Suara Denpasar - Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 lalu masih menyisakan luka yang mendalam.
Oleh sebab itu, keluarga korban tragedi Kanjuruhan tersebut mendesak PSSI untuk menghentikan laga sepakbola di Indonesia pada 1 Oktober 2023 mendatang.
Seperti dilansir dari akun Instagram @gozipbola pada Rabu (20/9/2023), salah satu orang tua kandung dua Aremanita yang tewas dalam tragedi Kanjuruhan itu adalah Devi Athok Yulfitri.
Menurutnya, tragedi Kanjuruhan telah melukai semua keluarga korban yang hingga kini masih mencari keadilan.
Devi Athok juga menyinggung Ketum PSSI, Erick Thohir yang tak menepati janjinya untuk mengusut tuntas tragedi tersebut.
"Untuk bapak Erick Thohir, juga sudah mendzolimi kami.. karena dia yang mau membantu mengusut tuntas kasus Kanjuruhan, tapi dia tidak bertindak sesuai dengan janjinya," kata Devi Athok.
Sementara itu, permintaan serupa juga datang dari Nuri Hidayat selaku Ayah korban yang tewas dalam tragedi Kanjuruhan tersebut. Menurutnya, 1 Oktober perlu diperingati sebagai hari duka nasional sepakbola di Indonesia.
"Satu hari itu saja.. 1 Oktober itu saja, ya mungkin sampai selanjutnya bahwa ini kan peristiwa Internasional ya.. bukan peristiwa Malang saja.. jadi untuk 1 Oktober itu kalau bisa dijadikan hari duka nasional sepakbola di Indonesia," jelas Nuri.
Nuri bahkan menambahkan untuk mengibarkan bendera setengah tiang sebagai bentuk penghormatan kepada para korban.
Baca Juga: PSSI-nya Brunei Darussalam Terancam Disanksi FIFA, Timnas Indonesia yang Malah Dirugikan, Kenapa?
"Seumpama kalau memungkinkan kita mohon bendera setengah tiang dikibarkan.. untuk menghormati para korban istilahnya tragedi Kanjuruhan.. karena ini berita duka.. kita jadikan 1 Oktober hari berduka," pungkasnya.
Selain itu, warganet menyoroti desakan dari keluarga korban tragedi Kanjuruhan tersebut melalui kolom komentar.
"Yang suruh berhenti itu Arema.. yang harus didesak keluarga korban itu Arema," tulis @jingga.hitam_.
"Kalau mau stop mending klub Arema gak usah ikut kompetisi lagi.. klub lain salah apa kenapa semua yang jadi berhenti?," tambah @i_m.febs.
"Seharusnya gak perlu ditiadakan.. Liga tetap jalan, hanya sebelum pertandingan dimulai, mengheningkan cipta," pungkas @addzkii.(*/Ana AP)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Beasiswa Digital Talent 2026 Dibuka untuk 2.200 Peserta
-
Survei Cyrus Network: 70 Persen Masyarakat Puas Kinerja Menteri Kabinet Merah Putih
-
Survei Cyrus: 65,4 Persen Publik Dukung MBG
-
Bank Sumsel Babel Gelar Undian Pesirah 2026, Bidan di Belitang Menang Hadiah Mobil
-
Audit Investigasi Tuntas! Bukti Transfer Ungkap Praktik Jual Beli Jabatan di Pemkab Bogor
-
5 Poin Penting di Balik Kasus Jual Beli Jabatan ASN Bogor, Kini Dilimpahkan ke Polisi
-
Negosiasi Pasokan BBM dan LPG dari Rusia, Menteri ESDM: Hasilnya Memuaskan
-
Langkah Nyata PTBA Pulihkan Trauma dan Sekolah Rusak Pascabanjir di Sumatera
-
Sudah Melecehkan, Malah Memukul: Jejak Kriminal Mahasiswa Untirta yang Kini Diusir dari Kampus
-
Pasar Modal Lebih Sehat dan Kredibel Berkat Reformasi OJK