Suara Denpasar - Heboh kabar seorang anggota polisi yang menyamar sebagai wartawan TVRI selama 14 tahun dan kedoknya baru terbongkar setelah menjabat sebagai Kapolsek Kradenan, Blora, Jawa Tengah, membuat publik terhenyak.
Banyak yang menduga, bukan hanya Itu Umbaran Wibowo yang disusupkan ke media, tapi banyak polisi diduga juga disebar untuk menjadi wartawan.
Langkah pihak kepolisian yang menyusupkan anggotanya ke kalangan jurnalis itu mendapat kritikan keras dari Rocky Gerung.
Fisluf sekaligus pengamat politik itu menuding bahwa ini adalah bentuk dari sebuah negara otoriter.
"Di negara otoriter semua wartawan itu adalah Intel. Orang anggap etika demokrasi sudah tidak berlaku," paparnya. "Zaman Jepang itu penjual rokok di pojok-pojok Menteng itu Intel," contoh dia.
Untuk diketahui Iptu Umbaran Wibowo sebelumnya bertugas di Intelsus Polda Jawa Tengah. Selain sebagai Intel, dia juga menjabat Ketua Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Blora.
Tak hanya itu, dia juga mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diadakan organisasi wartawan dengan nomer sertifikat 8953-PWI/WDya/DP/I/2018/19/10/84 dengan sertifikasi madya.
Dia juga melihat langkah Polri sudah tidak etis. "Jadi, hal-hal ini kan tidak etis. Walaupun itu keahlian intelejen, tapi kita negara demokratis.
Jadi, situ apa nggak percaya sama pers. Artinya negara tidak percaya dengan institusi yang akan mengawasinya," papar dia. Persoalan pers disusupi intelejen negara ini harus disikapi dengan serius.
Baca Juga: Rocky Gerung Dukung Bupati Meranti Jadi Calon Presiden, Robinhood yang Memimpin Rakyat
Lucunya lagi, harusnya sebagai intelejen Iptu Umbaran Wibowo juga harusnya dilindungi oleh institusinya karena seorang Intel berlaku seumur hidup.
Tapi, ini malah di publish dan diberikan jabatan Kapolsek. Jadi, identitas intelejenya sudah hilang dan terkuak ke publik. "Selain harus disikapi dengan serius, ini ada lucunya juga," tukas dia. ***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Drama Adu Penalti di Arlington! Mesir Singkirkan Australia Segel Tiket 16 Besar Piala Dunia 2026
-
Politik Selebritas: Ketika Pejabat Dipuja Layaknya Artis Idola
-
Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
-
Scaloni Waspadai Pertahanan Tanjung Verde Jelang Duel Babak 32 Besar
-
DFB Dekati Jurgen Klopp Usai Nagelsmann Tinggalkan Timnas Jerman
-
Timnas Indonesia Bidik Gelar AFF Pertama, Sumardji hingga Rayhan Hannan Kompak Tebar Optimisme
-
Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik
-
Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan
-
Lebih Berat dari Tuntutan Jaksa, Pembunuh Satu Keluarga di Indramayu Divonis Seumur Hidup
-
Ada Risiko Downgrade IHSG Meski Tekanan Isu MSCI Mulai Reda