/
Jum'at, 03 Februari 2023 | 08:30 WIB
Dikta Alami Pelecehan Seksual Usai Manggung, Tsamara Amany Buka Suara, Ini Katanya (Kolase tangkapan layar Instagram Tsamara Amany dan Dikta)

Suara Denpasar - Beberapa waktu lalu musisi Pradikta Wicaksono alias Dikta diduga mengalami pelecehan seksual usai manggung di Anjungan Sarinah, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 14 Januari 2023.

Dugaan pelecehan seksual yang dialami Dikta itu berawal ketika dirinya usai manggung dan hendak meninggalkan panggung. Saat turun dari panggung, penonton langsung berdesakan ke arahnya untuk berfoto atau berselfie bersamanya. Meski mendapatkan pengawalan, namun salah satu fans diduga meraba-raba alat vital mantan vokalis Yovie & Nuno itu sehingga dia terlihat mengerang kesakitan. 

Video pendek Dikta yang sedang mengerang kesakitan sambil memegang alat vitalnya itu diunggah oleh berbagai akun di media sosial. Hingga sampai saat ini video tersebut masih viral.

Tidak terkecuali Tsamara Amany. Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu ikut mengunggah video tersebut di akun TikToknya, @tsamarmany. Pada video Dikta itu, Tsamara Amany mengatakan bahwa kekerasan seksual yang dialami Dikta itu adalah contoh, bahwa siapa saja bisa mengalami kekerasan seksual.

"Pelecehan yang dialami Dikta adalah contoh kalau siapa saja bisa jadi korban kekerasan seksual gak pandang bulu dan gak pandang tempat," ucapnya dikutip denpasar.suara.com dari TikTok @tsamarmany, Jum'at, (3/2/2023).

Menurutnya, bantuan perlindungan kekerasan seksual terhadap perempuan saat ini sudah sangat banyak dan beragam. Akan tetapi bagi laki-laki mencari tempat perlindungan dan rasa aman jauh lebih sulit.

Hal tersebut dijelaskan oleh Tsamara Amany karena adanya budaya maskulinitas berlebihan yang dilahirkan oleh masyarakat patriarkal yang percaya bahwa laki-laki itu di atas perempuan.

"Ini contoh dari bahayanya budaya maskulinitas beracun atau toxic masculity yang dilahirkan oleh masyarakat patriarkal, yang percaya bahwa laki-laki itu di atas perempuan, bahwa laki-laki gak bisa jadi korban kekerasan seksual. Akibatnya mereka (laki-laki) diragukan ketika mengalami pengalaman kekerasan seksual," jelas politisi perempuan muda itu.

Lebih lanjut Tsamara Amany membeberkan data penelitian yang menunjukan bahwa banyak sekali laki-laki yang mengalami kekerasan seksual. Data itu diambilnya dari laporan studi kuantitatif barometer kesetaraan gender.

Baca Juga: Karim Benzema Cedera Jelang Madrid Hadapi Liverpool, Ancelotti Ungkap Kondisi Sang Striker

"Padahal kalau kita lihat secara studi ada data yang menunjukan bahwa 33 persen laki-laki memang mengalami kekerasan seksual, tapi bukan berarti kita harus menyangkal dan meninggalkan fakta bahwa laki-laki itu juga bisa menjadi korban kekerasan seksual," tukasnya. (Rizal/*)

Load More