Suara Denpasar - Dalam debat capres pertama, panelis mengangkat isu yang membahas soal masalah HAM dan konflik di Papua.
Prabowo Subianto yang mendapat giliran pertama menanggapi dengan menyebut masalah yang terjadi di Papua rumit. Terdapat banyak faktor yang membuat konflik di Papua tak kunjung terselesaikan.
“Masalah di Papua adalah rumit,” ungkap capres nomor urut 2 tersebut dilansir dari YouTube KPU RI.
Prabowo kemudian menyebutkan bahwa pada konflik yang terjadi di Papua terdapat campur tangan asing yang ingin memecah belah Indonesia.
“Karena di situ terjadi gerakan separatis. Dan gerakan separatis ini kita sudah ikuti cukup lama dan melihat ada campur tangan asing di situ,” jelas Ketua Umum partai Gerindra tersebut.
“Dan kita melihat kekuatan-kekuatan tertentu selalu ingin melihat Indonesia disintegrasi dan pecah,” lanjutnya.
Tak hanya itu, Prabowo juga mengungkapkan bahwa kelompok separatis tersebut juga telah menyerang warga Papua. Banyak wanita, anak-anak dan orang tua di Papua yang menjadi korban di sana.
Selanjutnya Prabowo memberikan pendapatnya soal strategi apa saja yang akan diambilnya untuk menyelesaikan konflik di Papua.
“Rencana saya adalah pertama tentunya menegakkan hukum, memperkuat aparat-aparat di situ. Dan juga mempercepat pembangunan ekonomi,” jelas Prabowo.
Baca Juga: Usai Putusan MK Keluar, Gerindra Akui Langsung Komunikasi dengan Gibran Rakabuming Raka
Capres nomor urut 1, Anies Baswedan menanggapi bahwa konflik di Papua terjadi karena tidak adanya keadilan di sana.
“Masalah utamanya adalah tiadanya keadilan di tanah Papua,” ungkap Anies dikutip dari kanal YouTube KPU RI.
Anies kemudian menyebut bahwa dialog diperlukan untuk menyelesaikan konflik di Papua dengan tujuan untuk menghadirkan keadilan di sana.
Prabowo menyetujui pendapat Anies soal perlunya keadilan di tanah Papua. Juga sepakat perlu adanya di sana. Namun Prabowo juga mengungkapkan bahwa konflik di Papua tidak sesederhana itu.
“Tidak sesederhana itu, Pak Anies,” bantah Prabowo. “Ada faktor-faktor lain, Pak Anies.”
“Ada faktor geopolitik, ada faktor ideologi, inilah yang (membuat) masalahnya tidak gampang,” lanjut Prabowo.
Debat capres pertama berhasil digelar dengan lancar. Selanjutnya pada Jumat (22/12/2023) akan digelar debat kedua yang akan mengadu gagasan para cawapres. (*/Ana AP)
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
Tabel Pinjaman KUR BRI Juli 2026 Terbaru, Simulasi Angsuran Rp1 Juta hingga Rp100 Juta
-
KPK Tetapkan Bupati Sukoharjo dan Dua Pejabat Pemkab Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pemerasan
-
Antara Minat, Jurusan, dan Karier: Haruskah Semuanya Selalu Sejalan?
-
Kecelakaan Beruntun di Madiun: Rem Mendadak Bus Jaya Jadi Mimpi Buruk Truk J&T
-
3 Parfum Lokal Aroma Kayu Manis dengan Review Pembeli yang Positif
-
5 Sunscreen dengan SPF 50 dan PA++++ yang Nyaman Dipakai Sehari-hari
-
Liburan Lebih Hemat dengan Diskon Rp125.000 di tiket.com Pakai BRI Kartu Kredit
-
Jangan Salah Pilih! Kenali 9 Jenis Lensa Kacamata yang Sesuai dengan Kebutuhan Anda
-
Ramalan Shio 11 Juli 2026, Ini 5 Shio yang Diprediksi Paling Hoki
-
Kita Semua Punya 'Topeng' yang Berbeda, Buku Ini Ajak untuk Menerimanya