Suara Denpasar – Kadisdik Purwakarta, Purwanto cerita tentang Neng Salma, gadis SMA yang cantik bagai artis Korea. Salma membantu ibunya berjualan nasi uduk di depan Kantor Samsat Purwakarta. Dia menceritakan itu di hadapan para guru penggerak.
Purwanto mengaku mendatangi Neng Salma dan ibunya setelah disuruh Kang Dedi Mulyadi, anggota DPR RI. Purwanto dan Kang Dedi memang karib sejak sama-sama menjadi aktivis HMI.
“Saya diamanati oleh Pak Dedi untuk nengok itu anak yang jualan nasi uduk, anak SMA yang jualan nasi uduk di depan Samsat. Anaknya cantik kayak anak Korea. Cantik mau jualan nasi uduk,” kata dia.
Meski sama-sama jadi aktivis HMI Purwakarta, jalan yang ditempuh Kang Dedi Mulyadi dan Purwanto berbeda. Kang Dedi terjun ke dunia politik, Purwanto masuk ke birokrasi atau jadi pegawai negeri sipil (PNS).
Purwanto kini menjadi Kadisdik Purwakarta, dan menjadi anak buah Kang Dedi Mulyadi yang sempat jadi bupati Purwakarta.
Pada era Bupati Purwakarta beralih ke Anne Ratna Mustika, istri Kang Dedi, Purwanto masih menjadi Kadisdik Purwakarta.
Nah, melalui Youtube Purwanto Channel, Purwanto sempat terlihat menemui Salma dan ibunya yang berjualan nasi uduk di Jalan Baru, Purwakarta, Sabtu (10/12/2022). Dia membuat tantangan kepada Salma untuk memulai bisnis sendiri.
Kala itu, Salma menyatakan ingin jualan ceker mercon. Bos Ipung, demikian Purwanto kerap disapa, pun memberi modal usaha Rp1,5 juta untuk Salma memulai usaha ceker mercon.
Ternyata, setelah dia bertemu Salma, Purwanto datang ke acara guru penggerak. Di hadapan para guru penggerak, dia pun menceritakan sosok Yayuk, ibu dari Salma yang sebetulnya guru honorer Bahasa Indonesia di SMP. Namun berhenti karena jaraknya jauh, dan gajinya juga kecil.
Baca Juga: Tentara Angkatan Dedi Muyadi, Sosok Ayah Yessi Mantan dari Ryan Dono Terungkap, Kantor Mana?
Akhirnya, Yayuk berjualan nasi uduk. Anaknya, Salma ikut membantu ketika hari libur.
Menurut Bos Ipung, apa yang dia lakukan mendatangi Salma adalah wujud ala guru penggerak. Dia ingin menerjemahkan profil pelajar Pancasila yang jadi program Kemendikbud.
"Saya jadi guru penggerak," katanya.
Cerita Yayuk dan anaknya, Salma, menurut Purwanto itu bisa jadi inspirasi para guru penggerak dalam mewujudkan profil pelajar Pancasila. Guru-guru dituntut menangkap setiap potensi anak yang ada di sekolah dan mengembangkannya.
Purwanto pun cerita, ketika Kang Dedi Mulyadi jadi bupati Purwakarta, ada kebijakan setiap hari Selasa anak-anak tidak masuk sekolah untuk ikut orang tuanya bekerja.
Kata dia, itu adalah cara agar seorang anak bisa menghayati apa yang dilakukan orang tuanya, bahkan mengerti bagaimana susahnya orang tua mencari uang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
Terkini
-
Dibantai di Final, Pep Guardiola Malah Sebut Arsenal Tim Terbaik: Nyindir atau Pujian Tulus?
-
Kebakaran di Nanga Pinoh di Momen Lebaran 2026, Sejumlah Bangunan Hangus Terbakar
-
Yaqut Bersyukur Jadi Tahanan Rumah Saat Lebaran: Alhamdulillah Bisa Sungkem
-
Petualangan Sanraku Berlanjut! Shangri-La Frontier Season 3 Tayang 2027
-
Nekat! Mobil MPV Angkut 12 Orang saat Lebaran, Bagasi Terbuka Ditutup Terpal
-
Perang di Timteng Memanas Bikin Premi Asuransi Meningkat
-
Media Italia Terpukau Aksi Veda Ega Pratama di Moto3 Brasil, Cepat dan Tanpa Takut
-
Geely Targetkan Rebut Takhta Penjualan Mobil Terlaris dari BYD di Pasar Otomotif China
-
Arus Balik Mulai Menggeliat, Penumpang Bakauheni Tembus 91 Ribu di H+1 Lebaran
-
Jadi Tahanan Rumah Saat Lebaran, KPK Sebut Gus Yaqut Idap Penyakit GERD Akut