Suara Denpasar – Komitmen untuk menciptakan pertandingan sepak bola yang kondusif dan aman adalah tujuan bersama untuk menjaga integritas olahraga ini.
Namun, ketika keputusan sepihak Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menghukum klub-klub Liga 1 terkait aturan larangan kehadiran suporter tamu, Direktur Persebaya, Candra Wahyudi, menyuarakan protes atas sanksi yang diberikan kepada klubnya.
Komdis memberlakukan denda sebesar Rp25 juta kepada Persebaya karena adanya suporter klub tersebut yang hadir dalam pertandingan sebagai tamu.
Dilansir dari laman resmi Persebaya, sudah beberapa musim terakhir, Komdis seringkali dianggap seperti pengadilan yang bermuara pada vonis yang semaunya sendiri.
Proses pemanggilan, pendengaran keterangan, atau kesempatan pembelaan terabaikan. Komdis tiba-tiba saja menyelenggarakan sidang dan menjatuhkan sanksi dengan nominal yang dianggap sewenang-wenang.
Tak hanya itu, dalam beberapa vonis, Komdis bahkan menegaskan bahwa tidak ada opsi banding bagi klub yang dihukum. Ini menimbulkan pertanyaan tentang fungsi Komisi Banding (Komding) yang seharusnya menjadi bagian dari badan yudisial PSSI.
Kontroversi lainnya muncul dari aturan larangan kehadiran suporter tamu. Aturan ini diberlakukan sebagai bagian dari transformasi sepak bola Indonesia setelah Tragedi Kanjuruhan, dengan harapan menciptakan pertandingan yang lebih kondusif. Namun, aturan ini dianggap sebagai deretan kata-kata tanpa teknis yang jelas dalam penerapannya di lapangan.
Direktur Persebaya juga memberikan protes tentang bagaimana cara mencegah kehadiran suporter tamu ketika tiket dijual secara online, atau bagaimana mengecek deteksi domisili dengan benar.
Klub-klub telah berusaha untuk mengatasi masalah ini dengan himbauan kepada suporter tuan rumah dan upaya langkah evakuasi jika suporter tamu datang. Namun, tidak ada jaminan bahwa semua suporter tamu dapat dicegah dengan sempurna.
Candra Wahyudi, menyatakan bahwa timnya juga telah berusaha meminimalisasi pergerakan suporter tamu dengan menggelar acara nonton bareng. Namun, ketika ada suporter tamu yang tetap datang dan pertandingan berlangsung tanpa insiden kerusuhan, apakah Persebaya harus dipersalahkan?
Pemandangan kondusif di dalam stadion, seperti yang terlihat pada dua pertandingan antara Persebaya dan klub lain, adalah apa yang diinginkan oleh semua pihak, termasuk PSSI. Namun, keputusan sanksi tetap dijatuhkan tanpa pandang bulu pada klub-klub yang memiliki suporter tamu.
Sebagai tambahan, beberapa klub memiliki fans base yang besar dan menjadi sumber pendapatan saat mendukung tim mereka bertandang ke kandang lawan. Namun, Komdis sepertinya belum menyajikan solusi yang jelas dalam mencegah kedatangan suporter tamu.
Pertanyaan mengenai proses pemilihan anggota Komdis juga mencuat. Menurut ketentuan dalam statuta PSSI, anggota Komdis harus diajukan oleh anggota dan dipilih melalui proses di kongres. Namun, Kongres PSSI beberapa waktu lalu memutuskan menyerahkan proses ini kepada executive committee (exco), yang akhirnya menghasilkan lima anggota Komdis yang ternyata juga diisi oleh orang-orang lama.
Sepertinya Komdis harus menghadapi tantangan dalam menegakkan aturan pertandingan dengan baik dan benar sehingga tak berujung pada protes, sebagaimana dilakukan oleh direktur Persebaya. (*/Dinda)
Berita Terkait
-
Persebaya Surabaya Didenda Komdis PSSI Rp25 Juta, Tim Bajul Ijo Gercep Ingatkan Bonek: Ayo Ditaati Bersama
-
Keok Dari PSIS Semarang, Aji Santoso Ingatkan Tim Soal Ini, Persebaya Surabaya Jamu RANS Nusantara
-
Terpuruk Usai Ditaklukan PSIS Semarang, Aji Santoso Minta Pemain Persebaya Bangkit Jelang Kontra Rans Nusantara FC
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Link Live Streaming Bayern Munich vs Real Madrid: Laga Hidup Mati Sesungguhnya!
-
Tak Perlu KTP Pemilik Lama, Polri Longgarkan Syarat Pajak Kendaraan Bekas di Seluruh Daerah!
-
Bojan Hodak Beberkan Kondisi Persib Bandung Usai Kalahkan Bali United
-
Herjunot Ali Bereaksi Usai Diminta Gantikan Reza Rahadian Jadi Kapten Yoo di Descendants of the Sun
-
Eropa Bersiap AS Keluar dari NATO, Trump yang 'Mencla-mencle' Jadi Sorotan Jerman
-
7 Pilihan Mobil Listrik 3 Baris Terbaik untuk Keluarga, Kabin Lega dan Nyaman
-
Antusias Tinggi, 3 Konser Internasional di Jakarta Ini Tambah Hari
-
7 HP Gaming Murah Dibawah Rp1 Jutaan, Kuat Main Gim Berat Tanpa Lag
-
Daftar Harga HP Vivo Terbaru 2026 Lengkap, Mana Paling Worth It Sesuai Budget Kamu?
-
FIFA Diminta Desak Trump Hentikan Razia Imigrasi Saat Piala Dunia 2026, Emang Berani?