Suara Denpasar - Gavi mengalami cedera parah dalam laga timnas Spanyol melawan Georgia di laga Kualifikasi Piala Eropa 2024. Kabarnya gelandang yang bermain untuk Barcelona itu bakal menepi dalam waktu yang lama.
Melansir laman fcbarcelona, Gavi mengalami cedera ACL yang mengharuskannya menjalani operasi. Diperkirakan Barcelona akan kehilangan sang gelandang selama 9 hingga 12 bulan lamanya.
Cederanya Gavi tentunya akan menjadi kehilangan besar bagi Barcelona mengingat ia kerap menjadi pilihan Xavi di lini tengah.
Terlebih lagi Barcelona sebelumnya telah kehilangan para pemain pentingnya seperti Pedri, De Jong, juga Sergi Roberto.
Namun ada sedikit kabar gembira, karena Barcelona kabarnya diijinkan untuk menggunakan gaji dari Gavi guna mendatangkan pemain baru di bursa transfer Januari mendatang.
Melansir laman Diario AS, LaLiga telah menetapkan aturan ekonomi terkait klub yang pemainnya mengalami cedera panjang (sekitar 4 bulan hingga lebih).
Peraturan tersebut mengijinkan pihak klub untuk menggunakan 80% dari gaji pemain yang cedera panjang untuk berbelanja pemain baru di bursa transfer. Aturan ini dibuat dengan tujuan untuk melindungi klub agar tetap bisa bersaing.
Dengan aturan tersebut, Barca dapat menggunakan 80% dari penghasilan Gavi dari kontrak barunya (sekitar 7 juta euro per tahun) untuk mencari penggantinya.
Dana tersebut bisa digunakan untuk menutupi biaya amortisasi pemain baru selama satu tahun. Termasuk harga transfer atau pinjaman, ditambah gaji pemain baru.
Cedera serius yang dialami Gavi saat membela timnas Spanyol juga membuat FIFA harus membayar kompensasi pada Barcelona.
Program Perlindungan Klub dari FIFA menawarkan perlindungan bagi semua pemain profesional yang memiliki kontrak kerja dengan klub sepak bola profesional dan bermain untuk tim nasional masing-masing.
Dalam kasus Gavi, sang gelandang mulai 16 Desember, ketika ia akan menjalani 28 hari cuti sakit resmi, FIFA harus memberi Barca setiap hari agar pemain tersebut tetap ada dalam daftar korban.
Jumlah uang yang akan diberikan FIFA tiap harinya kepada Barcelona sekitar 20.548 euro dengan batas maksimal selama 365 hari.
Diperkirakan Gavi akan absen selama 9 bulan hingga satu tahun lamanya. Jika itu yang terjadi, FIFA harus membayar jumlah maksimum sebesar 7,5 juta euro. Besaran kompensasi yang diberikan dihitung berdasarkan pada gaji pokok pemain. (*/Ana AP)
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Viral Diskriminasi WNI di Bali, Imigrasi Larang 2 WNA Penyelenggara Event Lari Masuk Indonesia Lagi
-
Harga Kebutuhan Naik, Gaji Tetap: Realitas Daya Beli yang Kian Menurun
-
Arsenal Siapkan Strategi Khusus Datangkan Julin Alvarez, Viktor Gyokeres Jadi Opsi Tukar?
-
Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
-
Ulasan Novel Kado Terbaik: Potret Haru Perjuangan Anak Jalanan
-
Qualcomm Siapkan Snapdragon 8 Elite Gen 5 Versi Murah, Akhiri Era HP Flagship Mahal?
-
Prabowo Guyur Insentif Baru, Bea Masuk Impor MRO dan LPG Dipangkas Jadi 0%
-
Momen Febrie Adriansyah Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
The Da Vinci Code: Misteri, Simbol, dan Sejarah yang Memancing Rasa Penasaran
-
Heboh Kasus Pencabulan Anak SD Yatim Piatu di Sumut, Guru ASN Wajib Disanksi Berat jika Terbukti