Suara Denpasar - Sempat mengakui ada kelebihan setoran Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) senilai Rp 1,8 miliar akibat adanya kesalahan sistem.
Namun demikian, dana itu tidak langsung dikembalikan oleh pihak Unud kepada orang tua siswa.
Tapi, menunggu ada pihak orang tua atau mahasiswa yang mengajukan keberatan dan meminta kembali dana yang sudah mereka setor.
Hal itu diungkap Kuasa Hukum Universitas Udayana (Unud) I Nyoman Sukandia.
"Saya pernah sampaikan itu..kalau ada masyarakat salah transfer kita fasilitasi," katanya usai praperadilan status tersangka Rektor Unud Prof. Dr. I Nyoman Gde Antara di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Senin 17 April 2023.
Untuk diketahui, dalam suatu kesempatan dihadapan awak media.
Sukandia mengatakan bahwa pihak Unud siap mengembalikan dana SPI jika ada mahasiswa atau orang tua mahasiswa yang keberatan. Begitu juga bagi mereka yang kelebihan membayar.
Kelebihan membayar itu terjadi karena sistem error. Ambil contoh, misalnya ada mahasiswa yang menulis jumlah SPI yang disetorkan adalah Rp 2 juta. Tapi, di sistem hanya bisa di klik Rp 5 juta.
Banyak mahasiswa yang takut tidak diterima karena tidak menyetor dana SPI, sehingga mereka rela ada tambahan pembayaran Rp 3 juta.
Baca Juga: HEBOH! Beredar Surat Unud Berikan Kajati Bali Udayana Award
Kelebihan dana itu akhirnya masuk komponen Penerimaan Negara Bukan Pajak atau PNBP.
"Beberapa orang tua yang kami hubungi tidak ada menarik dan rela," klaim dia. Ini berbeda dengan apa yang diungkapkan oleh BEM Unud.
Di mana beberapa mahasiswa yang mereka temui berencana menarik kelebihan pembayaran tersebut.
Begitu juga SPI yang sudah mereka bayarkan dengan alasan tidak ada kerelaan saat itu karena takut tidak diterima sebagai mahasiswa Unud. ***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
5 Rekomendasi Motor Listrik Baterai Swap, Praktis dan Efisien!
-
iPhone Terbaru 2027 Diprediksi Usung Sensor Sony 200 MP, Pakai Teknologi Anyar
-
Gunungan Sampah Kiriman Kepung Pantai Kedonganan Bali
-
Bumbu Instan Jadi Siasat Veda Ega Pratama Obati Rindu Masakan Lebaran di Amerika Serikat
-
5 Body Lotion yang Wangi Semerbak, Tahan Lama, dan Mencerahkan
-
DPRD Minta Pemprov DKI Kendalikan Lonjakan Pendatang Usai Lebaran
-
Calon Suami Joanna Alexandra Ziarah ke Makam Raditya Oloan
-
Fluktuasi Kurs Rupiah, Harga Pangan Lokal Makin Tercekik Biaya Produksi
-
Viral Rumah Dibobol Maling saat Salat Ied, Brankas Berisi 1 Kg Emas Raib
-
Halal Bihalal Sebaiknya Dilakukan Kapan? Ini Asal-Usulnya