Suara Denpasar - Persebaya Surabaya berhasil menahan imbang Persija Jakarta di Stadion Maguwoharjo, Sleman pada Jumat (16/12) sore.
Bajul Ijo sukses mencetak gol penyeimbang di menit akhir babak kedua melalui kaki Silvio Junior setelah sebelumnya tertinggal lebih dulu melalui gol pemain Persija Alfriyanto Nico di menit ke-48.
Laga Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta pun berakhir imbang 1-1.
Berkat hasil ini Persebaya Surabaya harus rela turun ke posisi 11 klasemen sementara BRI Liga 1 22/23 karena disalip PSIS Semarang yang berhasil menang atas PSS Sleman 1-0.
Meskipun gagal menang, pelatih Persebaya Surabaya Aji Santoso mengaku ini merupakan hasil yang adil.
Hal ini mengingat kedua tim sama-sama menampilkan sepak bola menyerang sepanjang laga berlangsung.
“Pertandingan ini seru, Hasil ini cukup fair karena kedua tim sama-sama melakukan sepak bola menyerang,” kata Aji.
Persebaya tampil dengan sejumlah pemain yang sedikit berbeda dari pertandingan-pertandingan sebelumnya.
Mereka tampak kesulitan dalam melancarkan serangan ke arah pertahanan Persija di 45 menit pertama.
Baca Juga: Kebakaran Lahap Rumah di Cengkareng Akibat STB TV, Petugas Sempat Kesulitan Padamkan Api
Permasalahannya ada di penyelesaian akhir. Dari total 15 tembakan yang dilepaskan ‘arek-arek Suroboyo’, hanya lima yang mengarah ke gawang.
Selain karena penampilan apik kiper Andritany Ardhiyasa, pertahanan Persija yang dikawal trio bek Ondrej Kudela, Maman Abdurrahman, dan Hanif Sjahbandi juga terbilang tampil cukup solid.
Karena tak kunjung menciptakan gol, Persebaya akhirnya harus tertinggal lebih dulu lewat gol kemelut di awal babak kedua.
“Gol lawan tadi bukan dari skema main, tapi karena kemelut,” ujar Aji Santoso.
Pasca timnya tertinggal, pelatih yang dulunya adalah pemain timnas Indonesia itu melakukan beberapa perubahan.
“Saat ketinggalan 0-1, kami melakukan beberapa pergantian pemain. Kami coba untuk melakukan tekanan,” jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Transformasi Gerai Donat: Menu Makin Variatif dan Punya Teknologi Self-Ordering
-
ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru
-
Belanja Hemat April 2026: 17 Produk Indomaret Diskon Besar, Ada yang di Bawah Rp10 Ribu
-
Dari Elit BUMN ke Viral di Tikungan Maut, Siapa 3 Komisaris Pusri? Ada Arteria Dahlan
-
Laga Hidup Mati di GOR Jatidiri: Siapa yang Akan Melaju ke Puncak Proliga 2026?
-
Bogor Diguyur Hujan Lebat, Bendung Katulampa Masih Aman di Level Siaga 4
-
Sebut Uang yang Disita Tabungan Arisan Istri, Ono Surono Buka Suara Soal Kasus Suap Bekasi
-
H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen
-
Dari Layar Kaca ke Lapangan: Ambisi Eberechi Eze Wujudkan Mimpi Liga Champions di Arsenal
-
Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?