Suara Denpasar - Kabar mengejutkan datang dari Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas Yudhoyono. Putra bungsu mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini dikabarkan telah dicopot dari jabatannya sebagai anggota DPR RI karena ketahuan makan gaji buta.
Kabar ini disampaikan oleh kanal YouTube SEPUTAR ISTANA dalam video berjudul "KETAHUAN!! MAKAN GAJI BUTA, IBAS LANGSUNG DI COPOT DARI ANGGOTA DPR RI ?!"
Thumbnail dalam video tersebut memperlihatkan potret Ibas bersama sejumlah anggota Partai Demokrat, mantan Presiden SBY hingga Presiden Joko Widodo.
Di dalamnya juga terdapat keterangan yang berbunyi, "Breaking News! Ketahuan Makan Gaji Buta, Ibas Langsung Dipecat dari Anggota DPR RI."
Dengan headline sedemikian rupa, video ini telah ditonton lebih dari 63 ribu kali sejak diunggah pada 21 Maret lalu.
Lantas, benarkah klaim yang ada dalam video berdurasi 8 menit 5 detik tersebut?
CEK FAKTA
Pada awalnya, sang pengunggah menampilkan wawancara sejumlah politisi yang mengkritik sikap Ibas sebagai anggota DPR RI. Mulai dari ketidakhadirannya di rapat Komisi VI DPR RI hingga kritikannya terhadap pemerintah.
"Waketum Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas, menjadi perbincangan setelah berteriak Indonesia bisa menjadi bangsa gagal dalam menghadapi pandemi COVID-19," ujar narator dalam video tersebut.
Baca Juga: SBY Angkat Bicara Soal Penundaan Pemilu: Ada yang Aneh dengan Negeri Ini
"Yang menarik, kolega Ibas di Komisi VI DPR Andre Rosiade menyarankan Ibas untuk menyarankan kontribusi nyata saja dengan hadir dalam rapat komisi, baik secara fisik maupun virtual, ketimbang berbicara di luar," sambung narator.
Setelah itu, narator menyebutkan sikap serupa yang ditunjukkan oleh kakak Ibas, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang terkesan langsung mencapai puncak berkat ayahnya.
"Kakak dan adik ini produk nyata dari sebuah loncatan karier tanpa proses, karbitan dan serba instan karena pengaruh orangtuanya. Mereka tidak dibiarkan melalui proses dari bawah sebagaimana kebanyakan politikus, tetapi menikmati segala fasilitas dengan mudah," jelas narator.
Kendati demikian, narator sama sekali tidak menyinggung soal pemecatan Ibas sebagai anggota DPR RI karena ketahuan makan gaji buta.
Ibas Yudhoyono memang dikenal sebagai salah satu politikus yang kontroversial. Namun dia tidak pernah ketahuan makan gaji buta hingga dipecat dari jabatannya sebagai anggota DPR RI.
Melansir laman dpr.go.id, hingga saat ini Ibas masih terdaftar sebagai anggota Komisi VI Badan Anggaran Fraksi Partai Demokrat Dapil Jawa Timur VII, dengan nomor keanggotaan 554.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'