Penampilan kurang memuaskan yang ditunjukkan oleh Arema FC dalam kompetisi Liga 1 2023/2024 telah menciptakan berbagai isu kontroversial. Muncul spekulasi di media sosial terkait mundurnya Arema FC
Meski sifatnya berandai-andai, sebelumnya, telah ada tiga klub yang pernah mengambil keputusan serupa dengan mundur di tengah-tengah berjalannya kompetisi.
Arema FC sedang menghadapi kesulitan dalam Liga 1 2023/2024. Dari delapan pertandingan pertama, tim Singo Edan belum mampu meraih kemenangan. Mereka hanya berhasil bermain imbang dalam dua pertandingan, sementara enam pertandingan lainnya berakhir dengan kekalahan.
Akibat hasil-hasil ini, Arema FC saat ini menduduki peringkat terbawah dalam klasemen. Hanya dua poin yang berhasil mereka raih. Akun Twitter @MafiaWasit bahkan telah menyebarkan isu tentang kemungkinan Arema FC akan mundur dari Liga 1 musim ini.
“ini kalau @AremafcOfficial MUndur dari Liga 1, yang diuntungkan cuma @persisofficial dan @persib karena hanya merekalah yang ga bisa menang melawan klub ga jelas itu,” cuit akun Twitter @MafiaWasit pada Senin (14/8) malam, pukul 22.50.
Sebenarnya, keputusan klub untuk mundur dari kompetisi di tengah jalan bukanlah hal yang baru. Jika memang Arema FC benar-benar melangkah ke arah tersebut, maka mereka akan mengikuti jejak dari tiga klub sebelumnya.
Berikut adalah tiga klub Indonesia yang pernah tercatat mundur dari kompetisi di tengah perjalanannya.
1. PSS Sleman
PSS Sleman adalah salah satu peserta yang memilih untuk mundur dari kompetisi. Hal ini terjadi karena pada waktu itu, klub Elang Jawa menghadapi masalah besar akibat gempa bumi yang melanda Yogyakarta pada 27 Mei 2006.
Baca Juga: Anies Lakukan Pekik Merdeka Ala Soekarno, Baiknya Tangan Terbuka Atau Mengepal?
Kondisi sosial dan infrastruktur yang tidak memungkinkan membuat PSS Sleman terpaksa mengambil keputusan untuk menarik diri dari kompetisi, meskipun baru beberapa pekan kompetisi dimulai.
Namun, tindakan ini tidak berujung pada sanksi dari PSSI. PSS Sleman tidak menerima hukuman turun kasta dari kompetisi.
Klub yang berasal dari daerah yang sama, yaitu PSIM Yogyakarta, juga mengambil keputusan serupa dengan mundur dari kompetisi setelah mengalami dampak dari gempa bumi. Langkah yang diambil oleh PSIM Yogyakarta dan PSS Sleman ini tentu saja dapat dimaklumi, karena mereka sulit melanjutkan kompetisi ketika para pendukung mereka sedang menghadapi musibah.
Pada Liga Indonesia 2005, Persebaya Surabaya juga memilih untuk mundur dari kompetisi. Pada saat itu, mereka sudah berhasil mencapai babak delapan besar dan dijadwalkan akan bertemu dengan Persija Jakarta.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
Pemerintah Tegaskan Siswa SD-SMA Tetap Belajar Tatap Muka Secara Normal
-
Warisan Himmel: Ketika Karakter Anime Mengubah Cara Kita Berbuat Baik
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
5 Sabun Cuci Muka Deep Pore Cleansing untuk Bersihkan Pori-pori dan Komedo
-
Anak Rusuh di Pesawat, Denise Chariesta: Lebih Baik Aktif daripada Pendiam
-
Hikmahanto: Tuduhan Israel ke Hizbullah Soal Tewasnya Prajurit TNI Masih Narasi Politik
-
Pemkot Yogyakarta Batasi BBM Kendaraan Dinas, Sleman Tetap WFO dan Tolak WFH
-
Bukan April Mop, Taeyang BIGBANG Goda Fans dengan Pengumuman Comeback Solo
-
Tiga Jembatan Darurat Percepat Pemulihan Akses di Wilayah Terdampak Bencana
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR