Suara Denpasar - Karut marut penerimaan mahasiswa baru di Universitas Udayana (Unud) Provinsi Bali masih saja terjadi. Kabar terbaru adalah seorang calon mahasiswa yang dinyatakan lolos secara sistem dan sudah membayar Uang Kuliah Tunggal atau UKT.
Namun beberapa hari setelahnya dinyatakan tidak lolos melalui chat personal oleh salah satu birokrat kampus.
"Hal ini merugikan adik tersebut dikarenakan dia tidak bisa mendaftar di jalur lain karena tidak memiliki kartu seleksi berdasar tes, karena sebelumnya diloloskan," kata I Putu Bagus Padmanegara, Ketua BEM Universitas Udayana kepada awak media, Kamis (20/7/2023).
"Bahkan terakhir dihubungi di tanggal 2 juli 2023, uang UKT yang telah dibayarkan adik tersebut belum dikembalikan. Padahal sudah mendapatkan NIM (Nomor Induk Mahasiswa)," imbuhnya usai melaksanakan audiensi dengan Ombudsman RI Perwakilan Bali, audiensi ini diterima langsung oleh Ketua Okbudsman Bali Ni Nyoman Sri Widhiyanti.
Dalam audiensi ini BEM Universitas Udayana menyampaikan temuan berdasarkan hasil investigasi dan laporan dari masyarakat. Adapun permasalahan yang dilaporkan dibagi menjadi dua sub permasalahan.
Pertama mengenai mal administrasi dalam penerimaan mahasiswa baru jalur seleksi nasional SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi) dan Inkonsistensi, Informasi Keliru, Penundaan Berlarut terkait Pengembalian Sumbangan Pengembangan Institusi.
"Kami kecewa, Universitas Udayana tidak bisa belajar dari pengalaman, dan bahkan tidak hanya pada jalur mandiri, kali ini terdapat di jalur seleksi nasional berdasarkan prestasi. Ini merupakan bentuk ketidakprofesionalan birokrat kampus yang tentunya sangat merugikan masyarakat," sebutnya.
Selain itu, BEM merasa malu melihat kondisi dan koordinasi antar birokrat kampus. Terkhusus wakil rektor bidang Umum dan Keuangan yang mengeluarkan pengumuman kepada seluruh mahasiswa melalui sistem informasi udayana (IMISSU) dan menyatakan di salah satu poinnya tidak ada pihak yang mengajukan klaim.
Padahal dari humas Udayana sendiri telah menyatakan menerima surat dan diteruskan pimpinan, per hari ini (20/07/2023) ratusan mahasiswa telah mengajukan klaim pengembalian SPI. hal ini berdasar Posko Pengembalian SPI yang BEM Udayana selenggarakan.
Baca Juga: Penyegelan Kantor LABHI-Bali Masuk Kategori Tindakan Ilegal dan Membahayakan Kemerdekaan
"BEM Udayana meragukan kualitas tim hukum ataupun tim analisis yang Universitas Udayana miliki, kami tidak tahu apakah WR2 membuat surat pengumuman sendiri dan benar-benar mengetahui faktanya, atau hanya sekedar menjadi tukang tanda tangan saja. Kalau hanya menjadi tukang tanda tangan, ya kualitas timnya sepertinya dibawah rata-rata," tandasnya.
Terkait spesifikasi siapa saja yang bisa dikembalikan SPInya pun tidak disebutkan. "Setau saya harusnya orang hukum paham mengenai adangium “facta sunt potentiora verbis” kalau berstatement ya barusnya jangan sekedar cuap-cuap, silahkan direalisasikan, dengan entengnya menyatakan ada kesalahan dan siap mengembalikan sejumlah uang SPI, namun per hari ini, sudah berbulan-bulan tak kunjung diinformasikan," sentil dia.
Untuk itu pihaknya berharap Ombudsman dapat menindaklanjuti laporan BEM Unud. Sehingga kedepannya tercipta pelayanan publik yang baik dan memuaskan masyarakat.
"Kami dari BEM Udayana tentunya ingin menjaga nama baik kampus dengan fakta yang benar, tidak hanya sekedar memperbaiki citra dengan gimmick belaka, namun benar-benar menjadi kampus yang baik dengan manajemen yang menerapkan good governance.
Mengembalikan nama baik Universitas Udayana sebagai kampus tertua, terbesar, dan terbaik di Bali," tukasnya. ***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada
-
Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman
-
Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri
-
Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan
-
Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas
-
Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak
-
PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi
-
Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!
-
Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah
-
Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara