- Megawati Soekarnoputri mengkritik peran Lemhannas yang kini dinilai menyempit hanya sebagai lembaga penyedia sertifikat kepemimpinan formal saja.
- Pidato tersebut disampaikan pada peringatan 71 tahun Konferensi Asia Afrika di Sekolah Partai PDIP, Jakarta, pada Sabtu, 18 April 2026.
- Lemhannas harus dikembalikan fungsinya sebagai pusat pemikiran geopolitik untuk menyatukan visi seluruh pemimpin demi kemajuan kedaulatan bangsa Indonesia.
Suara.com - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan sekaligus Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, memberikan kritik tajam terhadap perkembangan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) saat ini.
Ia menegaskan, bahwa Lemhannas seharusnya tidak hanya dipandang sebagai syarat formal kepemimpinan, melainkan sebagai pusat pemikiran geopolitik bangsa.
Hal itu disampaikan Megawati dalam pidatonya pada Peringatan 71 Tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta, Sabtu (18/4/2026).
Megawati mengingatkan kembali bahwa alasan Presiden pertama RI, Soekarno, mendirikan Lemhannas adalah untuk membangun kesadaran geopolitik yang kuat guna menjaga kepentingan nasional.
Ia menyayangkan jika peran tersebut kini mengalami penyempitan makna.
“Guna membangun pentingnya pemikiran geopolitik, Bung Karno mendirikan Lemhannas. Lemhannas jangan dipersempit maknanya hanya menjadi lembaga yang mengeluarkan sertifikat kepemimpinan,” tegas Megawati dalam pidatonya.
Menurutnya, Lemhannas harus dikembalikan fungsinya sebagai wahana penggemblengan calon pemimpin dari berbagai latar belakang, mulai dari militer, sipil, pakar, hingga tokoh adat.
Ia memandang kolaborasi lintas sektor ini sebagai fondasi kemajuan peradaban bangsa.
Lebih lanjut, Megawati menekankan bahwa setiap elemen pemimpin yang digembleng harus memiliki satu visi yang padu demi kemajuan Indonesia. Ia mendorong terciptanya kerja sama yang solid antar-elemen bangsa.
Baca Juga: Dubes Arab Saudi Temui Megawati, Minta Peran Aktif untuk Perdamaian Timur Tengah
“Semua wajib bersatu dalam pemikiran dan cita-cita untuk Indonesia Raya. Semua harus bonded, menjadi satu kekuatan progresif bagi kemajuan peradaban bangsa,” ungkapnya.
Megawati juga mendesak agar postur dan strategi pertahanan Indonesia dibangun dengan misi menjaga perdamaian dunia melalui cara pandang geopolitik Bung Karno. Baginya, setiap warga negara dan pemimpin harus merasa memiliki ikatan yang kuat dengan kedaulatan wilayahnya.
Ia menjelaskan bahwa proses penggemblengan pemimpin di Lemhannas harus mampu menyatukan perasaan senasib sebagai satu bangsa yang membentuk cita-cita masyarakat adil dan makmur.
“Disatukan dengan tanah airnya: yakni bumi, udara, tanah, dan air sebagai ruang hidup warga Indonesia,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Sebut Iran Mampu Mempraktikkan Ajaran Trisakti Bung Karno, PDIP: Bagaimana dengan Pemerintah?
-
Megawati Terima Dubes Jerman, Bahas Geopolitik hingga Warisan Konferensi Asia Afrika
-
Lolos dari Bandara Soetta, Sabu 4,8 Kg Kiriman dari Iran Disergap di Pamulang!
-
Dubes Arab Saudi Temui Megawati, Minta Peran Aktif untuk Perdamaian Timur Tengah
-
Ternyata Ini Biang Kerok Atap Terminal 3 Bisa Jebol
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Aktivis KontraS Disiram Air Keras, TB Hasanuddin: Momentum Revisi UU Peradilan Militer
-
Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi di Papua Imbas 12 Warga Sipil Meninggal
-
Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi
-
Geram! JK Ungkit Jasa Bawa Jokowi dari Solo ke Jakarta: Kasih Tahu Semua Sama Termul-termul Itu
-
Minta Jokowi Perlihatkan Ijazah, JK: Saya Tidak Melawan, Saya Senior yang Menasihati
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
Dipolisikan Kasus Penistaan Agama, JK Larang Umat Islam Demo Bela Dirinya: Jangan!
-
JK Pertimbangkan Lapor Balik Pelapor Kasus Dugaan Penistaan Agama: Mereka Memfitnah Saya!
-
JK Klarifikasi Pernyataan Soal Poso-Ambon: Saya Bicara Realita Sosiologis, Bukan Dogma Agama