/
Senin, 06 November 2023 | 07:35 WIB
Paus Fransiskus Serukan Gencatan Senjata untuk Konflik di Gaza, Sebut Banyak Anak-anak Jadi Korban (Mahmud HAMS/AFP)

Suara Denpasar - Seruan perdamaian atas konflik di Gaza terus berdatangan dari berbagai pihak. Salah satunya adalah dari Pemimpin Gereja Katolik Dunia, Paus Fransiskus.

Pada hari Minggu (5/11/2023), melansir dari Vatican News, Paus Fransiskus menyerukan agar pihak Hamas dan Israel menghentikan perang di jalur Gaza.

Selain itu, Paus Fransiskus juga mengizinkan masuknya bantuan kemanusiaan di Gaza dan menyampaikan harapan agar konflik ini tidak semakin meluas.

"Saya terus memikirkan kondisi darurat yang terjadi di Palestina dan Israel, banyak orang meninggal di sana," kata Paus Fransiskus di hadapan umat yang hadir di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, untuk doa bersama.

"Saya harap kalian (Hamas dan Israel) berhenti berperang," seru Paus Fransiskus, kemudian menambahkan. "Hentikan tembakan, (lakukan) gencatan senjata."

"Harapan saya adalah semua upaya (damai) perlu dilakukan untuk menghindari konflik semakin meluas. Juga agar korban luka bisa mendapat pertolongan dan bantuan kemanusiaan bisa sampai ke masyarakat Gaza," Paus Fransiskus menyampaikan harapannya.

Situasi konflik di jalur Gaza bisa dibilang sangat buruk. Perang antara Hamas dan Israel menyebabkan ribuan korban jiwa melayang.

Hingga Hari Minggu (5/11/2023), jumlah korban tewas di Jalur Gaza telah mencapai 9.770 jiwa sejak Israel memblokade dan membombardir Gaza. Dan separuh dari jumlah korban meninggal itu adalah anak-anak.

Serangan Israel dimulai pada 7 Oktober lalu sebagai tindakan balasan mereka kepada serangan Hamas yang disebut telah menewaskan 1.400 warganya.

Baca Juga: Penuh Tantangan, Kemenlu RI Akhirnya Berhasil Evakuasi 4 WNI dan 1 Istri Warga Palestina

“Banyak anak-anak menjadi korban di sana; semoga mereka bisa kembali bersama keluarga mereka!” serunya.

Seruan ini ditujukan agar Hamas membebaskan orang-orang yang mereka sandera sejak tanggal 7 Oktober 2023 lalu.

"Mari kita pikirkan (masa depan) anak-anak yang hidup dalam perang ini, sebagaimana yang terjadi di Ukraina dan perang lainnya. Masa depan mereka terbunuh," lanjut Paus Fransiskus.

Paus Fransiskus kemudian menutup seruannya dengan mengajak semua orang untuk mengumpulkan keberanian demi mengakhiri perang.

"Mari berdoa bersama, agar kita diberi kekuatan untuk berani mengatakan 'cukup' (untuk semua perang yang terjadi)," tutupnya. (*/Dinda)

Load More