Suara Denpasar - Politikus PDIP Trimedya Panjaitan yang juga anggota Komisi III DPR mengaku tidak setuju dengan hukuman mati untuk Ferdy Sambo. Menurutnya, Ferdy Sambo cukup dihukum seumur hidup.
"Menurutku hukuman (penjara) seumur hidup itu sudah maksimal. Aku termasuk orang yang tidak setuju dengan hukuman mati," ucap Trimedya Panjaitan kepada awak media, Senin (13/2/2023).
Diketahui, Ferdy sambo sedang menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan agenda pembacaan putusan dari majelis hakim, Senin (13/2/2023).
Trimedya mengatakan, Ferdy Sambo saat ini sudah berusia 50 tahun. Menurutnya, hukuman penjara seumur hidup untuk Sambo sudah memenuhi rasa keadilan.
"Tinggal peran yang lainnya termasuk istrinya dan yang lain termasuk misalnya yang vonis (Richard) Eliezer. Kalau tuntutan seumur hidup dipenuhi oleh hakim, sudah memenuhi rasa keadilan, ya, menurutku," jelas dia.
Dia menyatakan, persidangan Ferdy Sambo dkk sudah dikawal Komisi Yudisial dan Mahkamah Agung. Juga dipantau oleh Komisi III melalui pers.
Trimedya menyinggung soal adanya hakim agung yang ditangkap karena menerima suap dalam mengangani perkara. Dengan begitu, dia berharap peradilan bersih dan berintegritas bisa ditegakkan dalam perkara Ferdy Sambo ini.
"Mudah-mudahan mereka berpikir untuk memperbaiki citranya, ya, kan sudah dua hakim Agung itu kena kasus KPK kemudian banyak panitera kena kasus KPK, dalam upaya membenahi wajah mahkamah Agung ya kasus ini," tuturnya.
Dia mengaku khawatir dengan PN Jakarta Selatan yang menurutnya sering memutus perkara dengan hukuman yang di luar rasa keadilan. Walau begitu, dia berharap dalam kasus Ferdy Sambo ini tidak terjadi.
Baca Juga: TOK! Ferdy Sambo Dituntut Pidana Seumur Hidup Atas Kasus Pembunuhan Brigadir J, Begini Responsnya
"Tapi harapannya tetap bisa memenuhi rasa keadilan. Jadi konteksnya lebih besar lagi rasa keadilan masyarakat dan memperbaiki wajah peradilan kita," pungkasnya.
Meski tidak setuju Ferdy Sambo dihukum mati, namun sejauh ini tidak terdengar ada penolakan dari Fraksi PDIP yang menolak pidana hukuman mati dalam pembahasan RUU KUHP yang baru disahkan akhir tahun 2022 lalu. (Suara.com)
Berita Terkait
-
Hakim Tegaskan Yosua Tak Terbukti Lecehkan Putri, Ferdy Sambo Terancam Vonis Mati
-
Ferdy Sambo Jalani Sidang Putusan, Netizen Minta Dihukum Mati: Pertemukan di Akhirat!
-
Khawatir Ancaman Bom? Polisi Kerahkan Tim Gegana Jelang Sidang Vonis Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi
-
Ayah Terancam Vonis Mati, Beredar Hoaks Anak Ferdy Sambo Ditangkap Akibat Ribut di Klub Malam
-
Sopan, Putri Candrawathi Cuma Dituntut 8 Tahun Penjara, Tak Ikuti Jejak Ferdy Sambo
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
Terkini
-
Ritual Buka Aura Jadi Kedok! Penipu di Kalideres Gasak Emas Rp33 Juta dari Lansia 67 Tahun
-
Samsung Galaxy A57 5G Resmi di Indonesia, HP dengan Kamera Mumpuni dan Baterai Tahan Lama
-
Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
-
Update Top Skor Piala Dunia 2026: Erling Haaland Hampir Susul Lionel Messi
-
Bahlil Buka Peluang Harga Batu Bara PLN Naik, Pengusaha Tambang Jangan Sampai Merugi
-
Sistem PT DSI Belum Teruji, Pelaku Usaha Batu Bara Cemas Jelang Evaluasi Perdana
-
Evaluasi Boleh, Bubar Jangan! Suara Relawan SPPG Blitar Raya Dukung Program MBG
-
Klaim Rupiah Menguat dan MBG Sudah Dievaluasi, BMPAN: Tuntutan Mahasiswa Sudah Direspons
-
UAS Beberkan soal Rekaman KPK, Sebut Abdul Wahid Ngaku Diancam
-
Ditanya Soal Aliran Uang ke Eks Menag Yaqut, Dirut Maktour: Saya Tak Berani...