Suara Denpasar - Beberapa waktu lalu musisi Pradikta Wicaksono alias Dikta diduga mengalami pelecehan seksual usai manggung di Anjungan Sarinah, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 14 Januari 2023.
Dugaan pelecehan seksual yang dialami Dikta itu berawal ketika dirinya usai manggung dan hendak meninggalkan panggung. Saat turun dari panggung, penonton langsung berdesakan ke arahnya untuk berfoto atau berselfie bersamanya. Meski mendapatkan pengawalan, namun salah satu fans diduga meraba-raba alat vital mantan vokalis Yovie & Nuno itu sehingga dia terlihat mengerang kesakitan.
Video pendek Dikta yang sedang mengerang kesakitan sambil memegang alat vitalnya itu diunggah oleh berbagai akun di media sosial. Hingga sampai saat ini video tersebut masih viral.
Tidak terkecuali Tsamara Amany. Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu ikut mengunggah video tersebut di akun TikToknya, @tsamarmany. Pada video Dikta itu, Tsamara Amany mengatakan bahwa kekerasan seksual yang dialami Dikta itu adalah contoh, bahwa siapa saja bisa mengalami kekerasan seksual.
"Pelecehan yang dialami Dikta adalah contoh kalau siapa saja bisa jadi korban kekerasan seksual gak pandang bulu dan gak pandang tempat," ucapnya dikutip denpasar.suara.com dari TikTok @tsamarmany, Jum'at, (3/2/2023).
Menurutnya, bantuan perlindungan kekerasan seksual terhadap perempuan saat ini sudah sangat banyak dan beragam. Akan tetapi bagi laki-laki mencari tempat perlindungan dan rasa aman jauh lebih sulit.
Hal tersebut dijelaskan oleh Tsamara Amany karena adanya budaya maskulinitas berlebihan yang dilahirkan oleh masyarakat patriarkal yang percaya bahwa laki-laki itu di atas perempuan.
"Ini contoh dari bahayanya budaya maskulinitas beracun atau toxic masculity yang dilahirkan oleh masyarakat patriarkal, yang percaya bahwa laki-laki itu di atas perempuan, bahwa laki-laki gak bisa jadi korban kekerasan seksual. Akibatnya mereka (laki-laki) diragukan ketika mengalami pengalaman kekerasan seksual," jelas politisi perempuan muda itu.
Lebih lanjut Tsamara Amany membeberkan data penelitian yang menunjukan bahwa banyak sekali laki-laki yang mengalami kekerasan seksual. Data itu diambilnya dari laporan studi kuantitatif barometer kesetaraan gender.
Baca Juga: Karim Benzema Cedera Jelang Madrid Hadapi Liverpool, Ancelotti Ungkap Kondisi Sang Striker
"Padahal kalau kita lihat secara studi ada data yang menunjukan bahwa 33 persen laki-laki memang mengalami kekerasan seksual, tapi bukan berarti kita harus menyangkal dan meninggalkan fakta bahwa laki-laki itu juga bisa menjadi korban kekerasan seksual," tukasnya. (Rizal/*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Dokter Rumah Horor yang Pernah Gegerkan AS Tewas Misterius saat Jalani Hukuman Seumur Hidup
-
Maeve Glass Emak-emak yang Kini Jadi Bagian dari Timnas Indonesia, Rekam Jejaknya Luar Biasa
-
Pelangi di Mars, Film Anak yang Tak Sekadar Menghibur tapi Menyalakan Imajinasi
-
5 Minuman Alami Penghancur Lemak Setelah Makan Opor Ayam dan Rendang
-
5 Buah Penurun Kolesterol Paling Cepat dan Ampuh, Solusi Sehat Setelah Lebaran
-
Bolehkah Puasa Syawal 3 Hari Saja? Jangan Sampai Salah, Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Viral Guru Ngaji Banting Murid di Probolinggo, Buntut Mobil Tergores Sepeda
-
Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM
-
3 Alasan Pelangi di Mars Panen Kritik, Penggunaan AI hingga Dialog Usang Jadi Sorotan
-
Inovasi Keuangan Digital yang Dorong Perusahaan Lokal Indonesia Naik Kelas