/
Kamis, 08 Desember 2022 | 16:14 WIB
Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Bali Ni Nyoman Sri Widhiyanti sidak ke sejumlah SPBU di kota Denpasar (Istimewa)

Suara Denpasar - Untuk kali pertama dalam sejarah. Bali mengalami krisis pasokan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dalam beberapa hari belakangan ini .

Penyebabnya, karena stok pertalite dan solar di Bali kuota untuk tahun 2022 habis dan diduga digunakan untuk operasional pengamanan saat KTT G20.

Hasil sidak Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Bali Ni Nyoman Sri Widhiyanti ke sejumlah SPBU di kota Denpasar memang ditemukan fakta habisnya BBM bersubsidi.

Dan, dari hasil kunjungan Kantor PT. PERTAMINA (Persero) Marketing Operation Region V Sales Area Retail Bali untuk mendapatkan keterangan terkait kelangkaan BBM jenis Solar, diterima oleh Gusti Anggara salakib Sales Area Manager Retail Jatimbalinus.

Berikut keterangan Pertamina kepada Ombudsman: 

1. Benar bahwa kuota BBM terutama Solar dan Pertalite untuk Provinsi Bali telah habis. Di Provinsi Bali sendiri telah mendapat kuota sekitar kurang lebih 191.743 ribu liter untuk JBT (Bio Solar) pada tahun 2022 oleh BPH Migas.

2. Kuota BBM per SPBU sudah ditentukan oleh BPH Migas. Dalam situasi terjadi kekurangan dikarenakan kuota habis, SPBU bisa saja mendapat penyaluran BBM, namun dengan konsekuensi SPBU tersebut harus mengganti selisih biaya yang tidak murah. Tentu ini adalah langkah yang tidak mudah bagi SPBU/ Pengusaha.

3. Realisasi pemakaian kuota BBM per kabupaten/kota Se-Provinsi Bali telah mendekati angka 100 % dimana 1 Kota dan 3 Kabupaten telah melewati 100% yakni Kota Denpasar, Kabupaten Tabanan, Kabupaten Karangasem dan Kabupaten Klungkung.

4. Event G-20 yang diselenggarakan pada bulan November lalu membutuhkan dan menghabiskan banyak BBM dan bisa dibilang menjadi salah satu penyebab kelangkaan BBM yang terjadi pada saat ini.

Baca Juga: MAKI: Mestinya Kasus SPI Unud Sudah Ada Tersangka, Jika Mangkrak Siap Praperadilkan Kejati Bali

5. Untuk penyaluran BBM itu ada peraturan terutama untuk BBM subsidi karena ada campur tangan pemerintah di dalamnya.

6. Langkah awal yang telah diambil adalah dengan melakukan pengalihan BBM antar kabupaten/kota Se- Provinsi Bali.

Untuk pemenuhan stok BBM sampai akhir tahun, Pertamina telah menyurati BPH Migas agar diberikan izin melakukan pengalihan BBM antar Provinsi ataupun melakukan kebijakan-kebijakan yang dirasa tepat mengatasi masalah tersebut.

7. Pertamina telah mengarahkan SPBU-SPBU untuk membantu menyampaikan kepada konsumen/masyarakat jika pihak Pertamina telah melakukan normalisasi terkait stok BBM dan diharapkan untuk konsumen/masyarakat agar tidak panik.

8. Pertamina area Bali normalnya menyalurkan 660.000 Liter Solar per hari, tanggal 6 Desember 2022 menyalurkan 840.000 Liter Solar per hari (20% di atas normal), tanggal 7 Desember 840.00 Liter Solar per hari sesuai kebutuhan masing-masing SPBU.

Telah dikoordinasikan juga ke Terminal BBM Pesanggaran dan Manggis supaya di supply secara bersamaan agar konsumen tidak panik. Tinggal menunggu proses distribusinya saja sampai beberapa hari kedepan.

Load More