Suara Denpasar - Winger Madura United, Kevy Syahertian akhirnya memilih langkah yang sama seperti 2 pemain PSIS Semarang, yakni meninggalkan timnya menuju ke klub Liga 2.
Seperti diketahui, baru-baru ini 2 pemain PSIS Semarang yakni Ridho Syuhada dan Rizky Dwi Pangestu resmi berpisah dengan Laskar Mahesa Jenar lantaran keduanya akan dipinjam ke klub Liga 2, PSMS Medan dan FC Bekasi City.
Kini, Kevy Syahertian juga mengikuti jejak Ridho dan Rizky untuk meninggalkan klubnya dan pilih bergabung dengan klub Liga 2 Persikab Kabupaten Bandung.
Dilansir dari lama resmi Liga Indonesia, Kamis (7/8/2023), pemain berdarah Pamekasan itu menerangkan keputusannya ini dia ambil dengan alasan ingin mendapatkan waktu bermain lebih banyak.
Bukan hanya itu, ia pun turut mengatakan jika dirinya bertekad mencapai target untuk membawa Persikab Kabupaten Bandung naik kelas ke Liga 1 musim depan.
"Target saya bermain baik bersama tim baru dan bisa berkontribusi hingga membawa tim ini promosi. Saya akan mengupayakan itu," ungkap Kevy.
Sementara itu, kabar hengkangnya sang pemain dari Madura United turut dikonfirmasi oleh General Manager Madura United Umar A Wachdin yang menerangkan pihaknya telah sepakat mengakhiri kontrak lebih cepat atas permintaan kedua belah pihak.
"Terima kasih atas waktu dan kebersamaannya selama ini. Jika ingin pulang, jalan menuju Madura masih sama," ujar Umar.
Sekadar diketahui, pemain bernama lengkap Mochammad Kevy Syahertian tersebut tercatat sudah bergabung dengan tim senior Madura United pada kompetisi Liga 1 2018 dan sempat dipinjamkan ke Rans Nusantara FC pada musim 2021/2022.
Bersama Madura United, Kevy telah menorehkan 30 penampilan dengan sumbangan satu gol dari total 713 menit bermain.
Sementara bersama Persikab Kabupaten Bandung, Kevy akan tergabung di Grup 2 Liga 2 dengan tim lainnya seperti Nusantara United FC, Malut United FC, PSKC Cimahi, Bekasi City, PSIM Yogyakarta, dan Perserang Serang. (*)
Berita Terkait
-
Ikuti Jejak PSIS Semarang, Madura United Resmi Lepas Winger Senilai Rp1,30 Miliar dengan Alasan Mengejutkan
-
Pemain Seharga Rp1,3 Miliar Mendadak Dilepas Usai Kontra Bali United, Bos PSIS Semarang Akhirnya Beri Alasan Tak Terduga
-
Gegara Coret Pemain Naturalisasi Seharga Rp6,95 Miliar dari Timnas Indonesia, Shin Tae-yong Terpaksa Pinjam Bek PSIS Semarang
-
Usai Lepas Gali Freitas dari PSIS Semarang, Yoyok Sukawi Bocorkan Kembalinya Sang Wonderkid Timor Leste ke Indonesia
-
PSIS Semarang Resmi Lepas 2 Pemainnya ke Klub Liga 2, Yoyok Sukawi Ungkap Alasannya
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Medco E&P Perkuat Ekonomi Warga Muba Lewat Budidaya Lele Berkelanjutan
-
Prabowo Didesak Evaluasi KDKMP, Dinilai Menyimpang dari Semangat Koperasi
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Perkuat Sinergi, Buka Jalan Pendidikan bagi Putra-Putri Daerah
-
AHY dan Merry Riana Hadir Bersama Sahabat Ojol, Nobar Piala Dunia 2026
-
PTBA Dukung Pengungkapan Tambang Batubara Ilegal di Muara Enim, 11 Tersangka Ditangkap
-
KPK Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Korupsi Gubernur Jambi dan Bupati Tebo
-
Ahli Ekonomi UGM di Sidang PTUN: ART Indonesia-AS Bukan Sekadar Soal Tarif
-
Mega Korupsi Jampidsus Ganggu Ekonomi Nasional dan Kepercayaan Investor
-
Gianni Infantino Dilaporkan ke IOC Buntut Kontroversi Penangguhan Kartu Merah Balogun
-
Bank Jambi Dibobol, Dana Rp144,82 Miliar Diduga Dicuci Lewat Kripto