- Ketua Umum KNPB Pusat Agus Kosay meminta pemerintah Indonesia melibatkan mediator internasional dalam menyelesaikan konflik Papua.
- Pernyataan tersebut disampaikan Agus pada Rabu (19/8/2026) untuk merespons sikap Menteri HAM Natalius Pigai terkait Papua.
- Agus mendesak pemerintah memberikan akses bagi lembaga internasional PBB untuk melakukan investigasi HAM secara objektif.
Suara.com - Ketua Umum Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Pusat, Agus Kosay, meminta pemerintah Indonesia membuka ruang bagi pihak internasional untuk terlibat dalam penyelesaian konflik Papua.
Pernyataan itu disampaikan Agus merespons sikap Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai yang sebelumnya menegaskan bahwa masyarakat Papua dapat memperjuangkan kesejahteraan, keadilan, dan pemenuhan hak, tetapi tidak menuntut kemerdekaan atau memisahkan diri dari Indonesia.
Agus mengatakan, apabila ada negara yang bersedia menjadi mediator dalam konflik Papua, pemerintah Indonesia seharusnya menerima tawaran tersebut.
Menurut dia, keterlibatan pihak ketiga diperlukan untuk mencari penyelesaian konflik secara lebih terbuka dan independen.
"Jika misalnya ada negara-negara yang siap menjadi mediator, anda harus terima," kata Agus dalam pernyataannya, Rabu (19/8/2026).
Menurut Agus, Pigai seharusnya memberikan akses kepada lembaga-lembaga internasional independen yang berada di bawah pengawasan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk melakukan investigasi terkait situasi HAM di Papua.
Ia menyebut investigasi independen sebagai salah satu hal yang dibutuhkan untuk melihat persoalan Papua secara objektif.
Ia mencontohkan sejumlah lembaga internasional yang menurutnya dapat diberikan akses untuk melakukan investigasi.
"Investigasi independen itu yang sangat dibutuhkan, misalnya Palang Merah Internasional, Komisi Tinggi HAM PBB, dan lembaga-lembaga internasional lain itu diberi ruang," katanya.
Baca Juga: Menteri HAM Natalius Pigai Sebut Silakan Tuntut Keadilan, Tapi Jangan Minta Papua Merdeka!
Agus menilai keterbukaan terhadap lembaga internasional penting karena Indonesia selama ini menyatakan diri sebagai negara hukum dan demokratis, sekaligus merupakan anggota PBB.
Karena itu, menurut dia, Indonesia perlu menunjukkan konsistensi dalam menjalankan prinsip-prinsip tersebut, termasuk ketika menghadapi persoalan konflik dan HAM di Papua.
Agus kemudian menyinggung peran Indonesia dalam isu Palestina. Ia mengatakan Indonesia selama ini turut menyuarakan hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri dan terlibat dalam upaya internasional terkait penyelesaian konflik di Palestina.
Menurut Agus, sikap tersebut seharusnya juga diterapkan Indonesia ketika menghadapi persoalan Papua.
"Karena Indonesia selama ini mengaku bahwa negara hukum dan demokrasi dan juga Indonesia sebagai negara anggota PBB yang berperan untuk bagaimana memediasi Palestina untuk menentukan nasib sendiri," ujarnya.
Berita Terkait
-
Tolak Narasi Pigai, KNPB: Papua Punya Hak Merdeka Sesuai Prinsip Menentukan Nasib Sendiri!
-
Gejolak Aceh-Papua Dinilai Bukan Kebetulan, Negara Disebut Gagal Pahami Akar Masalah
-
Bukan Punya Bahlil! Menteri HAM Pigai Pasang Badan Kawal 10 Persen Saham Freeport untuk Papua Tengah
-
Menteri HAM Natalius Pigai Sebut Silakan Tuntut Keadilan, Tapi Jangan Minta Papua Merdeka!
-
Kapal Pesiar Berlogo Kemhan Viral! Ternyata Milik Haji Isam untuk Proyek Pangan
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Wacana Tol Pekanbaru-Kuansing, Hubungkan Riau dengan Sumbar
-
Karya Pakai Jiwa Kalah Cepat dengan AI yang Tak Punya Nyawa
-
KNPB Minta Konflik Papua Dimediasi Negara Lain: Indonesia Harus Buka Diri
-
Bukan Sekadar Daur Ulang, Bagaimana Uni Eropa Ubah Industri Elektronik agar Lebih Ramah Lingkungan?
-
Nasabah BRI Bisa Dapat Diskon dan Cicilan 24 Bulan di Saturdays, Begini Cara Klaimnya
-
5 Keunggulan Smartwatch yang Tahan Air untuk Aktivitas Harian
-
Urgensi Kehadiran Bursa Mineral dan Komoditas Strategis
-
SBY Soroti Pidato Prabowo, Sebut Presiden Punya Target yang Ambisius
-
Singapura Keluarkan Peringatan Warganya Jadi Korban Asap Kebakaran Hutan Kalimantan dan Sumatera
-
4 Pilihan HP Redmi Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera 108 MP hingga Baterai 7.000 mAh