Suara Denpasar - Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kesiman Kertalangu Denpasar, Bali, yang diresmikan Presiden Jokowi pada 13 Maret 2023 itu belum memenuhi target.
TPST Kartalangu itu ditargetkan 450 ton Refuse Derived Fuel (RDF) atau hasil olahan sampah perhari. Sementara sampai saat ini masih berkisar sekitar 180 ton RDF perhari.
Hal itu disampaikan oleh Nani Hendiarti, Deputi Koordinasi Bidang Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan saat mendampingi Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan dan tim Word Bank Washington DC ketika mengunjungi TPST Kartalangu, Jum'at (23/6/2023).
"Bapak Luhut ingin mengecek langsung ke sini untuk melihat progresnya. Progresnya ada tapi belum sesuai target karena memang perlu ada penyesuaian," ujar Nani Hendiarti.
"Mereka (pengelolah TPST Kartalangu) bilang diakhir Juni bisa sekitar 60 persen. Nanti di Agustus sudah bisa mencapai 450 perhari. Kalau sekarang masih diangka yang rutin sekitar 180 ton perhari," sambungnya.
Kalau hambatannya kata dia, memang teknis. Selain itu karena TPST masih baru dengan kapasitas pengolahan sampah perhari yang besar (target).
"Biasanya TPST seperti ini hanya 100 atau dibawah bahkan. Inikan 450 jadi memang ini pertama kali di Indonesia," kata Nani.
Nani Hendiarti mengatakan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan meminta agar target 450 ton RDF perhari dapat tercapai. Sehingga telah ditambahkan 3 alat pengolahan sampah di TPS Kartalangu.
"Segera diatasi makanya ditambah sekarang udah 3 mesin pengolahan sampah nanti kalau perlu kalau emang masih kurang perlu ditambah lagi, jadi itu yang diminta pak Menko (Luhut). Dan juga segera targetnya bisa tercapai dipastikan 450 ton perhari," tandasnya.
Baca Juga: Ditolak Opa Luhut, Deputi Nekat Lanjutkan Pembahasan Terminal LNG, Usir KEKAL dan WALHI Bali
Untuk diketahui Refuse Derived Fuel (RDF) atau hasil olahan sampah dari TPST Kartalangu nantinya akan dipakai sebagai bahan dasar pembuatan semen. Salah satu perusahaan semen yang sudah bekerjasama adalah PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) di Cilacap, Jawa Tengah.
Selain itu akan digunakan sebagai Co-firing di PLTU Celukan Bawang Buleleng Bali. Jadi Refuse Derived Fuel (RDF) atau hasil olahan sampah itu akan dicamputkan dengan batu bara sebagai bahan bakar.(*/Ana AP)
Berita Terkait
-
Ditelepon Luhut Binsar Pandjaitan, Bos Semen SBI Siap Beli Hasil Olahan Sampah dari Bali
-
Bedah Buku Luhut Binsar Pandjaitan, Rocky Gerung Ibaratkan Luhut Sebagai Bunga Mawar
-
Luhut Binsar Pandjaitan Sampaikan Kebijakan Ekspor Pasir Laut, Begini Tanggapan Amien Rais
-
Ditolak Luhut, Pak Yan Koster Mati-matian Bela Proyek Terminal LNG Sidakarya
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Rambah Hutan Lindung di Batam, PT GTP Jadi Tersangka Korporasi
-
Truk LPG Hantam 11 Kendaraan di Kota Bandung, Pesepeda Wanita Meninggal Dunia
-
TNI Masuk MBG, Aktivis Kritik Pendekatan Militer: Bukan Situasi Perang
-
Atasi Sampah Kabupaten Bogor, PSEL Galuga Siap Dibangun di Atas Lahan Kopassus
-
Kemarau Ekstrem Bikin Warga Krisis Air, Negara Tak Boleh Diam
-
Dirjen Bea dan Cukai Bongkar Peredaran 20 Ribu Botol Miras Legal, Selamatkan Uang Negara Rp 2 M
-
6 Fakta di Balik Munculnya Spanduk 'Tangkap Jokowi' di Lebak Banten
-
Digerebek Lagi, Dua Kilang Minyak Ilegal di Muba Terbongkar, Pemiliknya Masih Buron
-
Dorong Ciwidey Naik Kelas, Legislator NasDem Ini Ingin Warga Manfaatkan Jabatannya di Komisi IV DPR
-
Walk Out dari Paripurna, Pengamat Nilai Keliru Jika Sebut Bobby Nasution Arogan