Suara Denpasar - Rocky Gerung memang dikenal dengan statemennya yang nyelekit dan cadas.
Dia menilai bahwa munculnya Gibran Rakabuming Raka sebagai wali kota Solo adalah bentuk feodalisme dan kesalahan Megawati Soekarnoputri. Sebab, ini menunjukkan bahwa partai gagal melakukan kaderisasi.
Di samping itu munculnya Gibran juga menyingkirkan kader potensial yang ada di wilayah Solo, Jawa Tengah. Di sisi lain ada "kesan" Gibran dipaksakan padahal belum menjadi kader partai saat itu.
"Gibran itu bukan anggota partai. Dia harusnya masuk partai dulu dan merasakan pasang surut partai, baru boleh jadi tokoh atau kader dalam pengertian PDIP," kata Rocky Gerung dalam kanal youtubenya saat bincang-bincang santai dengan Hersubeno Arief, wartawan senior seperti dikutip denpasar.suara.com, Minggu (4/12/2022).
Di sisi lain Megawati juga tidak menghalangi majunya Gibran lewat PDI Perjuangan saat itu.
Selain itu juga dia menyoroti fenomena munculnya Anies Baswedan dalam bursa calon presiden pada pemilu 2024. Ini juga menambah panjang daftar kegagalan partai politik dalam kaderisasi.
Sebab, Anies Baswedan yang juga mantan gubernur DKI Jakarta itu bukan orang partai politik. Melainkan seorang akademisi yang kini dicalonkan oleh Nasdem.
"Jadi sebenarnya partai politik ditawan karena tidak ketersediaan kader sehingga harus outsource (mencari di luar)," terangnya.
Kegagalan partai politik dalam melakukan kaderisasi tentu akan menimbulkan rasa pragmatis banyak pihak.
Baca Juga: Presiden Itu Bukan Raja, Rocky Gerung Tolak RKUHP karena Berbahaya Bagi Demokrasi
Di mana, partai politik hanya dinilai sebatas tiket semata untuk melenggangkan niat politik. Jadi, beberapa pemikiran malah menyebut parpol hanya akan mengusung sosok yang memiliki banyak uang atau membawa uang semata.
"Orang masuk partai politik hanya untuk menambah biografinya," tukasnya dampak dari minimnya pendidikan politik di Indonesia. ***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Masjid Riyadhus Sholihin Jember, Jejak Dakwah yang Tak Pernah Sepi Peziarah
-
Titik-Titik Terparah Krisis Air Bersih di Kabupaten Bekasi: Wilayah Ini Paling Menderita
-
Musik Tetap Jalan, Suara Sekitar Tak Hilang, Earbuds Open-ear CMF Clip Pro Masuk Indonesia
-
Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Penipuan Apa?
-
21 Agustus, Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir Simpang Ness/Pijoan Diberlakukan Tarif
-
Bukan Prof Noor Farid, KPK Pastikan 2 Wakil Rektor Unsoed Ini yang Kena OTT Bareng Rektor
-
Penyandang Disabilitas Jadi Korban Tewas Kebakaran di Paccerakkang Makassar
-
Jeep Mercedes-Benz Terbakar di Tol Jagorawi, 2 Orang Tewas Terpanggang Tak Bisa Keluar
-
Dari Skin Lifting hingga Skin Booster, Inovasi Perawatan Kulit Kian Menjawab Kebutuhan Masa Kini
-
Ulasan Segala Kekasih Tengah Malam: Mencari Arti Diri di Balik Kesunyian