Suara Denpasar - Niat Gubernur Bali Wayan Koster agar Piala Dunia U-17 bisa digelar di Bali akhirnya kandas.
Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, tak masuk dalam venue yang dipilih sebagai tempat diselenggarakannya Piala Dunia kelompok umur remaja itu.
Hal ini mungkin saja buntut Pak Yan Koster, panggilan akrab Wayan Koster menjadi salah satu kepala daerah yang menjadi biang kerok batalya Piala Dunia U-20 digelar di Indonesia Mei-Juni lalu. Di mana, dia menolak Timnas Israel bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
Untuk gelaran Piala Dunia U-17, bukan hanya Stadion Kapten Dipta di Gianyar yang dicoret. Namun, juga pihak PSSI tidak menggunakan Stadion Gelora Bung Karno (GBK) dan Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Umum PSSI PSSI, Erick Thohir di sela peresmian Indonesia Arena di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (7/8/2023).
Jelas pria yang juga Menteri BUMN tersebut, empat stadion telah disetujui FIFA untuk digelar Piala Dunia U-17 yang akan digelar pada 10 November sampai 2 Desember mendatang.
"Hasil rapat dengan FIFA akhirnya kami sepakat empat stadion," ungkapnya.
Empat stadion yang telah dipilih sebagai venue utama untuk Piala Dunia U-17 2023 adalah sebagai berikut:
1. Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta: Stadion ini memiliki kapasitas yang mengesankan, dapat menampung hingga 82.000 penonton dengan kursi tunggal. Jakarta akan menjadi tempat penyelenggaraan pembukaan turnamen ini.
Baca Juga: Setelah Tolak Piala Dunia U-20, Pak Yan Koster Kini Mimpi Bangun Sport Tourism di Bali
2. Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung: Dengan kapasitas 27.166 kursi, stadion ini juga dipilih sebagai salah satu tempat pertandingan. Meskipun awalnya direncanakan untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20, stadion ini kini akan menyambut para pemain U-17.
3. Stadion Manahan, Solo: Solo akan menjadi tuan rumah dua grup pertandingan Piala Dunia U-17. Stadion Manahan memiliki kapasitas 20.000 kursi single seat.
4. Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya: Surabaya juga akan menyelenggarakan dua grup pertandingan di stadion ini. Kapasitas stadion ini mencapai 46.806 kursi.
Keempat stadion tersebut telah disetujui oleh FIFA setelah melewati tahap peninjauan dan evaluasi, termasuk kondisi rumput dan fasilitas lainnya.
FIFA juga telah mengumumkan bahwa mereka akan melakukan kunjungan lagi pada 26 Agustus 2023 untuk memastikan kesiapan dari empat stadion ini.
Pilihan empat stadion ini didasarkan pada pertimbangan logistik dan efisiensi dalam menggelar turnamen sepak bola tingkat dunia.
Tag
- # gbt surabaya
- # stadion manahan solo
- # manahan solo
- # si jalak harupat
- # piala dunia u-17
- # fifa
- # empat stadion
- # 26 agustus 2023
- # surabaya
- # piala dunia u-20
- # jakarta international stadium
- # jakarta
- # menteri bumn
- # gelora bung karno
- # desember
- # november
- # indonesia arena
- # gubernur jawa tengah
- # ganjar pranowo
- # pak yan koster
- # gianyar
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
APBN Biayai Gaji Manajer Koperasi Merah Putih Selama Dua Tahun
-
Menghidupkan Kembali Nilai Sampah Lewat Filosofi Hamemayu Hayuning Bawono, Bagaimana Praktiknya?
-
Goldfinches, Buku Cantik tentang Kebahagiaan dalam Hal-Hal Sederhana
-
Dialami Penjaga Rumah Febrie Adriansyah, Pakar Farmakologi Ungkap Sebab Mulut Bisa Berbusa
-
Macet Jakarta Tak Berujung, Dishub DKI Akui Kekurangan 'Senjata' Hadapi Truk Besar Mogok
-
Pemerintah Luruskan Isu Larangan Vape, Pelaku Industri Bernafas Lega
-
Kupas Tuntas Transportasi Jakarta: Beneran Bikin Hemat atau Malah Ribet?
-
Aturan AI Berlaku, Korporasi dan Sektor Keuangan RI Bisa Terancam Denda 2% dari Pendapatan
-
Bukan 'Ujug-ujug', Terungkap Alasan Kaesang Pilih Jateng Jadi Medan Tempur Menuju Senayan
-
Kepala Bakom Qodari Jawab Polemik Londo Ireng, Kabinet Bayangan hingga Gubernur BI