Suara Denpasar - Beredar sebuah klaim, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhulkam) Mahfud MD, mewajibkan warga Nahdlatul Ulama (NU) untuk mendukung Anies Baswedan sebagai Capres 2024.
Kabar tersebut disebarkan oleh kanal Youtube dengan 13,4ribu pengikut bernama MENARA POLITIK.
"Khofifah Dan Mahfud MD Tegaskan Pada Semua Warga NU Untuk Dukung Anies Capres 2024..!!" tulis judul video dikutip Suara Denpasar, Senin(13/3/2023).
Tak hanya itu, terdapat pula thumbnail video seperti ribuan orang sedang berkumpul menjadi satu.
"Anies Banjir Dukungan, Khofifah Dan Mahfud MD Wajibkan Semua Warga NU Untuk Dukung Anies Capres" tulis narasi dalam thumbnail.
Video tersebut telah disaksikan oleh 137ribu pengguna, sejak diunggah pada Selasa, (28/2/2023).
Lantas benarkah klaim yang disebut dalam video?
CEK FAKTA
Setelah melihat video berdurasi 5 menit 8 detik secara menyeluruh, ajakan Khofifah dan Mahfud MD yang mewajibkan semua warga NU dukung Anies dalam Pilpres 2024 adalah salah.
Alih-alih memberikan informasi yang benar, isi video tersebut ternyata hanya menampilkan gabungan potongan video, yang di antaranya Mahfud MD dan Khofifah.
Dalam video itu, Mahfud mengatakan jika seorang pemimpin harus tegas, bersih dan lembut kepada rakyat.
Selanjutnya video Khofifah diambil saat melakukan sambutan acara Harlah ke-73 Muslimat NU.
Sedangkan narasi dalam video, identik dengan berita berjudul "Barisan Kompas Korwil Jatim Gelar Deklarasi Dukungan ke Anies Baswedan," dimuat situs kbanews.com
Dari keseluruhan isi video tersebut, tidak ditemukan penyataan terkait perintah Khofifah dan Mahfud kepada warga NU untuk mendukung Anies Baswedan sebagai Capres 2024.
KESIMPULAN
Berdasarkan kesimpulan diatas video dengan link berikut https://youtu.be/BtVgP87YilY merupakan berita yang salah.
Video Khofifah dan Mahfud MD mewajibkan semua warga NU untuk dukung Anies Baswedan sebagai capres 2024 adalah tidak benar.
Unggahan tersebut mengandung informasi yang menyesatkan dan dapat dikategorikan sebagai konten hoax kategori false connection. (*/Dinda)
Berita Terkait
-
Beda Persepsi Sri Mulyani dengan Mahfud MD Soal Dugaan Transaksi Janggal Rp 300 Triliun di Kemenkeu
-
Rafael Alun Sempat Wara-wiri ke Sejumlah Bank Sebelum Simpan Rp37 Miliar ke Safe Deposit Box
-
Transaksi 'Hantu' Rp300 Triliun Dibongkar Mahfud MD, Sri Mulyani: Ngitungnya Bagaimana, Siapa yang Terlibat?
-
CEK FAKTA: Depo Pertamina Sengaja Dibakar, Ahok Langsung Sebut Nama Anies Baswedan dan Sandiaga Uno?
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Cara Saya Mengubah Kesepian Menjadi Ruang Terbaik untuk Mengenal Diri
-
75 Rumah di Makassar Ludes Terbakar dalam 6 Bulan, Ternyata Ini Penyebab Utamanya
-
Disegel Kejagung, Nasib Ribuan Unit Motor Listrik MBG Menunggu Keputusan BGN
-
ITDC Dilaporkan ke KPK, Diduga Rugikan Negara Miliaran di Proyek Mandalika
-
Jangan Gegabah Memasukkan Jurnalisme ke UU Hak Cipta
-
Bedak Sariayu Tabur Harga Berapa? Ini 2 Varian yang Kurangi Kilap, Lengkap Ulasan Pembeli
-
IHSG Loyo Nyaris ke Level 5.900, 501 Saham Kebakaran
-
Dipanggil Presiden ke Istana, Dirut PLN Minta Maaf soal Gangguan Kelistrikan Nasional
-
Pecah Telur di Piala Dunia 2026, Lamine Yamal Tak Bisa Bendung Kebahagiaan
-
Cerita Inspiratif: Desa Batuah Menyulam Harapan dari Hasil Alam