh  program  jaminan  
kecelakaan lalu lintas yang bersifat wajib sampai nilai yang 
ditanggung  oleh  program  jaminan  kecelakaan  lalu  lintas  
sesuai hak kelas rawat peserta.

21. Pelayanan yang sudah ditanggung dalam program lain.
 
Untuk diketahui, BPJS Kesehatan ini  mulai beroperasi pada 1 Januari  2014 silam sesuai dnegan ketentuan  Undang-Undang Nomor 24  Tahun 2011. (*/ Aryo)

Sumber: BPJS  KESEHATAN 

Load More