Suara Denpasar - Seruan perdamaian atas konflik di Gaza terus berdatangan dari berbagai pihak. Salah satunya adalah dari Pemimpin Gereja Katolik Dunia, Paus Fransiskus.
Pada hari Minggu (5/11/2023), melansir dari Vatican News, Paus Fransiskus menyerukan agar pihak Hamas dan Israel menghentikan perang di jalur Gaza.
Selain itu, Paus Fransiskus juga mengizinkan masuknya bantuan kemanusiaan di Gaza dan menyampaikan harapan agar konflik ini tidak semakin meluas.
"Saya terus memikirkan kondisi darurat yang terjadi di Palestina dan Israel, banyak orang meninggal di sana," kata Paus Fransiskus di hadapan umat yang hadir di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, untuk doa bersama.
"Saya harap kalian (Hamas dan Israel) berhenti berperang," seru Paus Fransiskus, kemudian menambahkan. "Hentikan tembakan, (lakukan) gencatan senjata."
"Harapan saya adalah semua upaya (damai) perlu dilakukan untuk menghindari konflik semakin meluas. Juga agar korban luka bisa mendapat pertolongan dan bantuan kemanusiaan bisa sampai ke masyarakat Gaza," Paus Fransiskus menyampaikan harapannya.
Situasi konflik di jalur Gaza bisa dibilang sangat buruk. Perang antara Hamas dan Israel menyebabkan ribuan korban jiwa melayang.
Hingga Hari Minggu (5/11/2023), jumlah korban tewas di Jalur Gaza telah mencapai 9.770 jiwa sejak Israel memblokade dan membombardir Gaza. Dan separuh dari jumlah korban meninggal itu adalah anak-anak.
Serangan Israel dimulai pada 7 Oktober lalu sebagai tindakan balasan mereka kepada serangan Hamas yang disebut telah menewaskan 1.400 warganya.
Baca Juga: Penuh Tantangan, Kemenlu RI Akhirnya Berhasil Evakuasi 4 WNI dan 1 Istri Warga Palestina
“Banyak anak-anak menjadi korban di sana; semoga mereka bisa kembali bersama keluarga mereka!” serunya.
Seruan ini ditujukan agar Hamas membebaskan orang-orang yang mereka sandera sejak tanggal 7 Oktober 2023 lalu.
"Mari kita pikirkan (masa depan) anak-anak yang hidup dalam perang ini, sebagaimana yang terjadi di Ukraina dan perang lainnya. Masa depan mereka terbunuh," lanjut Paus Fransiskus.
Paus Fransiskus kemudian menutup seruannya dengan mengajak semua orang untuk mengumpulkan keberanian demi mengakhiri perang.
"Mari berdoa bersama, agar kita diberi kekuatan untuk berani mengatakan 'cukup' (untuk semua perang yang terjadi)," tutupnya. (*/Dinda)
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
WNA China Diduga Dilecehkan Saat Bikin Video di Lovina Bali
-
Bibit Durian Diturunkan di Pelabuhan Makassar Padahal Punya Izin, Ini Respons Badan Karantina
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Resah, Puluhan Pimpinan Media Lokal dari 4 Provinsi Kumpul di Pekanbaru Bahas Ekosistem Media
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu