- TB Hasanuddin mengkritik minimnya kehadiran Menhan dan Menlu dalam rapat kerja DPR untuk membahas kebijakan strategis nasional.
- Pemerintah didesak menjaga kedaulatan serta mengambil posisi netral yang menguntungkan Indonesia di tengah berbagai konflik geopolitik global.
- DPR menuntut transparansi pemerintah mengenai pemberian akses ruang udara kepada militer Amerika Serikat demi menjaga kedaulatan negara.
Suara.com - Anggota Komisi I DPR RI dari fraksi PDIP, TB Hasanuddin, mengungkapkan keresahannya terkait sulitnya membangun diskusi mendalam dengan pemerintah.
Ia lantas menyoroti minimnya kehadiran Menteri Pertahanan (Menhan) dan Menteri Luar Negeri (Menlu) dalam rapat-rapat kerja bersama DPR RI.
TB menyebut kondisi ini membuat akses komunikasi antara legislatif dan eksekutif menjadi terhambat, terutama dalam membahas persoalan strategis bangsa.
“Jujur saja, kami di Komisi I merasa tertutup untuk diskusi; Menhan hampir tidak pernah datang, Menteri Luar Negeri juga tidak. Kalaupun Menhan datang, biasanya diwakilkan,” kata TB Hasanuddin dalam seminar peringatan Konferensi Asia-Afrika ke-71 di Sekolah Partai PDIP, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026).
Ia menegaskan pentingnya kehadiran fisik para menteri untuk menguji efektivitas kebijakan yang telah diambil.
Ia menyayangkan jika kesempatan untuk beradu argumen demi kepentingan negara justru hilang karena delegasi tugas.
“Menurut saya itu kurang mantap. Saya ingin berbicara langsung, head-to-head dengan mereka untuk menguji pengalaman dan aplikasi di lapangan demi kebaikan negara. Tapi kalau kesempatannya tidak ada, ya sudah, wassalam,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti arah politik luar negeri Indonesia.
Ia berpendapat bahwa pemerintah harus mampu memposisikan diri secara cerdas di tengah konflik global tanpa harus memihak, namun tetap bisa mengambil keuntungan untuk kepentingan nasional.
Baca Juga: Menepis Hoaks Izin Lintas Udara: Strategi Cerdik Prabowo Mengunci AS, Rusia, dan China
“Kita jangan berkesan pro ke salah satu negara, tetapi justru memanfaatkan situasi perselisihan mereka, baik memanfaatkan Iran maupun Amerika,” katanya.
Selain itu, ia memperingatkan bahwa akurasi data dan intelijen militer adalah kunci dalam pengambilan keputusan strategis. Kesalahan kecil dalam pengolahan informasi disebutnya dapat memicu kegagalan kebijakan di masa depan.
“Sekali kita salah langkah, salah prediksi, atau salah dalam pengolahan intelijen oleh TNI, maka langkah selanjutnya akan terus salah,” katanya.
Lebih lanjut, TB turut memberikan kritik tajam terhadap upaya penegakan keamanan melalui Board of Peace (BOP).
Ia menilai adanya ketidakadilan dalam pelibatan aktor-aktor internasional, khususnya terkait konflik Timur Tengah.
“Kalau katanya ingin menegakkan keamanan tapi Palestina tidak dilibatkan dan hanya sepihak ke Israel, bagaimana bisa adil? Ini melanggar prinsip dasar Dewan Keamanan PBB,” tegasnya.
Berita Terkait
-
Aktivis KontraS Disiram Air Keras, TB Hasanuddin: Momentum Revisi UU Peradilan Militer
-
Tak Ingin Publik Curiga, TB Hasanuddin 'Wanti-wanti' Sidang Militer Kasus Andrie Yunus Harus Terbuka
-
WALHI Kritik Menhan Sjafrie Sjamsoeddin di Satgas PKH: Waspada Ekspansi Militer di Ruang Sipil
-
Menepis Hoaks Izin Lintas Udara: Strategi Cerdik Prabowo Mengunci AS, Rusia, dan China
Terpopuler
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 4 HP dengan Baterai 8000 mAh Plus Tahan Hingga 2 Hari, RAM 8 GB Cocok Buat Ojol
- 11 Pilihan HP Murah Bujet Rp1-2 Juta, Spek dan Performa Terbaik untuk Multitasking
- 6 Cara Membedakan Jam Tangan Seiko Asli atau Palsu, Biar Tidak Tertipu saat Beli
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Kronologi Menantu Bakar Rumah Mertua di Lubuklinggau, 11 Rumah Hangus
-
Shakira hingga BTS Tampil di Final Piala Dunia 2026, Ini Fakta Halftime Show Bersejarah
-
Final Piala Dunia 2026: Spanyol Taktis vs Argentina Adaptif, Siapa Unggul?
-
Suami Istri Kompak Jadi Spesialis Curanmor dan Bobol Rumah di Palembang, Polisi Ungkap Modusnya
-
Argentina Road to Final Piala Dunia 2026: Dua Kali Lolos dari Lubang Jarum
-
Spanyol Road to Final Piala Dunia 2026: Ditahan Tim Debutan Kini Tantang Juara Bertahan
-
LRT Sumsel Kampanyekan Transportasi Publik, Penumpang Stasiun Cinde Tembus 110 Ribu
-
Tagih Utang Berujung Maut, Pria di Palembang Tewas dengan Luka Bacok di Punggung
-
Echa Waode Tuntut Natalius Pigai Jamin Hak LGBT: Negara Jangan Diam Lihat Rakyat Dipersekusi!
-
Sikat 1,5 Ton Bahan Narkoba, Pemasok Laboratorium 'Pil Jin' Semarang Diringkus di Cakung!