Suara Denpasar - Jakarta International Stadium (JIS) telah lama dikenal sebagai simbol megah dan prestisius di tengah-tengah hiruk-pikuk ibu kota. Sayangnya, meskipun megah dalam tampilan, belum ada keuntungan signifikan yang berhasil dihasilkan sejak fasilitas ini dibangun.
Dilansir dari Antara News, kehadiran JIS seharusnya menjadi potensi ekonomi dan hiburan yang luar biasa, namun realitanya masih belum sepenuhnya mencapai ekspektasi.
Fasilitas olahraga modern ini, yang diperkenalkan sebagai ikon baru dalam pemandangan Jakarta, memang memiliki potensi untuk menjadi pusat aktivitas olahraga dan hiburan yang menarik bagi warga dan pengunjung.
Dengan kapasitas yang besar dan fasilitas yang lengkap, JIS seharusnya menjadi magnet bagi berbagai acara, termasuk pertandingan olahraga, konser, dan beragam kegiatan publik lainnya.
Namun demikian, anggota DPRD DKI Jakarta, Suhud Alynudin, menyoroti fakta bahwa hingga saat ini, selama dikelola oleh PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku BUMD, keuntungan yang diperoleh dari JIS masih belum berdampak signifikan pada pemasukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Bukan hanya soal pemasukan, tetapi juga pengelolaan dan pemanfaatan potensi ekonomi yang belum sepenuhnya tergali dengan optimal. Dia menyoroti tantangan yang harus dihadapi oleh PJ Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono.
"Saya kira ini menjadi tugas berat untuk menyelesaikan TIM dan JIS," ujar Suhud Alynudin dikutip dari Antara News (5/8/2023).
Pengelolaan yang efektif dan strategi pemanfaatan yang matang diperlukan untuk mengubah JIS menjadi aset yang memberikan dampak positif yang lebih besar bagi masyarakat dan perekonomian.
Penting untuk diingat bahwa keberhasilan sebuah fasilitas publik seperti JIS tidak hanya diukur dari tampilan megah dan fasilitas yang lengkap, tetapi juga dari dampak positif yang dihasilkan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Baca Juga: Kabar Persib: Nick Kuipers dan Alberto Rodriguez Menolak Diistirahatkan Bojan Hodak
"Sehingga banyak aspek yang harus dibenahi oleh Pemprov DKI Jakarta agar pengelolaan JIS dan TIM lebih terorganisir," tuturnya.
Sebagai pusat hiburan dan olahraga, JIS seharusnya mampu memberikan kontribusi yang nyata dalam meningkatkan perekonomian, menciptakan lapangan pekerjaan, serta menghadirkan hiburan dan kesenangan bagi warga Jakarta.
Meskipun JIS telah menjadi salah satu opsi lokasi pertandingan Piala Dunia U-17 yang prestisius, tantangan dalam mengoptimalkan potensi ekonomi dan sosial dari JIS masih memerlukan upaya lebih lanjut.
Sementara anggota DPRD DKI Gilbert Simanjuntak memberi penilaian tentang pengelolaan JIS dan TIM yang tidak berorientasi untung bisa dialihkan kepada Pemprov DKI Jakarta.
"BUMD perlu dibuat fokus dengan membuat holding (induk) seperti pangan, transportasi, infrastruktur, dan sebagainya sehingga sifat Perumda yang berorientasi sosial lebih sesuai," jelas Gilbert.(*/Rizal)
Berita Terkait
-
Cek Fakta: Di Luar Dugaan PSSI! Stadion JIS Banjir Pujian, FIFA Benar-benar Takjub dengan Kualitas Rumputnya
-
Cek Fakta: Malu Sendiri! PSSI Geram FIFA Puji Setinggi Langit Kemegahan Stadion JIS
-
Cek Fakta: Terlanjur Malu! PSSI Lesu FIFA Puji Kualitas Rumput dan Kemegahan Stadion JIS
-
Fakta Gelap di Balik Kemegahan JIS, Anak-Anak Belajar di Permukiman Kumuh Usai Digusur
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar