Suara Denpasar - WALHI Bali (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia) dan KEKAL (Komite Kerja Advokasi Lingkunhan Hidup) Bali menilai, surat penolakan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia (Menko Marves) terhadap pembangunan terminal LNG Sidakarya Denpasar tidak konsisten.
Hal tersebut karena Deputi Bidang Infrastruktur dan Transportasi, Kementerian Bidang Maritim dan Investasi Republik Indonesia kembali melanjutkan pembahasan Terminal LNG Sidakarya.
Dengan mengadakan Rapat Kerja Koordinasi Teknis dengan agenda update progres dan pemaparan hasil kajian dan harmonisasi oleh Pemprov Bali/Perusda Bali dan Pemerintah Kota Denpasar di Hotel Mercure, jalan Mertasari Sanur, pada Kamis (27/4/2023).
Padahal, sebelumnya Kemenko Marves dengan tegas telah menolak pembangunan terminal LNG di Sidakarya tersebut dengan mengeluarkan surat B-1212/Menko/Pe.01.00/III/2023 pada tanggal 16 Maret 2023.
Intisari dalam surat tersebut dituliskan bahwa tidak merekomendasikan dibangunnya Terminal LNG dan Pipa Gas Bersih oleh PT Dewata Energi Bersih.
Direktur WALHI Bali, Made Krisna Dinata alias Bokis mengatakan, Kemenko Marves tidak konsisten dan Pemprov Bali dan Pemkot Denpasar terlalu ngotot.
"Lalu mengapa Pemprov Bali dan Walikota tetap ngotot melanjutkan proyek ini dan bahkan difasilitasi oleh Kemenko Marves sendiri? Ini aneh, bagaimana konsistensi surat yang dikeluarkan Kemenko Marves dahulu yang menyatakan tidak merekomendasikan proyek terminal LNG namun hari ini pembahasannya justru berlanjut," imbuh Bokis.
Parahnya lagi, WALHI dan KEKAL Bali yang ikut hadir dalam rapat tersebut diusir dari forum karena menginterupsi pimpinan sidang yang hendak membacakan kesimpulan rapat.
WALHI dan KEKAL Bali menilai kesimpulan tersebut mengarah pada proyek terminal LNG Sidakarya dilanjutkan sehingga mereka menginterupsi. Namun mereka diusir dengan alasan bukan bagian dari undangan.
Baca Juga: Sering Deportasi WNA, Imigrasi Denpasar Minta Pemprov Bali Segera Terbitkan Do and Does Not
Deputi Bidang Infrastruktur dan Transportasi, Rachmat Kaimuddin sebagai pemimpin rapat melarang pihak KEKAL dan WALHI Bali untuk bicara karena bukan undangan. Kata dia yang boleh berbicara hanya dari unsur Pemerintah.
Pernyataan tersebut dibantah oleh Untung Pratama dari KEKAL Bali. Dia mengatakan meskipun mereka tidak diundang, tapi KEKAL dan WALHI berkepentingan mengkritisi proyek tersebut.
Namun pimpinan rapat menampik pernyataan dari pihak KEKAL dan WALHI Bali yang ingin bicara. Dan mengusir KEKAL Bali dan WALHI Bali dari ruang rapat.
Karena itu Untung Pratama menilai ada agenda untuk tetap meloloskan proyek terminal LNG Sidakarya sehingga pihaknya sengaja tidak diundang dan akhirnya diusir karena tetap hadir.
"Kami yang paling concern (fokus) dalam mengadvokasi isu ini. Tidak dilibatkannya serta diusirnya kami dari ruang rapat yang tidak diberikan untuk bicara seakan menjawab dugaan kami jika pertemuan ini adalah untuk memaksakan lolosnya pembangunan Terminal LNG Sidakarya.
Ngototnya Gubernur Koster untuk meloloskan proyek terminal LNG, menunjukkan bahwa dugaan kami bahwa saham 20% yang diberikan kepada Pemprov Bali, berupa saham kosong (hutang) tersebut, dibarter dengan lahan dan fasilitas berbagai kebijakan agar proyek lolos. Tindakan koster tersebut meyakinkan dugaan kami", tutup Untung. (*/Ana AP)
Berita Terkait
-
Babak Akhir Sidang Sengketa Informasi Terminal LNG Sidakarya, WALHI Bali: Rakyat Menang
-
Ditolak Luhut, Pak Yan Koster Mati-matian Bela Proyek Terminal LNG Sidakarya
-
Ditolak Luhut Pandjaitan, Gubernur Bali Klaim Terminal LNG Tidak Ada Masalah Lingkungan
-
Terminal LNG di Mangrove Ditolak Luhut, Gubernur Bali Bersurat Minta Dilanjutkan
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
Terkini
-
Orang Asing Beli Sirup Marjan di Indonesia, Pengakuannya Viral
-
Murka! Ahmad Luthfi Soal OTT KPK Cilacap: Integritas Itu Perbuatan, Bukan Cuma di Mulut
-
Jadwal Imsak Palembang Hari Ini, 16 Maret 2026: Batas Sahur dan Subuh
-
PTBA Luncurkan Reverse Vending Machine, Sampah Botol Plastik Kini Bisa Ditukar Uang
-
Dedi Mulyadi Cairkan Kompensasi untuk Ribuan Sopir Angkot Jalur Puncak Bogor
-
7 Fakta Kunci Dashrun Bogor: Dari Ajang Adu Kecepatan Hingga Solusi Ampuh Cegah Tawuran
-
Imsak Bandar Lampung 16 Maret 2026 Jam Berapa? Catat Batas Sahur dan Jadwal Salat Hari Ini
-
Bikin Bangga! Atlet SEA Games Turun Gunung Ramaikan Dashrun Malam Minggu di Pakansari
-
Imsak Jakarta Hari Ini 16 Maret 2026 Jam Berapa? Catat Batas Sahur dan Jadwal Salatnya
-
Pindahkan Balap Lari ke Pakansari, Kapolres Bogor: Biar Aman dan Gak Ganggu Jalan Raya