Suara Denpasar - Pakar Hukum Tindak Pidana Pencucian Uang atau TPPU, Yenti Garnasih menyatakan dengan status debet di rekening BNI almarhum Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J yang mencapai Rp 99 Triliun atau hanya kurang Rp 1 untuk mencapai Rp 100 Triliun yang tersimpan di Bank BNI Cabang Cibinong, Jawa Barat, patut ditelusuri lebih mendalam.
Status dana yang hampir mencapai Rp 100 triliun dan tertulis debet itu berarti uang yang awalnya tersimpan di rekening itu keluar.
Bisa jadi di transfer ke rekening orang lain atau pihak lain. "Kalau saya berpikir, ini bukan pagu. Kalau debet, ada uang yang keluar," paparnya membaca surat dari BNI Cibinong yang dikirimkan ke pihak keluarga Joshua Hutabarat saat diwawancarai Aiman, seperti dikutip denpasar.suara.com dalam halaman Facebook The Prime Show, Kamis 29 Desember 2022.
Dana yang keluar itu tercatat pada tanggal 18 Agustus 2022. Ini hemat dia, sebenarnya harus ditelusuri oleh pihak berwenang.
Mengingat ada kejanggalan dalam status debet tersebut. Caranya juga mudah, cukup dengan membaca rekening koran yang sesuai standar internasional tidak boleh dihapus dalam lima tahun belakangan.
Jadi, semua transaksi akan tersaji dengan komplit. Dan, bisa menjawab keraguan publik luas terkait nominal yang tertulis dalam rekening Brigadir J atau Brigadir Joshua Hutabarat tersebut.
"Dulu Indonesia mengatur transaksi Rp 500 juta atau lebih dilaporkan ke negara.. Meski itu didapat dengan legal," terangnya.
Untuk diketahui, dugaan adanya dana yang tersimpan di rekening almarhum Brigadir J yang hampir mencapai Rp 100 triliun itu viral dan menjadi bahasan banyak kalangan.
Sebab, di sana tertulis debet. Namun, pihak PPATK dan BNI mengatakan bahwa itu bukan dana di rekening, namun pagu atas batas nominal penghentian dana masuk dan keluar. ***
Baca Juga: Update Kasus SPI Unud! Penyidik Kejati Setia Tunggu Jadwal Ahli
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- Apa Varian Tertinggi Isuzu Panther? Begini Spesifikasinya
Pilihan
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
Terkini
-
Mudik Lebih Santai? Menhub Ajak Pemudik Manfaatkan WFA untuk Hindari Macet
-
Masih Dibanderol USD 69.000, Begini Ramalan Harga Bitcoin
-
Duel Borneo FC vs Persib Bandung Tak Menarik untuk Pelatih Persija Jakarta
-
Di Depan Daniel Mananta, Ustaz Khalid Basalamah Tegas: Agama Itu Hanya Islam
-
Sosok Asal Inggris Resmi Gabung Timnas Indonesia
-
Skema TER: Pisau Jagal Digital yang Bikin Gaji dan THR Berantem di Slip Gaji
-
4 Cara Mengatasi Memori HP Penuh Akibat Kiriman Video WhatsApp saat Lebaran
-
Persiapan Ideal,Fabio Lefundes Pastikan Borneo FC Siap Hadapi Persib Bandung
-
Riset: 26,7% Peminjam Pindar Gunakan Dana untuk Modal Usaha
-
Federico Barba Sebut Borneo FC Berada di Bawah Tekanan