Suara Denpasar – Ingin Jadikan 1 Oktober sebagai hari duka nasional, keluarga dari korban tragedi Kanjuruhan minta PSSI hentikan pertandingan sepak bola di 1 Oktober.
Diketahui pada 1 Oktober 2022 lalu, sebuah insiden luar biasa terkait sepak bola terjadi di Indonesia karena telah menyebabkan ratusan orang kehilangan nyawanya.
Sehingga menyikapi hal tersebut, untuk 1 oktober 2023 mendatang, perwakilan dari keluarga korban Tragedi Kanjuruhan mendesak agar PSSI bisa menghentikan seluruh pertandingan se Indonesia.
Dikabarkan juga sebelumnya bahwa, akan ada beberapa pertandingan di Minggu, 1 Oktober 2023 mendatang, seperti di Liga 1 laga Madura United FC vs Borneo FC Samarinda, dan juga Persib Bandung vs Persita Tangerang.
Informasi terkait permintaan penghentian seluruh kegiatan sepak bola ini juga terlihat dalam unggahan di akun Instagram @gozipbola.
“Keluarga korban tragedi Kanjuruhan mendesak Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), untuk menghentikan sepakbola di Liga 1 pada tanggal 1 Oktober 2023 mendatang,” tulis dalam akun yang diunggah pada Selasa, 19 September 2023 ini.
Tak hanya itu, salah satu dari keluarga korban yang kehilangan dua Aremanita, Devi Athok Yulfitri mengungkapkan bahwa dirinya berharap agar PSSI bisa melakukan hal tersebut.
Apalagi menurut Devi, saat ini keluarga dari korban Tragedi Kanjuruhan masih mencari keadilan, hingga luka yang masih belum sembuh.
“masalah sepakbola, ya kami mohon untuk per 1 Oktober 2023 ditiadakan pertandingan sepakbola di seluruh Indonesia.,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa saat ini pihak keluarga korban masih mencari keadilan dan meminta pertanggungjawaban dari Erick Thohir.
Menurutnya, Erick Thohir harus membuktikan janjinya yang mengatakan bahwa akan mengusut tuntas terkait tragedi besar dalam dunia sepak bola tanah air ini.
“Untuk bapak Erick Thohir juga sudah mendzolimi kami, karena dia yang mau membantu mengusut tuntas kasus Kanjuruhan tapi dia tidak bertindak sesuai dengan janjinya,” tambah Devi.
Hal serupa juga disampaikan oleh Nuri Hidayat, salah seorang keluarga korban yang turut merasakan duka karena harus kehilangan anaknya.
Menurutnya 1 Oktober adalah sebuah peristiwa yang sangat besar untuk Indonesia, sehingga dirinya juga turut meminta agar tidak ada pertandingan di 1 Oktober 2023 ini.
Bahkan sebagai penghormatan kepada seluruh korban, ia meminta agar 1 oktober dijadikan sebagai hari duka nasional sepak bola tanah air.
Maka dari itu, dengan hal tersebut, seluruh pertandingan sepak bola diminta harus ditiadakan. (*/Dinda)
Berita Terkait
-
PSSI Didesak Keluarga Tragedi Kanjuruhan Untuk Stop Laga Sepakbola di 1 Oktober 2023, Warganet Soroti Hal Ini
-
Pak Midun Telah Sampai GBK Demi Tuntut Keadilan Tragedi Kanjuruhan, Erick Thohir Diminta Lakukan ini Oleh Warganet
-
Dikawal Bonek, Warga Malang Ini Naik Sepeda ke Stadion Gelora Bung Tomo, Suarakan Keadilan untuk Tragedi Kanjuruhan
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Kritik Kunjungan LN Prabowo, Mahfud MD: Terlalu Sering Itu Boros, Produknya Harus Jelas!
-
Perubahan Nasib Iwan Tuaji dalam 15 Bulan: Dilantik Jadi Wabup, Kini Ditahan
-
Eks Dirut BVI Bantah Terima Kickback dari Investasi TaniHub
-
FESyar Sumatera 2026 Hadir di Palembang, Ada 122 UMKM Halal dan Tabligh Akbar Habib Syech
-
Rupiah Melemah Jadi Berkah, Wisatawan Malaysia Makin Gencar Belanja di Pontianak
-
Detik-detik Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ajudan Dorong Awak Media
-
Perubahan Nasib Dadan Hindayana dalam 48 Jam: Dari Pimpinan BGN hingga Berompi Tahanan
-
Silmy Karim Diburu KPK, Menteri Imipas Angkat Bicara
-
Megawati Bakal Terima Penghargaan dari Timor Leste, PDIP Jajaki Kerja Sama Strategis
-
Timnas Putri Indonesia Takluk dari Singapura, Satoru Mochizuki Minta Maaf