/
Jum'at, 23 Juni 2023 | 16:35 WIB
Menko Marves saat mengunjungi TPST Kartalangu Denpasar Bali (Suara Denpasar/ Rovin Bou)

Suara Denpasar - Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kesiman Kertalangu Denpasar, Bali, yang diresmikan Presiden Jokowi pada 13 Maret 2023 itu belum memenuhi target.

TPST Kartalangu itu ditargetkan 450 ton Refuse Derived Fuel (RDF) atau hasil olahan sampah perhari. Sementara sampai saat ini masih berkisar sekitar 180 ton RDF perhari. 

Hal itu disampaikan oleh Nani Hendiarti, Deputi Koordinasi Bidang Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan saat mendampingi Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan dan tim Word Bank Washington DC ketika mengunjungi TPST Kartalangu, Jum'at (23/6/2023).

"Bapak Luhut ingin mengecek langsung ke sini untuk melihat progresnya. Progresnya ada tapi belum sesuai target karena memang perlu ada penyesuaian," ujar Nani Hendiarti. 

"Mereka (pengelolah TPST Kartalangu) bilang diakhir Juni bisa sekitar 60 persen. Nanti di Agustus sudah bisa mencapai 450 perhari. Kalau sekarang masih diangka yang rutin sekitar 180 ton perhari," sambungnya.

Kalau hambatannya kata dia, memang teknis. Selain itu karena TPST masih baru dengan kapasitas pengolahan sampah perhari yang besar (target).

"Biasanya TPST seperti ini hanya 100 atau dibawah bahkan. Inikan 450 jadi memang ini pertama kali di Indonesia," kata Nani.

Nani Hendiarti mengatakan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan meminta agar target 450 ton RDF perhari dapat tercapai. Sehingga telah ditambahkan 3 alat pengolahan sampah di TPS Kartalangu.

"Segera diatasi makanya ditambah sekarang udah 3 mesin pengolahan sampah nanti kalau perlu kalau emang masih kurang perlu ditambah lagi, jadi itu yang diminta pak Menko (Luhut). Dan juga segera targetnya bisa tercapai dipastikan 450 ton perhari," tandasnya. 

Baca Juga: Ditolak Opa Luhut, Deputi Nekat Lanjutkan Pembahasan Terminal LNG, Usir KEKAL dan WALHI Bali

Untuk diketahui Refuse Derived Fuel (RDF) atau hasil olahan sampah dari TPST Kartalangu nantinya akan dipakai sebagai bahan dasar pembuatan semen. Salah satu perusahaan semen yang sudah bekerjasama adalah PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) di Cilacap, Jawa Tengah.

Selain itu akan digunakan sebagai Co-firing di PLTU Celukan Bawang Buleleng Bali. Jadi Refuse Derived Fuel (RDF) atau hasil olahan sampah itu akan dicamputkan dengan batu bara sebagai bahan bakar.(*/Ana AP)

Load More