Suara Denpasar - Manajer Ipswich Town, Kieran McKenna, telah menyatakan bahwa ia "mengharapkan akan ada pergerakan dari kedua arah" dalam dua minggu terakhir jendela transfer. Kendati begitu, nasib Elkan Baggott, pemain muda berbakat dari Ipswich Town dan juga bek Timnas Indonesia, sepertinya masih belum jelas.
Publik masih menanti kejelasan kabar Elkan Baggott, bakal dipinjamkan atau tetap bermain di Ipswich Town?
The Blues telah menjalani musim panas yang cukup solid, meskipun dalam urusan perpindahan pemain tidak terlalu baik.
Striker mantan pemain pinjaman, George Hirst, telah dibeli secara permanen dari Leicester, sedangkan gelandang Jack Taylor, penyerang Omari Hutchinson, dan kiper Cieran Slicker adalah wajah-wajah baru yang ditambahkan ke dalam skuad yang berhasil meraih promosi ke Liga Satu.
"Kami memiliki 24 pemain lapangan yang berlatih minggu ini. Mereka semua berlatih dengan baik, mereka semua sangat mengenal pekerjaan mereka, dan saya akan mempercayai salah satu dari mereka untuk bermain akhir pekan ini. Dalam hal ini, kami mungkin berada dalam posisi yang lebih baik daripada klub-klub yang telah melakukan banyak pergantian pemain dan mungkin masih berusaha menambah pemain hanya untuk meningkatkan kedalaman skuad mereka. Kami sudah berada dalam posisi tersebut," kata Kieran McKenna dikutip dari eadt.co.uk (22/8/2023).
Namun, McKenna juga menyatakan bahwa untuk benar-benar kompetitif di liga ini, mereka merasa perlu meningkatkan kualitas skuad. Hal ini bisa dilakukan dengan merekrut pemain-pemain yang tepat dan dengan harga yang sesuai, agar dapat memperbaiki kualitas yang sudah ada.
"Kami bekerja keras, terus berbicara, dan berusaha untuk tetap berintegritas dalam percakapan-percakapan tersebut. Saya pikir hal ini akan memberi manfaat jangka panjang bagi kami," ungkap McKenna.
Terkait dengan nasib Elkan Baggott, McKenna menyatakan bahwa tidak ada yang sangat dekat dalam hal penawaran bagi para pemain seperti Kyle Edwards, Cameron Humphreys, dan Elkan Baggott.
Baggott, yang masih muda, kemungkinan akan diberikan kesempatan bermain dengan status pinjaman. Namun, McKenna menegaskan bahwa kesepakatan tersebut akan dilakukan jika ada tawaran yang baik dan cocok untuk pemain serta klub. Hingga saat ini, belum ada tawaran semacam itu yang muncul.
Baca Juga: Manajer Ipswich Town Memuji Kemampuan Bek Timnas Indonesia Elkan Baggott Seperti Cameron Humphreys
Terkait pemain Elkan Baggott, McKenna juga mengungkapkan bahwa kemungkinan pemberian status pinjaman tidak hanya tergantung pada perekrutan pemain bertahan baru.
McKenna menjelaskan bahwa klub memiliki tiga bek tengah dari musim lalu yang masih siap bermain, serta pemain lain yang bisa mengisi posisi tersebut.
Baggott sendiri merupakan pilihan yang baik di posisi itu dan terus menunjukkan perkembangan dalam setiap pertandingan.
Tentu saja, dalam memutuskan masa depan seorang pemain muda, ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan, termasuk kekuatan skuad saat ini.
Namun, ini bukanlah satu-satunya kriteria untuk menentukan apakah Elkan Baggott akan tetap berada dalam skuad pada musim ini. Ada beberapa faktor lain yang turut mempengaruhi keputusan tersebut.
Dengan sisa dua minggu terakhir jendela transfer, nasib Elkan Baggott di Ipswich Town masih belum jelas.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Ni Luh Djelantik Sentil Keras I Wayan Koster, Kritik Gubernur Bali Minim Empati
-
Waga non Kaltim Tak Boleh Nyinyiri Rudy Mas'ud, Pakar Komunikasi: Fenomena Defensif
-
TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!
-
Cerita dari Dapur Kayu Bakar: Tradisi Memotong Ayam dan Doa Opung untuk Cucu Merantau
-
Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat
-
Warga Luar Kaltim Dilarang Mengkritik, Akademisi: Pernyataan Terlalu Sempit
-
Residivis Tega Cabuli Bocah 10 Tahun di Kamar Mandi Musala Daerah Tanjung Senang
-
Aktivis KontraS Disiram Air Keras, TB Hasanuddin: Momentum Revisi UU Peradilan Militer
-
Lebaran Terakhir di Tuban Sebelum Gugur di Langit Kalimantan: Sosok Kapten Marindra di Mata Warga
-
Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi di Papua Imbas 12 Warga Sipil Meninggal