Suara Denpasar - Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani, mengakui bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka pasca keluarnya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait batas usia capres-cawapres pada Senin, (16/10/2023).
Sebelumnya MK telah mengabulkan sebagian untuk perkara pengujian UU Pemilu yang dimohonkan oleh mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Surakarta, Almas Tsaqibbirru.
Pemohon mempersoalkan ketentuan Pasal 169 huruf q Undang-undang Nomor 7 Tahun 2007 tentang Pemilu yang mengatur tentang ketentuan batas usia sebagai syarat menjadi capres dan cawapres.
Setelah adanya pengucapan putusan, pasal tersebut kini berbunyi, berusia paling rendah 40 tahun atau pernah/sedang menduduki jabatan yang dipilih melalui pemilihan umum termasuk pemilihan kepala daerah.
Dilansir dari antaranews saat ditemui di depan kediaman Prabowo, Ahmad Muzani mengatakan bahwa partainya masih menunggu para Ketua Umum dari Koalisi Indonesia Maju untuk mengumumkan cawapres Prabowo Subianto.
Partai Gerindra diketahui menggelar rapat anggota dewan pembina di kediaman Prabowo hingga Senin tengah malam.
Dalam rapat tersebut, dibahas mengenai dinamika politik nasional yang terjadi saat ini hingga putusan MK mengenai batas usia capres-cawapres.
Ahmad Muzani juga menjelaskan dalam waktu dekat Prabowo akan bertemu dengan para ketua umum (ketum) partai politik di Koalisi Indonesia Maju.
Nantinya semua ketum partai akan diberi forum, menyampaikan pandangan termasuk informasi yang mereka dapatkan dari semua sisi.
Baca Juga: Gibran Ngamuk Sampai Tegaskan Hal Ini ke Netizen, Ada Apa?
Namun, pertemuan itu harus diundur hingga Ketum PAN tiba di Indonesia sepulang kunjungan bersama Presiden Jokowi di luar negeri.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Budi Djiwandono, ikut menambahkan bahwa pada malam itu belum ada keputusan resmi terkait nama dari cawapres yang akan mendampingi Prabowo.
Masih terdapat empat nama yang diklaster berdasarkan wilayah. Dimana satu nama dari luar Jawa, satu dari Jawa Barat, satu nama dari Jawa Tengah, dan satu nama dari Jawa Timur. (*/Ana AP)
Berita Terkait
-
Pasca Putusan MK Batas Usia Capres-Cawapres, Partai Gerindra Gelar Rapat Internal, Ini Pembahasannya
-
Gerindra Kota Denpasar Deklarasikan Duet Prabowo-Gibran
-
Makin Mulus Menuju 2024! Golkar, Gerindra dan Demokrat Bali Dukung Wayan Koster Dua Periode
-
PKB ke NasDem, Gerindra Bali: Kami Tidak Akan Mengkhianati Saudara Seperjuangan, Silahkan Mereka Berkhianat
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
Terkini
-
Gunung Kawi di Kota Apa? Ramai Dikaitkan dengan Isu Pesugihan Artis dan Pejabat
-
Anti Ribet! 5 Moisturizer Stick yang Bikin Wajah Lembap Seharian
-
Apa Tugas Komisaris di Perusahaan? Aspri Raffi Ahmad hingga Aktivis Muda Bisa Duduk di Posisi Ini
-
Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026, Tanjung Verde Viralkan Nyanyian 1 Persen
-
Steve Clarke Resmi Mundur usai Skotlandia Tersingkir dari Piala Dunia 2026
-
Untuk Pertama Kali Sejak 20 Tahun Lalu, Lionel Messi Harus Rasakan Hal Ini
-
Tua-tua Keladi! Luka Modric Cetak Rekor Fenomenal di Piala Dunia
-
Neymar Hamburkan Rp17 Miliar di Piala Dunia 2026, Beli Jam Mewah di New York
-
3 Rekomendasi HP di Bawah 5 Juta untuk Ngonten, Budget Terbatas Hasil Berkualitas
-
Review Welcome to the Jungle: Kekacauan di Hutan yang Penuh Lelucon Absurd!