/
Sabtu, 27 Agustus 2022 | 15:00 WIB
Rizal Ramli (Dok.Antara)

Depok.suara.com - Kasus Ferdy Sambo masih kerap diperbincangkan oleh masyarakat. Kini sosok Rizal Ramli juga menyebut pembunuhan Brigadir J muncul akibat dari revolusi rakyat secara digital.

Selain itu, karena adanya revolusi mental, sehingga memaksa siapapun termasuk institusi kepolisian tidak bisa mengabaikan kondisi tersebut.

"Inilah sebetulnya awal dari people revolution secara digital, revolusi rakyat tapi pakai digital doang, tapi impactnya dahsyat sekali karena memaksa siapapun untuk tidak bisa mengabaikan," kata Rizal dalam diskusi daring yang diadakan Total Politik.

Rizal Ramli mengatakan berita pembunuhan Brigadir J yang menyita perhatian publik. Bahkan mengalahkan tayangan infotainment karena mengandung unsur cerita yang lengkap, mulai dari adanya peristiwa pembunuhan, dugaan perselingkuhan, hingga dugaan geng mafia di tubuh Polri.

Ia menyebut kasus ini sebagai gejala "Samboisme", karena memiliki beberapa dimensi pembunuhan di dalamnya.

"Ini pembunuhan sadis, terencana, penghapusan barang-barang bukti secara sistematis," ujarnya.

Mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian itu berharap kasus ini juga menelisik aliran dana di dalamnya.

"Harus dibuka polanya, dipertanggungjawabkan karena kalau enggak betul-betul ini kegiatan mafia di dalam polisi," kata Rizal.

Melansir ANTARA, dia pun berharap peristiwa ini bisa membenahi demokrasi Indonesia.

Baca Juga: 8 Siswa Wakili Indonesia di International Earth Science 2022

"Kita benahin demokrasi kita, kita bersihkan polisi, hapuskan multifungsi dari pada Polri".

Sumber: Suara.com

Load More