/
Sabtu, 14 Januari 2023 | 04:00 WIB
Dedi Mulyadi memeluk Regina, siswi SMPN 4 Darangdan sebagai anak angkat. (Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel)

Suara Denpasar – Kisah sedih kehidupan keluarga Regina, siswi SMPN 4 Darangdan, Purwakarta, korban bully membuat Dedi Mulyadi iba. Anggota DPR RI itu langsung mengambil Regina sebagai anak angkatnya, sekaligus mengambil tanggung jawab kebutuhan keluarga ini.

Ini untuk kesekian kali Dedi Mulyadi mengangkat anak. Sebelumnya dia sudah banyak mengangkat anak.

Khusus Regina, berawal dari peristiwa yang tak terduga. Yakni kasus siswi kelas 1 SMPN 4 Darangdan, Purwakarta, yang dibully teman sekelasnya.

Regina adalah anak yang mengalami disabilitas. Tangan kanannya mengalami cacat, lumpuh, sejak lahir.

Dia kerap menjadi objek perundungan karena keterbatasan fisiknya. Puncaknya adalah ketika dia menangis dan menjerit akibat bullying tiga teman lekaki sekelasnya.

Kala itu, ibu wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, Yoyos ikut tertimpa masalah. Sebab, ketika dia menginterogasi tiga anak yang membully Regina, secara spontan memukul menggunakan gagang sapu ijuk kepada salah satu pelaku bully.

Akhirnya, Yoyos pun dilaporkan ke polisi. Dan diminta uang damai Rp50 juta oleh orang tua siswa yang dipukul itu.

Kasus ini membuat Dedi Mulyadi turun tangan. Dia pun pasang badan untuk bu Yoyos.

Di tengah mengadvokasi bu Yoyos, terungkap sisi lain dari Regina. Selain anak disabilitas, ternyata kehidupan Regina terbilang tragis.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Pasang Badan untuk Guru Yoyos yang Dipolisikan Ortu Siswa Pembully Siswi Disabilitas

Itu terlihat saat Dedi Mulyadi bersama dua guru, termasuk Bu Yoyos bersama Regina mendatangi rumah Regina. Ibu Regina ternyata memiliki penyakit komplikasi. Salah satunya gagal ginjal, sehingga harus cuci darah dua kali per minggu.

Saat dia memiliki penyakit komplikasi, sebetulnya sudah dilarang untuk hamil lagi. Kalau hamil lagi dan melahirkan, maka berpotensi terjadinya kebutaan atau lumpuh.

Ternyata, setelah melahirkan anak ketiganya, kini ibu dari Regina menjadi buta. Dia juga tetap harus cuci darah. Sekali cuci darah habis ongkos Rp300 ribu.

“Ini bekel cuci darah untuk ibu. Bisa untuk beberapa puluh kali,” kata Dedi Mulyadi.

Tak berhenti di sana, Kang Dedi mendapat cerita tragis lainnya. Setelah sang ibu dari Regina buta, ayahnya kawin lagi, sekitar enam bulan lalu.

Konon, ayah Regina kini sudah tak bersama lagi. Dia bersama istri barunya. Juga tak memberi perhatian nafkah. Akibatnya, keluarga ibu Regina ini hanya mengandalkan donasi dari warga.

Load More